Nyata adalah kenyataan yang bisa dilihat lewat mata, sedangkan terasa nyata adalah perasaan kuat yang membuat sesuatu tampak hidup walaupun mungkin hanya ada dalam pikiran. Mencintai seseorang yang terasa nyata bukan sekedar angan-angan atau bayangan, melainkan perasaan yang hadir dengan tulus dan sederhana. Hal ini terjadi pada novel Ina Irianto yang berjudul Eternal Memories.
Eternal Memories merupakan novel karya Ina Irianto yang diterbitkan oleh Jejak Publisher pada tahun 2018. Novel ini berjumlah 254 halaman dan mengusung tema kesehatan mental dan percintaan.
Menceritakan tentang Natya yang sedang mengerjakan skripsinya bersama teman dekatnya bernama Dean. Walaupun memiliki jenis kelamin yang berbeda, Natya tidak mempermasalahkannya. Hari-harinya disibukkan dengan bimbingan.
Sampai saat pulang mengantar Dean ke apartemennya, dia bertemu dengan perempuan yang pingsan di tengah hujan. Natya mengusulkan untuk membawanya ke rumah sakit agar mendapat penanganan medis. Tapi, Dean bersikukuh membawa perempuan tersebut untuk ke apartemennya karena jaraknya lebih dekat.
Natya menurut. Sudah kalah berdebat dengan Dean. Sesampainya di apartemen, Natya membantu perempuan tersebut untuk mengganti pakaiannya akibat air hujan. Saat ingin pulang, Dean melarangnya dan berdalih dengan mengatakan jika perempuan tersebut sadar bahwa dirinya sendirian bersama laki-laki, maka akan membuat perempuan tersebut ketakutan.
Dean memaksanya, padahal Natya sudah menolak. Seperti biasa, Natya juga harus memikirkan perempuan yang belum sadar itu. Natya tidak bisa membiarkan keduanya berada di apartemen yang sama tanpa dirinya.
Keesokan paginya, perempuan tersebut sadar. Benar dugaan Dean, perempuan itu ketakutan dan perlahan mulai berani mengenalkan diri. Namanya Ilana, anak rantau yang sedang berkuliah di bidang bisnis. Bahkan, Ilana dan temannya membuat usaha tempat makan sembari berkuliah.
Semakin lama, Dean dan Ilana semakin dekat. Ilana membantu Dean mengenalkan lukisannya tapi berakhir ditentang keras oleh Natya. Ilana tidak mengerti alasan Natya tidak ingin membantu Dean mengejar mimpinya lewat lukisan. Bukankan seorang teman harus mendukung apa yang dilakukan temannya? Apa Natya cemburu karena Dean semakin menempel pada Ilana?
Dean merupakan laki-laki yang suka sekali bercerita pada Natya. Tapi, jika bersama Ilana, Dean lebih suka menjadi pendengar yang baik untuk Ilana. Walaupun jika vertigo yang dideritanya kambuh membuat memorinya hilang sekian persen, kenangannya bersama Ilana akan Dean jaga dalam hatinya.
Kejadian vertigo akut Dean yang kambuh membuat Ilana merasa aneh dengan perubahan sikap Dean. Ilana tidak tahu bahwa Dean akan kasar padanya dan berubah menjadi pelembut. Beruntung Natya datang tepat waktu dan memberikannya obat.
Sebenarnya ada apa ini? Mengapa rasanya Dean tidak mengalami vertigo akut? Natya dan Dean apakah menyembunyikan sesuatu darinya?
Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan di atas, kamu dapat membacanya di novel Eternal Memories karya Ina Irianto.
Dalam penceritaannya, penulis menggunakan alur campuran, yaitu dibuka dengan masa kini, lalu mundur ke masa lalu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu, kembali ke masa kini untuk melanjutkan cerita.
Perasaan saya campur aduk ketika membacanya. Lega namun sedih dan kecewa secara bersamaan. Sejak awal, harusnya Natya berkata sejujurnya dan meminta izin sebelum melakukan penelitiannya. Hidup dalam kebohongan tidaklah enak dan justru akan merasa tercikik dengan kebohongan tersebut.
Novel ini memiliki makna mendalam dari awal menuju akhir. Banyak pesan yang disampaikan dari cerita mereka. Walaupun terlihat sepele, nyatanya hal tersebut berdampak atas kehidupan orang lain. Saya sangat suka dengan cover novel ini, terlihat hidup dan bewarna.
Secara keseluruhan, novel ini dapat menjadi pilihan jika sedang mencari bacaan bertema kesehatan mental dengan bumbu percintaan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Novel Back to You: Menyelesaikan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Ulasan Novel Saujana Cinta: Iman dan Cinta yang Terikat Selamanya
-
Hijau dari Rumah: Satu Pohon Tanaman Melawan Gunungan Sampah
-
Ulasan Novel The Bitter Tea: Hidup Tak Selalu Memberi Pengalaman Pahit
-
Ulasan Novel 0 KM (Nol Kilometer): Simbolis Pertemuan dan Perpisahan
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Back to You: Menyelesaikan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Review Buku Indonesia Merdeka, Akhir Agustus 2025 Benarkah Sudah Merdeka?
-
Ulasan Buku The Sacks of Cloud, Kebahagiaan yang Timbul dari Berbagi
-
Ulasan: Dunia Anak yang Tidak Pernah Sederhana, Membaca Kejujuran White Wedding
-
Ungkit Skandal Buku Merah, Rismon Sebut Tito Karnavian Diduga 9 Kali Terima Duit Panas Rp8,1 M!
Ulasan
-
Ulasan Novel Back to You: Menyelesaikan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Review Buku Indonesia Merdeka, Akhir Agustus 2025 Benarkah Sudah Merdeka?
-
Ulasan Buku The Sacks of Cloud, Kebahagiaan yang Timbul dari Berbagi
-
Ulasan: Dunia Anak yang Tidak Pernah Sederhana, Membaca Kejujuran White Wedding
-
Menganalisis Ideologi Negara dalam Buku Ragam Tulisan Tentang Pancasila
Terkini
-
Han So Hee Dikabarkan Gabung Byeon Woo Seok di Live-Action Solo Leveling
-
Mauro Zijlstra Sah Jadi WNI, Pertahanan Timnas U-23 Bakal Makin Kokoh?
-
Duka Rakyat, Tawa Penguasa: Sebuah Pilu di Balik Kobaran Api Keadilan
-
Cuma 3 Bahan: Camilan Rumahan Praktis yang Bikin Nagih
-
Blak-Blakan, Pedro Acosta Klaim Marc Marquez Setara dengan Valentino Rossi