Tentu sudah tidak asing lagi telinga kita mendengar nama Chairil Anwar, Amir Hamzah, Sutan Takdir Alisjahbana, Hamka, Taufiq Ismail, Pramoedya Ananta Toer, dan beberapa nama besar lainnya. Mereka inilah beberapa sastrawan ternama Indonesia.
Meski demikian, selain nama-nama tersebut, masih banyak sastrawan Indonesia yang dapat kita jadikan teladan, serta karya-karyanya menjadi rujukan. Bukan hanya karya-karya mereka yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Namun, perjalanan hidup mereka pun dapat kita jadikan panutan.
Sastrawan bukan hanya pembuat puisi tanpa masa depan. Kebanyakan mereka adalah kaum terpelajar dengan segudang prestasi yang mereka miliki. Maka, Hasta Indriyana menyusun buku Ensiklopedia Sastrawan Indonesia untuk mengabadikan kembara hidup dan karya-karya mereka.
Dalam pengantarnya, penyusun menegaskan, buku ini disusun untuk pengayaan bagi pelajar, khususnya siswa SD dan SMP. Sebab, pengetahuan mengenai sastrawan dan hal-hal yang melingkupinya sangatlah penting bagi para pelajar. Salah satunya adalah untuk mengetahui seluk-beluk kehidupannya. Melalui pengalaman yang dilalui, tentu ada inspirasi yang dapat diperoleh.
Sastra dan pelajar tidak dapat dipisahkan. Sastra sangat bermanfaat bagi kehidupan. Sastra adalah pembentuk watak manusia. Sebagai salah satu contoh, semua pendiri bangsa Indonesia ini adalah para pembaca buku. Mereka juga membaca karya-karya sastra.
Demikian pula dengan sastrawan. Mereka adalah salah satu penjaga moral yang penting. Oleh karena itu, membaca kehidupan sastrawan beserta lika-liku hidupnya, kita dapat memetik pelajaran berharga dari mereka. Kita akan banyak belajar dari mereka.
Buku ini memuat perjalanan hidup dan karya-karya sastrawan ternama di Indonesia, dari bidang puisi, cerpen, esai, novel, dan naskah drama yang mereka geluti.
Ali Akbar Navis, lahir di Padang Panjang. Sumatra Barat, 17 November 1924. Meninggal pada 22 Maret 2003 di Padang. Sejak SD ia gemar membaca. Di SD ia membaca cerita pendek, sejarah Islam, dan filsafat. Ketika kecil ia ingin menjadi pelukis dan pematung. Keinginan menjadi penulis muncul setelah membaca cerpen Hamka yang dimuat di Pedoman Masyarakat. Navis yakin apabila orang lain bisa menulis, maka dirinya pun bisa menulis. (Halaman 1).
Berikutnya, penyusun menerangkan cerpen pertama AA.Navis Robohnya Surau Kami, terbit di majalah Kisah tahun 1955. Cerpen tersebut mendapat sambutan yang bagus dari beberapa kalangan. Kemudian judul cerpen itu dipakai untuk judul buku kumpulan cerpen AA. Navis yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman, Perancis, dan Jepang.
Dan seterusnya. Di antara sastrawan Indonesia yang kini masih terus berkarya dan juga disebutkan namanya di dalam buku ini adalah A. Mustofa Bisri, Acep Zamzam Noor, Afrizal Malna, Ahmad Tohari, Ahmadun Yosi Herfanda, Ayu Utami, Aspar Paturusi, Ashadi Siregar, Dewi Lestari, Eka Kurniawan, Emha Ainun Nadjib, Helvy Tiana Rosa, Goenawan Mohamad, Gus Tf. Sakai, Sutardji Calzoum Bachri, Oka Rusmini, Taufik Ismail, dan Triyanto Triwikromo.
Inilah ulasan buku Ensiklopedia Sastrawan Indonesia. Semoga kita dapat meniru jejak kreatif mereka dalam menelurkan karya seni yang indah, menawan dan selalu dikenang oleh para penikmat sastra.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Ensiklopedia Sastrawan Indonesia
Penyusun: Hasta Indriyana
Penerbit: JP Books
Cetakan: I, 2020
Tebal: 130 Halaman
ISBN: 978-623-214-799-7
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Tag
Baca Juga
-
Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik
-
Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis: TWS Unik dengan Desain Jepit Telinga dan Baterai Awet
-
Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua
-
Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia
-
Laptop REDMI Book 16 2027 Hadir dengan Numeric Keypad,Baterai 72Wh, dan Layar 120Hz
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku 'Nothing Like The Movies'; Skenario Cinta Sejati di Film-Film
-
Urgensi Pendidikan Akhlak Sejak Dini: Buku Tuntunan Akhlak untuk Anak-Anak
-
Kumpulan Cerita yang Menawan dalam Buku Kupukupu-Kupukupu di dalam Perutku
-
Menjadi Pendidik yang Mampu Beradaptasi dalam Buku Guru Masa Kini
-
Ulasan Buku Jejak Cinta Separuh Jiwa, Ungkap Mudah dan Sulitnya Dapat Jodoh
Ulasan
-
The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing
-
Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak
-
Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?
-
Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya
-
A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia
Terkini
-
Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik
-
Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter
-
Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November
-
Demokrasi Tanpa Oposisi: Ujian Keterbukaan Pemerintah
-
Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki