"Soul Machine" adalah sebuah novel grafis remaja yang memukau, hasil karya penulis dan ilustrator Jordana Globerman. Diterbitkan pada tahun 2025 oleh Annick Press, novel ini merupakan debut yang mengesankan dalam ranah fiksi spekulatif untuk pembaca usia muda dan remaja.
Melalui paduan visual yang menawan dan tema yang mendalam, Globerman menyajikan kisah yang menyentuh spiritualitas, identitas, dan dinamika kekuasaan dalam masyarakat masa depan yang dikendalikan oleh korporasi.
Cerita berfokus pada dua saudari, Lacey dan Chloe, yang tinggal di pinggiran masyarakat pasca industri dan menjalankan sebuah tugas penting. Mereka menciptakan “jiwa” dari bahan alami bernama breth. Pekerjaan ini bukan hanya sekadar tradisi keluarga, melainkan suatu bentuk spiritualitas dan kepercayaan lama yang mulai ditinggalkan dunia.
Ketika suplai breth menghilang dari tempat mereka tinggal, sebuah perusahaan teknologi besar bernama MCorp muncul dan menawarkan solusi instan, Digibreth, versi sintetis dari jiwa yang bisa diproduksi massal. Sejak saat itu, kehidupan kedua saudari ini terpecah, Lacey ingin mempertahankan keaslian tradisi mereka, sementara Chloe penasaran dengan dunia baru dan tergoda oleh janji-janji MCorp.
Chloe kemudian melakukan perjalanan ke kota futuristik M-tropolis, pusat peradaban dan komersialisasi jiwa sintetis. Di sanalah ia menemukan benturan antara nilai-nilai spiritual yang ia kenal sejak kecil dengan budaya konsumtif, branding diri, dan manipulasi identitas.
Ia bertemu tokoh-tokoh yang mencerminkan spektrum pandangan dunia modern dari Maya, representasi “influencer korporat” yang menonjolkan semangat girl-boss dan efisiensi produksi, hingga Persie, seorang pemimpin kelompok perlawanan Nuspiritualist yang memperjuangkan kembalinya jiwa alami dan pengalaman manusia yang otentik.
Salah satu keunggulan utama "Soul Machine" adalah kemampuannya menyajikan tema besar dan kompleks dalam bahasa visual dan narasi yang mudah dipahami. Meskipun menyasar pembaca usia 12 tahun ke atas, novel ini mengandung refleksi mendalam mengenai eksistensi manusia, hak atas spiritualitas, dan ancaman monopoli ideologi oleh entitas korporat.
Penggambaran dunia yang dibangun oleh Globerman terasa nyata namun tetap penuh nuansa simbolik. Warna-warna yang digunakan dalam ilustrasi memiliki makna emosional yang kuat seperti biru kelam untuk dunia spiritual, pink cerah untuk kota modern, dan warna tanah yang hangat untuk masa lalu keluarga.
Perjalanan karakter Chloe menjadi jantung dari transformasi narasi. Awalnya, ia tampak seperti remaja biasa yang penasaran dan mudah terpengaruh. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin banyak kenyataan yang ia hadapi termasuk rahasia tentang ayahnya dan bagaimana MCorp sebenarnya memperlakukan ciptaan mereka, Chloe berkembang menjadi sosok yang lebih sadar dan berani mempertanyakan nilai-nilai di sekitarnya. Proses ini digambarkan dengan nuansa emosional yang halus, memperlihatkan kerentanan dan kekuatan dalam waktu yang bersamaan.
Secara visual, Soul Machine tampil dengan gaya artistik yang unik. Kombinasi antara ilustrasi digital dan tekstur manual memberikan kesan kontras antara dunia modern dan spiritual. Gaya ini tidak hanya memperkuat tema cerita, tetapi juga menciptakan pengalaman membaca yang imersif. Setiap panel terasa seperti lukisan yang memiliki fungsi naratif dan estetis sekaligus. Selain itu, perpindahan warna antar babak menciptakan atmosfer yang mendalam, mendukung perkembangan cerita dan perasaan karakter.
Meski penuh kekuatan, Soul Machine bukan tanpa kelemahan. Beberapa pembaca mungkin akan merasa bahwa penjelasan mengenai teknologi pembuatan Digibreth atau sistem sosial di M-tropolis tidak sepenuhnya rinci. Akan tetapi, kekurangan ini tampaknya disengaja agar cerita tetap fokus pada perjalanan batin tokoh utama dan konflik moral yang dihadirkan, bukan pada aspek teknis dunia futuristiknya.
Secara keseluruhan, "Soul Machine" adalah sebuah novel grafis yang mengesankan, menyajikan perpaduan antara kisah keluarga, kritik sosial, dan pencarian spiritual dalam bentuk visual yang menawan. Ini adalah karya yang akan meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi pembaca yang menyukai cerita dengan tema identitas, kontrol korporat, dan makna keberadaan manusia.
Identitas Buku
Judul: Soul Machine
Penulis: Jordana Globerman
Penerbit: Annick Press
Tanggal Terbit: 17 Juni 2025
Tebal: 228 Halaman
Baca Juga
-
Novel The Lost Apothecary, Misteri Toko Obat Tersembunyi di London
-
Novel Saman: Pendobrakan Tabu Sosial di Tengah Politik Indonesia
-
Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound
-
Novel Pukul Setengah Lima, Mencari Pintu Keluar dari Realitas Kehidupan
-
Ulasan Buku Empowered Me, Menjadi Ibu Berdaya Tanpa Kehilangan Identitas
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Satu Kelas: Dilema Ketika Sekelas dengan Mantan dan Gebetan
-
Ulasan Novel Overruled: Ambisi Dua Pengacara dalam Memperebutkan Kemenangan
-
Eks Pimpinan KPK Ungkap Latar Belakang Kasus Penyiraman Novel Baswedan
-
Kecewa ke Prabowo, Novel Baswedan Sebut Amnesti Hasto Tak Adil: Bagaimana dengan Pelaku Lain?
-
Ulasan Novel Api Jihad di Tanah Suriah: Jalan Tobat Mantan Tentara ISIS
Ulasan
-
Review Buku 'Tahun Penuh Gulma': Suara Masyarakat Adat Melawan Rakusnya Korporasi
-
Meninggalkan Dunia Nyaman Demi Kebebasan Sejati: Menyelami Kisah 'Into The Wild'
-
Film Kuyank: Prekuel Saranjana yang Penuh Misteri Gelap!
-
The Lost Library: Menyusuri Jejak Rahasia Perpustakaan yang Hilang
-
Visual ala Ghibli, The Camphorwood Custodian Berhasil Bikin Mewek
Terkini
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar