Big World adalah film tentang perjuangan seorang disabilitas dalam meraih mimpi. Saya akan mereview film ini dari sudut pandang saya sebagai penyandang disabilitas.
Film Big World menceritakan perjuangan Liu Chun Hee yang mengidap disabilitas fisik yaitu Cerebral Palsy, dalam menggapai mimpinya menjadi seorang guru. Cerebral Palsy adalah kondisi di mana terdapat gangguan saraf yang mempengaruhi motorik seseorang. Kondisi ini membuat pengidapnya kesulitan mengontrol otot dan menggerakan tubuh.
Sekilas tentang Film Big World
Film asal China ini benar-benar membuat saya meneteskan air mata di setiap adegannya. Bagaimana tidak, baru awal film saja sudah ditampilkan adegan Liu Chun Hee yang akan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari balkon atap rumahnya. Bahkan dia sudah menuliskan surat wasiat.
Apakah hidupnya akan benar-benar berakhir? Untung saja tidak. Sang nenek yang baru saja pulang dari panti jompo, membawa harapan baru bagi Liu Chun Hee. Peran dan dukungan dari neneknya sangat berdampak besar untuk kehidupannya.
Chun Hee, pemuda 20 tahun pengidap Cerebral Palsy itu bermimpi untuk menjadi seorang guru. Penuh perjuangan dalam meraih mimpinya itu. Berkali-kali dia diremehkan, ditertawakan, dihina, dianggap aneh, dan tidak diperdulikan.
Chun Hee melamar di sebuah lembaga pelatihan, mencoba mengajar di sana beberapa kali, tetapi semua muridnya menertawakan. Akhirnya ia ditolak.
Tidak menyerah, Chun Hee memutuskan untuk mendaftar di perguruan tinggi keguruan. Sayangnya, ibunya tidak setuju dan tidak mau membiayai pendidikannya.
Liu Chun Hee bertekad mencari pekerjaan untuk membiayai dirinya sendiri. Ia berusaha keras mencari pekerjaan ke sana kemari, dan akhirnya diterima bekerja di sebuah cafe menjadi barista.
Liu Chun Hee sangat bahagia. Bukan hanya karena akan rutin mendapat gaji, tetapi menurutnya, ketika seseorang memiliki pekerjaan, artinya orang itu bermartabat. Maksudnya, dia berharap tidak lagi direndahkan dan dianggap tidak bisa apa-apa karena sekarang dia memiliki pekerjaan, layaknya lelaki lain.
Bayangkan, seorang pengidap Cerebral Palsy, yang untuk berjalan saja dia kesulitan, memiliki mimpi yang sangat tinggi dan mulia, menjadi seorang guru. Ia harus berjuang sekuat tenaga untuk menggapai mimpinya. Tidak peduli berapa banyak orang yang menganggap remeh dan merendahkannya.
Perjuangannya sangat luar biasa. Meskipun Liu Chun Hee harus menelan mentah-mentah kenyataan pahit tentang kondisinya yang terkadang membuatnya ingin mengakhiri hidup. Untung saja dia memiliki seorang nenek yang sangat peduli dan mendukung semua mimpinya.
Bagaimana Seorang Disabilitas Memandang Film Big World?
Sebagai seorang disabilitas fisik, saya sangat memahami apa yang dirasakan Liu Chun Hee. Kalau saja mengakhiri hidup bukan sebuah dosa besar, sudah lama saya melakukannya. Saya sangat takjub dengan usahanya. Saya tahu bagaimana rasanya dihina, ditertawakan, dan diremehkan. Bahkan dengan tatapan mata saja, saya merasa sakit hati.
Mimpi besar saya menjadi seorang novelis yang produktif dan best seller memicu semangat hidup saya. Persis seperti yang dilakukan Liu Chun Hee, saya terus berjuang menggapai mimpi, tanpa peduli apa kata orang lain.
Film ini benar-benar mewakili suara hati para disabilitas seperti saya. Ceritanya sangat menyentuh dan sesuai dengan realitas yang ada. Kehadiran para disabilitas yang sering kali dianggap aneh dan tabu, padahal kami juga manusia biasa, yang berhak untuk hidup dan bermimpi setinggi langit.
Sang sutradara, Lina Yang, benar-benar membuat film Big World menetap di hati para penontonnya. Akting dari pemeran utama, Jackson Yee, sangat totalitas dalam memerankan karakter seseorang dengan Cerebral Palsy. Benar-benar natural dan realistis.
Selain itu, sinematografinya membuat setiap suasana dalam film ini sangat emosional. Saya memberikan nilai 10/10 untuk film ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Film Apocalypse Z: Film Zombie tapi Bukan tentang Zombie?
-
Makna Lirik Tabola Bale, Lagu Timur Viral yang Bikin Presiden Bergoyang
-
A Widow's Game, Film Kriminal Netflix yang Bikin Kita Greget Sama si Pelaku
-
Review Jujur Sunscreen Wardah Acne Calming SPF 35 Selama 2 Bulan Pemakaian
-
Lagu Sampai Menutup Mata Mahalini Trending Satu, Ini Makna Liriknya!
Artikel Terkait
-
Sinopsis How to Train Your Dragon Live Action, Tayang 13 Juni 2025
-
Jackie Chan Dibuat Pusing Chris Tucker saat Syuting Rush Hour, Ini Sebabnya
-
9 Rekomendasi Film Horor Psikologis Terseram, Bring Her Back Wajib Tonton!
-
Yuk, Sambut Komedi-Aksi Film Agen +62!
-
Ulasan Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal: Drama Korea Rasa Indonesia
Ulasan
-
Burung-Burung Rantau: Gagasan tentang Manusia Pasca-Indonesia
-
Dua Dini Hari: Noir Lokal tentang Konspirasi dan Nasib Anak Jalanan
-
Psikologi di Balik Hadirnya Do Ra-mi dalam 'Can This Love Be Translated?'
-
Tips Jitu Membuat Keputusan Bijak di Buku Clear Thinking
-
His Last Bow: Penutup Apik Sherlock Holmes dengan Ide yang Cemerlang
Terkini
-
4 Padu Padan Daily OOTD ala Go Youn Jung, Gaya Simpel tapi Classy!
-
Saat Sekolah 'Pindah' ke Mall: Serunya Open House Mutiara Persada 2026
-
Antara Empati dan Superioritas: Mengembalikan Makna Volunteer yang Berdampak
-
4 Physical Sunscreen Vegan Terbaik untuk Kulit Sensitif dan Mudah Breakout
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar