Scroll untuk membaca artikel
Hikmawan Firdaus | Athar Farha
Poster Film Samawa (Instagram/ travelstoriespictures)

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah isu yang sering dibicarakan, tapi jarang benar-benar dipahami secara mendalam. Banyak film menggambarkan KDRT sebagai tindakan kejam yang jelas antara pelaku dan korban, seolah-olah semuanya hitam dan putih. Namun, bagaimana jika ada dimensi lain yang jarang diperhatikan? Bagaimana jika ada hal-hal yang lebih kompleks yang membuat seseorang tetap bertahan dalam lingkaran itu?

Itulah yang coba dihadirkan Film Samawa keluaran Travel Stories Pictures (TSF) yang digarap sutradara sekaligus penulis naskah, Ganank Dera. Dengan pendekatan yang berbeda, jelas sekali Film Samawa ingin mengajak penonton melihat isu KDRT dari sisi yang lebih luas, tanpa sekadar menyalahkan atau membenarkan siapa pun. Film ini sudah tayang di bioskop-bioskop kesayanganmu hari ini, 27 Februari 2025.

Melihat KDRT dari Perspektif yang Lebih Kompleks

Hal yang menggembirakan tuh, Film Samawa: Dosamu Cintaku Selamanya yang tayang 27 Februari 2025, para bintangnya visit ke bioskop terdekat rumahku, jadi bisa nobar bareng mereka. Yeay!

Oke, yuk fokus lagi pada pembahasan utama!

Film Samawa, alih-alih hanya menampilkan kekerasan fisik sebagai fokus utama, Film Samawa mencoba mengeksplorasi dinamika hubungan antara pelaku dan korban. Film ini berpusat pada Yura (diperankan Badriyah Afiff), setelah menikah dengan Andi (Alexzander Wlan), Yura mulai menghadapi kenyataan pahit: Dosa-dosa suaminya perlahan menghancurkan rumah tangga mereka. Namun, yang jadi dilema terberat Yura, ialah bahwa dirinya meyakini, istri harus selalu patuh sama suami, kendatipun terjerat KDRT. 

Untungnya, film ini nggak sekadar menunjukkan bagaimana Yura mengalami penderitaan. Film Samawa ingin menyoroti mengapa seseorang bisa bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. Apakah karena cinta? Rasa takut? Tekanan sosial? Atau ada faktor lain yang lebih dalam? Dan rupanya, film ini berhasil membuka ruang diskusi tentang isu yang sering dianggap tabu ini.

Menghindari Narasi Klise dalam Film Bertema KDRT

Banyak film yang membahas KDRT seringnya mengikuti pola yang sama: Korban nggak berdaya dan pelaku yang digambarkan sebagai sosok kejam tanpa sisi lain. Namun, Samawa berusaha menampilkan kerumitan yang sering nggak terlihat di permukaan. Apakah itu? 

Dalam banyak kasus, KDRT nggak hanya soal kekerasan fisik, tapi juga manipulasi emosional, tekanan sosial, hingga dinamika psikologis yang saling mengikat antara korban dan pelaku. Dengan pendekatan ini, Film Samawa ngasih gambaran lebih realistis dan menyentuh, yang (semoga) bisa membuat penonton lebih memahami bagaimana KDRT bisa terjadi dalam berbagai bentuk.

Selain membawa isu KDRT, Film Samawa juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemainnya. Badriyah Afiff, dihadapkan pada tantangan dalam memerankan karakter yang penuh luka batin. Dan beruntungnya, emosinya berhasil melekat pada dirinya. Sementara itu, Alexzander Wlan harus mendalami peran yang lebih kompleks sebagai suami sekaligus pelaku KDRT. 

Terlepas pesan yang ingin disampaikan, jujurly kisahnya klise dan hanya menjual drama rumtang yang nggak mungkin bisa memuaskan banyak penonton. Namun, kalau kamu mau lebih peduli dengan isu ini, ada baiknya kamu tonton deh.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.

Athar Farha