Film Uang Passolo hadir sebagai drama komedi yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang akrab dengan urusan pernikahan dan tekanan keluarga. Disutradarai oleh Andi Burhamzah dan diproduksi oleh 786 Production bersama Rumpi Entertainment dan Timur Pictures, film ini mengangkat konflik ssederhana yang relevan, yaitu impi pernikahan sederhana yang berbenturan dengan gengsi sosial dan tradisi.
Cerita berfokus pada Biba (Mashita Asapa), seorang guru dengan penghasilan terbatas, dan Rizky (Imran Ismail), videografer yang tengah berada di titik terendah hidupnya. Keduanya bermimpi membangun rumah tangga tanpa kemewahan berlebihan, cukup pesta kecil, keluarga dekat, dan niat tulus untuk hidup bersama. Sayangnya, mimpi itu tak semulus rencana di awal.
Masalah mulai muncul ketika keluarga besar Biba ikut campur. Demi menjaga status sosial dan berharap mendapatkan banyak uang passolo, tradisi amplop pernikahan yang sarat makna sekaligus ekspektasi, keluarga bersikeras menggelar pesta besar. Dari sinilah konflik demi konflik bermunculan, membawa penonton masuk ke pusaran kekonyolan yang terasa akrab sekaligus menyebalkan.
Pernikahan, Gengsi, dan Tekanan Sosial
Salah satu kekuatan utama Uang Passolo terletak pada cara film ini menggambarkan realitas pernikahan di Indonesia, khususnya di daerah yang masih memegang erat adat dan gengsi keluarga. Daftar tamu yang membengkak, desakan dekorasi mahal hingga ketring kelas atas menjadi simbol betapa pernikahan sering kali bergeser dari makna sakral menjadi ajang pamer status.
Sebagai penonton, rasanya sulit untuk tidak mengangguk atau bahkan tertawa getir melihat situasi Biba dan Rizky. Banyak dialog dan situasi yang terasa dekat, seolah kita sedang menyaksikan potongan cerita dari tetangga, saudara, atau bahkan pengalaman sendiri. Di titik ini, film berhasil menjalankan fungsi sosialnya, mengajak penonton bercermin.
Meski dibalut komedi, Uang Passolo tidak kehilangan sisi emosionalnya. Salah satu konflik paling menyentuh datang dari impian Biba untuk membangun rumah bagi ibunya. Ketika impian itu terancam karena tanah keluarga harus digadaikan untuk menutup biaya pernikahan, film ini pelan-pelan menggeser nadanya menjadi lebih reflektif.
Di sinilah Uang Passolo terasa tidak sekadar lucu. Komedinya tidak kosong, melainkan berangkat dari luka, tekanan ekonomi, dan dilema antara bakti pada orang tua dan mempertahankan prinsip hidup.
Akting Natural dan Relatable
Mashita Asapa tampil meyakinkan sebagai Biba. Ia berhasil memerankan perempuan sederhana yang terjebak di antara cinta, keluarga, dan kenyataan finansial. Ekspresinya terasa natural, terutama di momen-momen ketika Biba harus menahan emosi demi menjaga keharmonisan keluarga.
Imran Ismail sebagai Rizky juga patut diapresiasi. Karakternya sebagai pria yang terpuruk secara ekonomi tapi tetap berusaha bertanggung jawab terasa manusiawi. Chemistry keduanya cukup kuat untuk membuat penonton percaya bahwa cinta memang menjadi pegangan utama di tengah kekacauan.
Kritik Sosial yang Dibungkus Ringan
Tanpa terasa menggurui, film ini menyelipkan kritik sosial tentang budaya gengsi, tekanan ekonomi, dan makna kebahagiaan. Uang Passolo seperti bertanya kepada penonton, apakah pernikahan benar-benar tentang kebahagiaan dua orang, atau tentang memenuhi ekspektasi banyak pihak?
Meski begitu, beberapa konflik terasa diselesaikan terlalu cepat, terutama di bagian akhir. Ada momen yang seharusnya bisa digali lebih dalam agar dampak emosionalnya lebih kuat. Namun, kekurangan ini masih tertutupi oleh kekuatan tema dan kedekatan cerita dengan realitas.
Sebagai film drama komedi lokal, Uang Passolo berhasil menyajikan kisah yang ringan, lucu, sekaligus menyentuh. Film ini bukan hanya soal pernikahan, tetapi tentang kompromi, cinta, dan keberanian melawan arus demi kebahagiaan yang lebih jujur.
Rating pribadi: 8/10.
Film ini layak ditonton, terutama bagi kamu yang sedang atau pernah berada di fase “ribetnya persiapan pernikahan”.
Baca Juga
-
Deretan Artis yang Diprediksi Melahirkan pada 2026, Momen Penuh Kebahagiaan
-
Sinopsis Unexpected Family, Film Komedi Keluarga Terbaru Jackie Chan
-
4 Rekomendasi Sampo Pelurus Rambut, Jadi Lebih Halus dan Mudah Diatur
-
Sinopsis Love Between Lines, Cinta yang Lahir dari Identitas Palsu
-
4 Smartwatch Anak dengan Fitur Lengkap, Bikin Orangtua Lebih Tenang
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama China Will Love in Spring: Saling Hormat, Bentuk Cinta Paling Dewasa
-
Buku Teamwork 101, Keberhasilan Datang dari Kerja Sama
-
Seni Memikat Hati di Buku How to Win Friends & Influence People
-
Film Musuh Dalam Selimut: Kisah Perselingkuhan dari Orang Terdekat
-
Film Die My Love: Menghadirkan Drama tentang Depresi yang Brutal!
Terkini
-
Jadi Pelatih Termahal di Kawasan ASEAN, Kualitas John Herdman akan Diuji
-
Antara Babi, Korupsi, dan Secangkir Kopi
-
Merayakan Small Wins: Strategi Bertahan atau Justru Menidurkan Ambisi?
-
Anti Flat! 4 Ide OOTD Statement ala Yeonjun TXT yang Catchy Buat Ditiru
-
Netflix Konfirmasi Garap Serial Fantasi Romantis Baru, Beauty in the Beast