Hayuning Ratri Hapsari | Oktavia Ningrum
The Soft Power of Madrasah (Dok. Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Diam-diam bergerak seperti taktik gerilya, tahu-tahu hasil nyata di depan mata. Mungkin seperti itulah penggambaran dari buku ini. Jika selama ini kita kerap kali disuguhi kisah miris akan dunia pendidikan, di sini ada satu bagian yang diam tapi bergerak membawa perubahan. Kisah-kisah inspiratif yang terangkum dalam satu buku dari berbagai Madrasah se-Indonesia. 

Buku The Soft Power of Madrasah: Karya Terpilih Lomba Kisah & Foto Inspiratif dan Madrasah Award 2013 merupakan sebuah dokumentasi penting tentang wajah madrasah di Indonesia yang kerap luput dari sorotan arus utama.

Diterbitkan oleh Kementerian Agama, buku ini menghimpun kisah nyata dan visual inspiratif yang menunjukkan bahwa madrasah bukan sekadar institusi pendidikan alternatif, melainkan ruang transformasi sosial, kultural, dan spiritual yang memiliki daya ubah kuat bagi masyarakat.

Buku ini memuat 32 cerita inspiratif dan 10 foto terbaik hasil seleksi tingkat nasional. Karya-karya tersebut berasal dari tiga ajang besar: Lomba Penulisan Kisah Inspiratif Madrasah, Lomba Foto Inspiratif Madrasah, dan kompetisi Madrasah Award 2013.

Pesertanya sangat beragam, mulai dari guru, tenaga pendidik, hingga siswa madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah, baik negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Dari ratusan karya yang masuk, dipilih 20 kisah inspiratif kategori guru dan tenaga pendidik, 10 kisah inspiratif kategori siswa, serta 10 foto inspiratif terbaik.

Isi Buku

Struktur buku ini dibagi ke dalam tujuh bab, dengan benang merah tema inspirasi yang konsisten. Bab I, Spirit Inspiratif Pengejar Mimpi, menghadirkan lima kisah tentang perjuangan mengejar mimpi di tengah keterbatasan. Cerita-cerita ini menampilkan kegigihan, keikhlasan, doa, dan ikhtiar total yang akhirnya membuka jalan menuju prestasi. 

Bab II, Inspirasi Kekuatan Dedikasi, mengangkat nilai khas madrasah: pengabdian. Lima kisah dalam bab ini menyoroti figur-figur yang memilih istiqomah berkhidmah di tengah godaan orientasi materi. Dedikasi guru dan tenaga pendidik digambarkan sebagai kekuatan sunyi yang menopang keberlangsungan pendidikan madrasah dengan penuh ketulusan.

Bab III, The Power of Inspiring Leader, menampilkan empat kisah kepemimpinan transformatif di madrasah. Kepemimpinan di sini tidak dipahami sekadar jabatan struktural, tetapi sebagai kemampuan menggerakkan, memberi teladan, dan menciptakan visi perubahan. 

Bab IV menjadi bagian terpanjang dengan tujuh artikel berjudul Energi Motivasi Guru Inspirator. Di sinilah guru ditampilkan sebagai sumber energi jangka panjang. Inspirasi guru tidak berhenti saat siswa lulus, tetapi terus hidup sebagai warisan sepanjang hayat. Kisah-kisah dalam bab ini memperlihatkan bagaimana satu sosok guru mampu mengubah arah hidup banyak orang, bahkan lintas generasi.

Bab V, Inovasi Inspiratif Improvisasi Madrasah, memperlihatkan daya adaptasi madrasah dalam menghadapi tantangan lokal dan global. Mulai dari pendidikan anak korban konflik di Aceh, program internet sehat di Brebes, hingga pelatihan jurnalistik di Malang dengan fasilitas terbatas. Dua kisah Madrasah Award kategori kewirausahaan turut menunjukkan bahwa madrasah mampu mandiri secara ekonomi dan kreatif dalam membangun ekosistem pendidikan.

Bab VI, Pesona Terpendam Madrasah Idaman, memuat lima testimoni siswi yang awalnya memandang madrasah secara negatif. Pengalaman belajar mereka justru mematahkan stigma tersebut.

Bab VII menutup buku dengan Foto Inspiratif Madrasah, sepuluh karya visual yang memperkuat narasi teks. Foto-foto ini menangkap momen sederhana yang memperlihatkan denyut kehidupan madrasah. 

Kekuatan dan Kelemahan Buku

Karena berangkat dari kisah nyata, sudah jelas bahwa kisah-kisah dalam buku ini benar adanya. Ada beberapa kisah yang cukup melekat karena menyentuh hati seperti Kaca dan Mata karya Muhammad Azhar, Siswa MA Al-Irsyad Gajah Demak.

Juga yang sangat mengagumkan seperti Berawal dari Kandang Sapi, Kini Madrasah Santri Berprestasi karya Fuad Hisyamudin, guru MTS Al-Furqon Bandung. Hingga yang menyayat hati seperti Dahsyatnya Insentif Lima Belas Ribuan karya Muhibbudin, guru MAN 2 Tulungagung. 

Buku ini menyadarkan pembaca bahwa yang harus berprestasi tak hanya siswa-siswi, tetapi juga para guru. Hampir semua isi buku ini benar-benar membawa angin segar tentang hebatnya dunia pendidikan dari pelosok-pelosok negeri.

Bahkan dari sebuah foto pun mampu memberikan kekuatan kisah yang haru. Seperti cover dari buku ini, adalah salah 1 dari 10 foto inspiratif yang terpilih. Foto karya Tri Agung Yoga Prasojo, Guru MTS NU Pakis yang merepresentasikan semangat dan keceriaan anak muda yang penuh mimpi. 

Namun sangat disayangkan, buku ini terbit secara terbatas dan tidak dipasarkan secara besar-besaran di toko buku secara umum. Selain itu, ada beberapa gaya penulisan yang kurang luwes dan kurang eksploratif. Serta beberapa catatan yang perlu dibenahi dari sisi jurnalistik. Seperti kesalahan penggunaan kapital dan typo yang cukup mengganggu bagi pembaca. 

Secara keseluruhan, The Soft Power of Madrasah adalah buku yang berhasil merayakan kekuatan lembut pendidikan berbasis nilai. Ia bukan sekadar kumpulan kisah, melainkan bukti bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan masa depan bangsa dengan cara yang tenang, konsisten, dan menginspirasi.

Identitas Buku

  • Judul: The Soft Power of Madrasah (Karya Terpilih Lomba Kisah dan Foto Inspiratif dan Madrasah Award 2013)
  • Penulis: 32 Karya Terpilih Guru dan Siswa Madrasah Tingkat Nasional
  • Penerbit: Kementerian Agama RI
  • Tahun Terbit: Desember 2013
  • ISBN:  978-602-8086-29-5
  • Tebal: 265 Halaman
  • Genre: Non Fiktif