Terletak di Dusun Krajan, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Air Terjun Sumber Pitu Tumpang merupakan salah satu destinasi wisata alam yang belum terlalu ramai dikunjungi, namun menawarkan panorama yang sangat menakjubkan.
Nama "Sumber Pitu" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "tujuh mata air", merujuk pada air terjun di bagian atas yang memiliki tujuh aliran air berbeda yang menyatu secara alami.
Nah, sebenarnya untuk Sumber Pitu ada 2 air terjun yang dikenal masyarakat. Yakni yang berlokasi di daerah Batu, dan satunya lagi di daerah Tumpang. Kali ini kita akan membahas Air Terjun Sumber Pitu Tumpang.
Meski banyak postingan bersliweran ternyata masih banyak yang salah mengira jika foto-foto Sumber Pitu Tumpang adalah Sumber Pitu Batu. Padahal keduanya tempat yang berbeda dan menawarkan pengalaman serta keindahan yang berbeda pula.
Harga Tiket dan Aksebilitas Perjalanan
Untuk menikmati keindahan air terjun ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp5.000 per orang. Biaya parkir kendaraan juga terjangkau dan dikelola langsung oleh warga sekitar:
- Parkir motor: Rp2.000-3.000
- Parkir mobil: Rp5.000–10.000
Area parkir berada di halaman rumah warga dan sudah terdapat penanda arah yang jelas untuk masuk ke jalur menuju air terjun. Namun perlu dicatat, akses menuju lokasi utama air terjun tidak bisa ditempuh kendaraan secara langsung.
Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 1–2 km menyusuri jalan setapak yang melewati area perkebunan milik warga. Beberapa pengunjung ada yang menggunakan sepeda, namun tetap disarankan berhati-hati karena medan menuju lokasi cukup sempit, terutama di bagian yang menghadap langsung ke jurang dan sungai di sisi kiri jalan.
Motor trail tidak diizinkan masuk, sedangkan mobil hanya bisa sampai area parkir warga.
Rute menuju air terjun menurun saat berangkat, sehingga cukup ringan, tetapi akan terasa melelahkan saat pulang karena menanjak. Gunakan alas kaki yang nyaman dan bawa air minum secukupnya.
Keindahan Alam dan Daya Tarik
Sumber Pitu terdiri dari dua titik utama air terjun:
- Air Terjun Bawah
Terdiri dari satu aliran air utama yang jatuh dari tebing dengan debit yang cukup deras. Area ini biasanya menjadi tempat istirahat bagi pengunjung sebelum melanjutkan perjalanan ke atas. - Air Terjun Atas (Sumber Pitu)
Di sinilah ikon utamanya berada. Air terjun ini berasal dari tujuh mata air alami yang keluar dari sela-sela tebing dan membentuk tirai air yang indah. Di bagian atas juga terdapat bendungan (dam) kecil yang menampung aliran air. Namun, pengunjung perlu berhati-hati saat bermain air atau berenang karena arus di sekitar dam bisa cukup kuat.
Air di Sumber Pitu sangat jernih dan menyegarkan, berasal langsung dari mata air pegunungan. Suasana sekitar masih alami, dikelilingi pepohonan hijau dan udara yang sejuk.
Tips dan Catatan Penting
- Bawa bekal makanan ringan dan air minum, karena belum tersedia warung permanen di lokasi air terjun. Biasanya hanya buka pada weekend.
- Gunakan sepatu atau sandal gunung, terutama saat musim hujan karena jalur bisa licin.
- Bawa kantong sampah pribadi, karena fasilitas kebersihan belum maksimal.
- Tidak disarankan membawa lansia atau anak kecil tanpa pengawasan karena akses cukup terjal.
Air Terjun Sumber Pitu Tumpang adalah tempat sempurna bagi pencinta alam yang mencari ketenangan, keindahan tersembunyi, dan pengalaman trekking ringan. Meski butuh usaha untuk mencapainya, panorama dan kesegarannya benar-benar sebanding dengan langkah kaki yang lelah.
Jadi kapan nih kamu berencana mengunjungi Sumber Pitu Tumpang?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
-
Mengurai Makna Hidup dalam Rembulan Tenggelam di Wajahmu
-
Berlayarnya Blitar Holland, Kisah Perjalanan Haji 1938 di Novel Rindu
-
Pengejaran Si Tanpa Mahkota di Novel Komet Karya Tere Liye
Artikel Terkait
-
Goa Lalay, Pesona Area Tambang yang Disulap Jadi Tempat Wisata Kekinian
-
Kebun Mawar Situhapa, Menyaksikan Koleksi Bunga Hias dengan View Pegunungan
-
Pantai Teluk Asmara: Eksotisme Surga Malang Selatan yang Tersembunyi
-
Pantai Teluk Asmara: Miniatur Raja Ampat yang Sama-Sama Tersakiti
-
Wisata Alam Candali, Solusi Bagi yang Ingin Liburan dengan Budget Hemat
Ulasan
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar
-
Ramadan di Wisconsin
-
Film Komang: Angkat Kisah Cinta Penyanyi Raim Laode dan Toleransi Beragama
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
Terkini
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
-
Konspirasi Basa-Basi: Lebaran Itu Silaturahmi atau Ruang Interogasi?
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah