Beberapa tahun terakhir, film Indonesia mulai berani menyusup ke ruang-ruang yang sebelumnya dianggap terlalu sunyi untuk dijamah. Misalnya mengupas soal trauma personal, luka keluarga, hingga misteri yang disimpan dalam setting yang sederhana.
Nah, salah satu film terbaru yang mencoba menapaki jalur ini adalah Film Ruang Rahasia Ibu besutan Eddy Prasetya, sutradara yang dulu pernah bikin Film Malik & Elsa. Namun kali ini, Eddy kembali muncul dengan sesuatu yang lebih gelap, lebih dalam, dan jauh lebih menggoda secara emosional.
Sekilas tentang Film Ruang Rahasia Ibu
Film yang tayang di KlikFilm sejak 6 Juni 2025 rupanya mengeksplorasi genre mystery-drama, yang kisahnya menyoroti kehidupan Erin (diperankan Sandrina Michelle).
Erin tuh gadis ceria yang hidupnya berubah total setelah sang ibu (Davina Veronica) meninggal dalam kecelakaan pesawat. Dalam masa berduka, muncul Alex (Rayensyah Rassya Hidayah), yang ingin membantu Erin bangkit kembali dari keterpurukannya.
Namun saat Erin mencoba bangkit, dia malah baru tahu, almarhumah ibunya memiliki sebuah ruang rahasia di tempat kerjanya. Ruang yang menyimpan petunjuk demi petunjuk soal siapa ibunya sebenarnya.
Rahasia apa tuh! Misterinya akan jauh lebih mengejutkan bila Sobat Yoursay menontonnya langsung. Lalu, apakah film ini berhasil secara kritik? Sini merapat dan kepoin bersama!
Impresi Selepas Nonton Film Ruang Rahasia Ibu
Dari sekelumit kisahnya saja, terasa film ini lebih kontemplatif dan penuh teka-teki. Dari anak yang berduka, jadi anak yang mempertanyakan apakah dia pernah benar-benar mengenal ibunya sendiri.
Dan bagaimana Eddy menggiring narasi ini, itu menarik sih. Dalam Film Ruang Rahasia Ibu, tampak sangat sutradara bermain dengan memori, ruang kosong, dan kejutan emosional.
Satu hal yang aku perhatikan dan cukup kagumi dalam beberapa waktu terakhir, terkait keberanian Klikfilm dalam menghadirkan film-film original dengan eksplorasi genre yang semakin beragam. Mereka kayak nggak hanya puas di zona aman drama keluarga atau komedi remaja. Klikfilm mulai konsisten menghadirkan karya adaptasi sastra, film horor sosial, bahkan kini misteri-drama eksistensial dalam ‘Ruang Rahasia Ibu’.
Salut buat KlikFilm yang terus ngasih ruang buat film-film yang mungkin nggak terlalu terkenal. Di tengah gempuran tontonan yang makin seragam dan kadang terlalu mengikuti selera pasar, rasanya menyegarkan banget bisa nemuin karya-karya yang berani tampil beda. Terkait film yang nggak ngemis-ngemis buat disukai, yang tahu dirinya mungkin bakal sulit dipahami, tapi tetap memilih untuk bercerita dengan caranya sendiri.
Film Ruang Rahasia Ibu, misalnya. Film ini bukan tipe yang langsung memikat dari awal. Nggak ada drama besar yang meledak-ledak, nggak ada musik yang nuntun perasaan kita biar tahu harus sedih atau senang. Namun, di balik itu semua, ada sesuatu yang mengendap, terutama buat yang mau duduk sebentar lebih lama dan membiarkan filmnya masuk perlahan.
Dan tentu saja semua balik lagi ke rasa dan selera. Nonton film selalu jadi pengalaman personal. Sama seperti kita mencicipi makanan. Satu orang bisa bilang enak banget, yang lain bisa nyengir dan bilang nggak masuk di lidah. Dan itu sah-sah aja. Justru menyenangkan kalau kita bisa ngobrol, beda pendapat, dan tetap menghargai pilihan masing-masing.
Jadi kalau Sobat Yoursay meerasa film ini bukan buatmu, itu bukan berarti kamu salah. Atau kalau kamu malah merasa tersentuh sampai nangis tanpa bisa jelasin kenapa, itu juga bukan sesuatu yang harus kamu pertanggungjawabkan ke siapa-siapa. Kita semua datang dengan pengalaman masing-masing.
Aku pribadi menghargai keberanian film ini buat tampil seperti apa adanya. Dan aku juga menghargai kamu yang nonton dan mau terbuka, meskipun ujungnya nggak selalu ‘suka’. Karena di dunia film, rasa nggak pernah harus sama, dan itu yang bikin diskusinya menarik.
Jadi selamat nonton, ya.
Baca Juga
-
Doraemon: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil, Remake Cerdas!
-
Review Cek Khodam: Komedi Horor yang Telat Menunggangi Momentum Tren Viral
-
Review Ghost Buzzer: Horor Keluarga yang Nyaris Punah di Indonesia
-
Review The Hawk: Saat Will Ferrell Nggak Lagi Cukup Mengundang Tawa
-
Review The East Palace: Menelusuri Akar Teror yang Melampaui Kutukan
Artikel Terkait
-
Review Film Julie Keeps Quiet: Yang Memilih Nggak Terlalu Banyak Bicara
-
Review Film Tak Ingin Usai di Sini: Saat Cinta Diam-Diam Harus Rela Pergi
-
Dibintangi Donnie Yen, Sinopsis Film Ip Man 4: The Finale Tayang di Vidio
-
Review Film Big World dari Sudut Pandang Disabilitas, Apakah Relate?
-
Sinopsis How to Train Your Dragon Live Action, Tayang 13 Juni 2025
Ulasan
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Kupas Tuntas Orang Pertama Tunggal: Ketika Batas Antara Fakta dan Fiksi Melebur
-
Khutbah di Bawah Lembah: Melawan Tanpa Kebencian, Bertahan Demi Martabat
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
Terkini
-
Tumbal Terakhir
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan