Jika seseorang bertanya tentang apa definisi kebahagiaan, terkadang sulit untuk membuat definisi yang pasti. Tidak ada tolok ukur yang mutlak untuk merumuskan sebuah kebahagiaan. Bahkan, setiap orang punya definisi bahagianya masing-masing.
Yang menjadi masalah adalah ketika kita justru mematok harga kebahagiaan kita berdasarkan sudut pandang orang lain. Maka jangan heran jika kita merasa tidak pernah cukup dengan apa yang kita miliki, karena fokus dengan standar bahagia yang ditetapkan orang-orang.
Bagi yang merasa tengah bingung dalam mencari sumber kebahagiaan, salah satu bacaan yang bisa menginspirasi kita untuk menemukannya adalah buku berjudul 'Days of Happiness' karya Donny Andrian dan Adhiramsyah Choesin.
Sebagaimana judulnya, buku ini memuat sejumlah tips harian agar kita selalu bisa menemukan kebahagiaan dengan cara-cara yang sederhana.
Misalnya pada hari pertama meneriakkan kalimat "today is gonna be a great day" pada diri sendiri, hari ke-11 menjadikan diri sendiri sebagai orang yang memancarkan kebahagiaan, atau pada hari ke-24 menjalani filosofi hidup seperti krayon (walau patah tapi tetap mampu memberi warna).
Secara pribadi, beberapa hal berkesan yang mampu saya petik dari buku ini diantaranya adalah cara berpikir berlawanan dalam memandang hal-hal negatif. Jadi, setiap kali kita sedang ragu untuk melakukan sesuatu karena diidera dengan kemungkinan-kemungkinan buruk, cobalah untuk memikirkan hal-hal baik yang biasanya jumlahnya lebih banyak.
Contohnya ketika sedang malas mengerjakan tugas. Barangkali kita merasa malas karena memikirkan betapa sulitnya tugas tersebut, atau mungkin menunggu mood membaik dulu.
Tapi alih-alih fokus pada alasan negatif, coba deh kita memandang hal-hal positif saat berhasil mengerjakan tugas.
Kita akan lebih tenang, punya waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan hal yang menyenangkan, bisa lebih produktif, hingga tidak dihantui dengan deadline pengerjakan tugas.
Tak dipungkiri jika kita akan selalu punya alasan negatif untuk tidak melakukan sesuatu, tapi yang perlu dicamkan bahwa imbalan positif sesungguhnya jauh lebih banyak tiap kali kita berhasil melangkah.
Terkait hal tersebut, saya ingin mengutip salah satu quote Mark Twain yang juga dilampirkan penulis dalam buku ini:
"Twenty years from now, you will be more disappointed by the things you didn't do than by the ones you did do. So, throw off the bowlines. Sail away from the save harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover"
(Halaman 90)
Pada intinya, kita memang harus berani melangkah, bertindak, dan mencoba hal-hal baru untuk menjemput kebahagiaan yang tidak terduga.
Semoga dengan hal-hal sederhana yang bisa dicontoh dari buku ini bisa memberi pembaca inspirasi tentang bagaimana merancang hari-hari bahagia dalam hidup!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
-
Review Buku Tuhan, Maaf Aku Kurang Bersyukur Karya Malik Al Mughis
-
Ulasan Buku Imung: Siulan Kematian, Misteri Kematian Pengarang Nyentrik
-
Ulasan Buku Pencurian Terbesar Abad Ini, Puisi dengan Perspektif Tak Biasa
-
Ulasan Buku 7 Kebiasaan Orang yang Nyebelin Banget Karya Henry Manampiring
-
Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak Jalanan dalam Novel Sepuluh
Ulasan
-
Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat: Mengapa Terlalu Berusaha Justru Menjauhkan Bahagia?
-
Nostalgia Ramadan: Keabadian Lagu 'Cinta Rasul' Sulis dan Haddad Alwi
-
Review Buku Puasa Para Nabi: Mengurai Hikmah Bulan Ramadan
-
New Wisata Wendit: Ikon Legendaris Malang yang Cocok Jadi Destinasi Liburan Keluarga
-
Penghakiman Sosial dalam Cerpen Malam Terakhir Karya Leila S. Chudori
Terkini
-
Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai
-
Pertemuan di Masjid Kota
-
Di Balik Nasi Sisa Sahur: Refleksi Emak-Emak tentang Ramadan dan Kesederhanaan
-
Kisah Perjalanan YouthID: Saat Anak Muda Menembus Batas, Mendengar Suara Disabilitas di Aceh
-
Tayang 28 Maret Nanti, Intip Sinopsis Anime Agents of the Four Seasons