Ed Sheeran berhasil kembali mewakili isi hati para penggemarnya melalui Shivers, lagu tentang cinta yang hadir dengan irama berbeda dari balada karya biasanya. Single tersebut pertama kali diluncurkan pada September tahun 2021 lalu.
Menjadi bagian dari album keempatnya, yakni = (Equals), single tersebut menunjukkan warna baru dalam karya-karya penyanyi papan atas itu. Diketahui, biasanya Ed Sheeran dikenal dengan lirik-lirik penuh cinta yang tenang dan mendayu.
Namun untuk Shivers, justru ada energi yang membara. Lagu ini mengisahkan tentang perasaan jatuh cinta yang begitu kuat hingga membuat seseorang seakan dimabuk asmara. Selain hanya dalam versi original, ada juga versi remix yang menampilkan kolaborasi dengan Jessi dan Sunmi, dua musisi asal Korea Selatan.
Versi tersebut mendapatkan sambutan hangat dari penggemar, terutama karena unsur rap dari Jessi yang memberikan karakter kuat dan menarik. Apresiasi atas kolaborasi lintas budaya dan genre itu berhasil menuai sorotan publik.
Misalnya adalah pada bait ‘I took an arrow to the heart, I never kissed a mouth that tastes like yours’. Sheeran menggambarkan betapa intens dan magisnya perasaan jatuh cinta. Ungkapan-ungkapan tersebut terasa puitis, tetapi relatable sehingga menciptakan kesan manis yang mudah dikenang.
Tak hanya bait awal yang mencuri perhatian, bagian chorus-nya pun begitu catchy. ‘Ooh, I love it when you do it like that, and when you’re closer, give me the shivers’ menjadi bait yang paling sering dinyanyikan kembali oleh pendengar karena ritme dan pesan mendalam.
Melansir kanal YouTube Ed Sheeran, video musik Shivers turut mendukung narasi lagu yang bercerita tentang cinta yang intens dan tak biasa. Visualnya dinamis, penuh warna, dan terkadang teatrikal sehingga memberikan pengalaman audio visual yang lengkap kepada para penonton.
Ulasan Lagu Shivers dan Cara Unik Ed Sheeran Gambarkan Orang Dimabuk Asmara
Keunikan single Shivers tak hanya terletak pada musik dan lirik, tetapi juga pada bagaimana Ed Sheeran menyampaikan pesan cinta yang membara dengan gaya yang menyenangkan. Metafora seperti ‘arrow to the heart’ menggambarkan ketertarikan cinta yang datang secara tiba-tiba.
Album = (Equals) sendiri mengusung tema cinta dan kehidupan dengan sentuhan simbol matematika, menunjukkan adanya harmoni dan keseimbangan dalam perjalanan emosional seseorang. Shivers menjadi perwakilan lagu cinta yang penuh semangat dari album tersebut.
Kolaborasi dengan Jessi dan Sunmi dalam versi remix juga memperkaya warna musik Shivers. Penambahan rap dan gaya vokal khas K-pop memberikan dimensi baru yang membuat lagu ini mampu menjangkau pasar musik yang lebih luas dan lintas kultur.
Penggemar mengaku menyukai lagu ini karena bisa membangkitkan suasana hati atau menggugah emosional pendengar. Melodi yang mudah diingat dan lirik yang menggambarkan manisnya jatuh cinta menjadi kombinasi sempurna yang membuat Shivers sering diputar ulang.
Tak heran jika Shivers banyak dimasukkan ke dalam playlist di berbagai platform musik digital dan memperoleh banyak ulasan positif.
Dengan segala elemen unik ala Ed Sheeran, Shivers berhasil menjadi lagu cinta yang menyentuh hati dan easy listening. Beat yang enerjik, lirik yang puitis, disertai kolaborasi lintas genre membuat lagu ini unik sekaligus menghibur.
Bisa dikatakan, Shivers adalah perwujudan keberanian Ed Sheeran untuk mengeksplorasi sisi cinta yang lebih ceria dan eksplosif. Lagu ini dengan sempurna menyampaikan perasaan cinta dan membungkusnya dalam kemasan yang menyenangkan, serta tak mudah dilupakan.
Baca Juga
-
Jadi Ibu Tunggal, Asri Welas Tak Batasi Komunikasi Anak dan Mantan Suami
-
Blak-blakan, Guntur Triyoga Tepis Isu Pernah Nikahi Delia Yasmine
-
Nova Arianto Sanjung Peningkatan Mental Timnas Indonesia U-17 di Laga Uji Coba Kedua
-
Latih Timnas U-17, Kurniawan Dwi Yulianto Dapat Wewenang Pilih Staf Sendiri
-
FIFA Series 2026 Berlangsung di SUGBK, Timnas Indonesia Banjir Dukungan?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
-
Film Jangan Seperti Bapak: Drama Aksi yang Sarat Pesan Keluarga