Iwaju merupakan sebuah tontonan baru dari Disney yang pertama kali rilis pada 2024 lalu. Meski serial ini ditujukan untuk anak-anak berusia di bawah 13 tahun, Disney tetap mengangkat isu sosial yang dikemas dengan kehidupan masa kini, yakni mengenai isu kesenjangan sosial.
Berlatar di dunia yang futuristik, masalah ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin digambarkan begitu nyata sepanjang serial tersebut. Keberadaan isu ini sekaligus menjelaskan bahwa secanggih apapun teknologi tidak akan mampu menyelesaikan masalah mengenai aspek sosial umat manusia di Bumi.
Bahkan, isu kesenjangan sosial tersebut menjadi sebuah pemicu utama konflik yang harus dilewati oleh Tola dan Kole sepanjang serial tersebut. Terlepas dari adanya isu sosial itu, cerita dalam serial ini tetap dikemas dengan ringan untuk mudah dipahami terutama oleh anak-anak. Bahkan, jalan ceritanya pun mudah ditebak oleh siapapun yang menonton serial ini.
Karakter dengan peran penting dalam serial Iwaju terbilang cukup banyak. Mulai dari Tola, Kole, Tunde sebagai ayahnya Tola, Bode sebagai karakter antagonisnya, hingga Otin yang menjadi robot kadal yang melindungi Tola. Meski karakternya termasuk banyak, penonton dijamin tidak akan kesulitan dalam mengenal latar belakang dari masing-masing karakter.
Hal ini lantara total enam episode yang ada dalam serial tersebut selalu berusaha untuk menjelaskan latar belakang dari masing-masing karakternya. Bahkan, judul dari semua episodenya menggunakan nama dari para karakter sehingga mengindikasikan bahasan yang akan disajikan dalam episode itu.
Mekanisme episode seperti ini pun berhasil membuat penonton menjadi lebih paham terkait penyebab dari tindakan para karakternya. Penonton bahkan bisa dipantik rasa empati dengan Bode melalui latar belakang karakter itu, walau statusnya merupakan seorang kriminal yang suka menculik anak hingga dianggap menjadi salah satu antagonis di sepanjang serial.
Sementara itu, aspek animasi dalam serial Iwaju sudah tidak perlu diragukan lagi. Gaya animasi proyek-proyek Disney memang terus berevolusi mengikuti zaman. Meski begitu, gaya animasi yang ditampilkan dalam serial Iwaju ini justru hampir mirip dengan film-film animasi Disney yang rilis pada era 2000-an, khususnya pada desain animasi karakternya.
Kualitas animasi era 2000-an ini bukan sesuatu yang sebenarnya menjadi hal buruk, hanya saja sangat berbeda dengan standar yang selama ini sudah diberikan Disney sejak beberapa tahun terakhir. Terlepas dari hal itu, beberapa adegan dalam serial Iwaju masih mampu menghadirkan perpaduan warna yang terlihat indah. Ada juga beberapa angle kamera yang seolah menunjukkan keindahan dari negara Nigeria yang futuristik dengan berbagai keragaman warnanya yang menjadi latar tempat untuk serial Iwaju.
Iwaju dibuat oleh Olufikayo Adeola dan Halima Hudson berdasarkan cerita karya Adeola, Hamid Ibrahim, dan Toluwalakin Olowofoyeku, dan disutradarai oleh Adeola. Serial ini merupakan proyek animasi panjang asli pertama yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios. Namun, Iwaju akhirnya menjadi serial televisi terakhir yang diproduksi oleh studio tersebut sebelum beralih dari konten berdurasi panjang ke film layar lebar.
Meski Iwaju merupakan sebuah tontonan anak dengan pengemasan cerita yang sangat ringan, Iwaju berhasil menyeimbangkan aspek entertainment dengan isu sosial dengan menghadirkan isu yang sekaligus berperan menjadi pesan moral untuk para orang dewasa.
Serial ini terdiri dari enam episode yang bisa ditonton di Disney+ mulai 28 Februari 2024. Selain itu, durasi untuk setiap episode dari serial ini pun hanya berkisar sekitar 20 menit, sehingga Iwaju cocok untuk menjadi pilihan tontonan ringan saat butuh hiburan di sela-sela kesibukan sehari-hari.
Baca Juga
-
Usai 6 Tahun Tayang, Spin-off One Piece Resmi Berakhir 22 Januari
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Sekuel Terbaru 28 Years Later
-
Sinopsis 28 Years Later: The Bone Temple, Kisah Dunia yang Kian Mengerikan
-
Becky Armstrong Diumumkan Jadi Nanno di Girl From Nowhere: The Reset
-
Resmi! BLACKPINK Siap Rilis Mini Album Deadline pada 27 Februari 2026
Artikel Terkait
-
Review Film Autumn Tale: Romansa Musim Gugur di Kebun Anggur
-
Tayang 4 Oktober, Anime My Hero Academia Final Season Bagikan Visual Baru
-
Review Film Daniela Forever: Perihal Mimpi Lucid yang Jadi Penjara Kenangan
-
Pandji Pragiwaksono Nangis 3 Kali Nonton Film Sore: Istri dari Masa Depan, Sebagus Itu?
-
Review Transporter 3, Film Laga Jason Statham Tayang Malam Ini di Trans TV
Ulasan
-
Review Film Penerbangan Terakhir: Sisi Gelap Relasi Kuasa dan Manipulasi Emosional
-
Review Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Saat Komedi Berani Menguliti Niat Penguasa
-
Film 28 Years Later: The Bone Temple, Horor Visceral Terbaik Sepanjang Masa
-
Menikmati Keindahan Gunung Buthak, si Cantik yang Dijuluki Miniatur Argopuro
-
Buku Broken Strings: Menyelami Trauma Relasi dalam Hubungan Toksik
Terkini
-
Usai 6 Tahun Tayang, Spin-off One Piece Resmi Berakhir 22 Januari
-
Indonesia di Kursi Puncak Dewan HAM PBB, Rekam Jejak Diperdebatkan?
-
Soroti Ajang AFF Cup 2026, John Herdman Akui Kaget dengan Nasib Indonesia
-
Sepotong Cinta yang Baru
-
LG Luncurkan Portabel StanbyME 2: TV Layar Sentuh 27 Inci, Harga Rp 20 Juta