Hai, para pencinta film horor! Kali ini aku bakal bahas salah satu film horor Indonesia yang cukup bikin bulu kudu berdiri, Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai.
Film yang dirilis tahun 2024 ini menggabungkan unsur mistis khas Kalimantan dengan jumpscare yang nggak main-main. Penasaran? Yuk, kita kupas tuntas!
Film ini bercerita tentang sekelompok orang yang harus berhadapan dengan Kuyang, makhluk gaib dari cerita rakyat Kalimantan yang dikenal sebagai kepala terbang dengan organ dalam tergantung di bawahnya.
Kuyang suka menghisap darah manusia, terutama ibu hamil atau bayi baru lahir. Nah, di sini kita ngelihat bagaimana karakter utama, seorang wanita bernama Sriatun (diperankan oleh Alyssa Abidin), harus bertarung melawan makhluk ini setelah ia dan keluarganya terlibat dalam ritual mistis yang salah.
Hal yang bikin film ini menarik adalah setting-nya yang gelap dan suram, benar-benar membangun suasana mencekam. Adegan-adegan di rumah tua, hutan belantara, dan malam-malam sunyi bikin aku sebagai penonton was-was terus.
Efek suaranya juga top! Dari decitan, bisikan-bisikan samar, sampai teriakan tiba-tiba—semuanya bikin jantung deg-degan.
Visual efek Kuyang sendiri cukup ngeri, lho. Kepala terbang dengan usus bergelantungan? Nggak heran banyak yang tutup mata pas adegan makhluk ini muncul. Tapi, ada beberapa bagian CGI yang masih terlihat kurang halus, sih. Tapi ya, nggak sampai ganggu vibe horornya kok.
Review Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai
Ceritanya sebenarnya simpel: salah buka ritual, teror dimulai. Tapi film ini berhasil bikin penasaran dengan beberapa twist di tengah jalan. Ada misteri masa lalu keluarga Maya yang perlahan terungkap, plus konflik batin beberapa karakter yang bikin cerita nggak datar.
Sayangnya, ada beberapa bagian yang terasa rushed (tergesa-gesa). Beberapa karakter mati tanpa pengembangan yang dalam, jadi kita nggak terlalu peduli saat mereka jadi korban.
Juga, beberapa logika cerita agak dipaksain—misalnya, kenapa sih harus nekat masuk ke tempat angker sendirian di tengah malam? Tapi ya, namanya juga film horor, kadang karakter emang harus bikin keputusan bodoh biar ada adegan seram.
Alyssa Abidin sebagai Sriatun lumayan bisa membawa emosi, terutama di adegan-adegan panik dan ketakutan. Tapi beberapa pemain pendukung kadang overacting, jadi malah bikin gregetan. Adegan teriak-teriak histeris kadang berlebihan, alih-alih ngeri malah jadi lucu.
Tapi, penampilan aktor yang jadi Kuyang patut diacungi jempol. Gerak-geriknya creepy banget, dari cara terbang sampai ekspresi wajah yang bikin merinding. Nggak heran jadi highlight film ini!
Film ini pake jumpscare aplenty—ada yang beneran mengejutkan, ada juga yang kelihatan banget bakal datang. Beberapa adegan jumpscare-nya terlalu di-telegraph (terlihat bakal ada sesuatu), jadi kurang impact-nya. Tapi beberapa momen, terutama yang pakai efek suara mendadak, berhasil bikin badan ini kaget.
Secara keseluruhan, Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai adalah film horor Indonesia yang cukup solid. Nggak sekadar mengandalkan jumpscare, tapi juga punya cerita yang menarik dan atmosfer mistis yang kental. Kekurangannya ada di pacing yang kadang nggak konsisten dan akting beberapa pemain yang kurang natural.
Kalau kamu suka horor lokal yang angker-anggernya nggak cuma sekadar hantu pocong atau kuntilanak, film ini worth dicoba. Tapi siapin mental— karena ada beberapa adegan beneran bikin merinding!
Kalau dari rating aku kasih 7/10 deh. Gimana, tertarik nonton? Atau jangan-jangan kalau nanti kalian mau tidur lampunya harus menyala dulu lagi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Bloodhounds Season 2: Bromance Brutal Is Back, Udah Siap Liat Rain Jadi Villain?
-
Emosional, Menyentuh, dan Relatable! Film Ini Bakal Bikin Kamu Ingin Langsung Peluk Orang Tua
-
Review Film Don't Follow Me: Slow Burn Horor dengan Plot Twist yang Kuat!
-
Review Film Project Hail Mary: Hadirkan Visual IMAX yang Spektakuler!
-
Rami Malek Jadi Freddie: Mengulik Pesan Keberanian Jadi Diri Sendiri di Film Bohemian Rhapsody
Artikel Terkait
-
3 Beda Film Pabrik Gula Versi Cut dan Uncut, Pahami Dulu Sebelum Nonton!
-
Review Film Twisters: Lebih Bagus dari yang Pertama atau Cuma Nostalgia?
-
Review Film 'Pabrik Gula': Teror Mistis di Balik Industri Gula Kolonial
-
Review Film High Rollers: Antara Cinta dan Misi Mustahil di Meja Perjudian
-
Teror di Bioskop! 4 Film Horor Indonesia Tayang April 2025
Ulasan
-
Review Bloodhounds Season 2: Bromance Brutal Is Back, Udah Siap Liat Rain Jadi Villain?
-
Besok Sisa Sengsara? Udah, Rayakan Hari Ini Aja Bareng Lagu "Kita ke Sana" dari Hindia
-
Menaklukkan Gunung Malabar: Dari Sabana Indah hingga Tanjakan Mematikan
-
Membaca Realitas Cinta Dengan Titik: Ketika Perasaan Tak Pernah Sederhana
-
Novel Pasta Kacang Merah: Menebus Luka Masa Lalu
Terkini
-
Liturgi dari Rahim Silikon
-
Ilusi Gaji UMR: Terlihat Besar di Atas Kertas, Hilang Begitu Saja Sebelum Akhir Bulan
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
-
Pemanasan Sebelum Coachella! Pinky Up ala Katseye Bikin Hook-nya Nempel Terus di Kepala
-
Bertahan dengan Gaji UMR: Seni Agar Tidak Jatuh Miskin, Tapi Juga Tidak Pernah Kaya