Berulangkali Lintang mempertanyakan bagaimana memetik Indonesia dari kata I.N.D.O.N.E.S.I.A. Hal. 452
Pulang karya Leila S. Chudori berbeda dari karya lainnya. Ditulis antara tahun 2006 hingga 2012 melalui riset mendalam, novel ini bukan sekadar fiksi sejarah biasa. Pulang adalah novel pertama dalam trilogi kisah 1965, yang menceritakan drama keluarga, persahabatan, cinta, dan pengkhianatan, berlatar tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998. Membaca kisah ini menghadirkan ruang tersendiri di hati, menyingkap kehidupan eks-tapol dari berbagai sudut pandang, tanpa sekadar merayakan korban, sehingga menciptakan jarak reflektif antara tragedi politik dan kemanusiaan yang belum selesai.
Sinopsis Novel
Secara garis besar, novel ini dibagi menjadi tiga bagian yang masing-masing menghadirkan sudut pandang tokoh kunci: Dimas Suryo, Lintang Utara, dan Segara Alam. Ketiganya saling terhubung meski berbeda generasi.
Bagian Pertama: Dimas Suryo
Dimas Suryo membawa pembaca menyelami kisah cintanya dengan Vivienne, seorang mahasiswa Universitas Sorbonne. Selain cerita cinta, terungkap bagaimana Dimas menjadi pelarian politik di Paris. Ia hanyalah seorang simpatisan komunis yang berhubungan dengan pemimpin Kantor Berita Nusantara.
Keluarga Dimas tidak bisa kembali ke Indonesia karena paspor mereka dicabut, menjadikannya stateless. Meski hidup berkecukupan di Paris, arti pulang bagi Dimas tetap tidak tercapai. Bersama Vivienne dan empat kawannya, mereka mendirikan restoran tanah air, dan dikaruniai seorang putri yang kini menjadi mahasiswi Sorbonne.
Bagian kedua Lintang Utara
Memulai kisahnya dari musim semi yang murung, saat tugas akhirnya ditolak Monsieur Dupont. Ia diminta membuat film dokumenter tentang kehidupan imigran Aljazair di Paris, Monsseiur Dupont pun meminta agar Lintang mencari jati dirinya yang Indonesia, menjenguk asal mula dirinyal mengetahui apa yang membawa ayahnya kesebuah negara yang jelas jelas tak memiliki hubungan historis dnegan Indonesia.
Sebelum mengunjungi Indonesia, Lintang pun sempat menghadiri perayaan Kartini di Kedubes RI. Pandangan mata menatapnya dengan sisnis seolah dia adalah makhluk keturunan lain dari jenis yang berbahaya. Ibu-ibu pejabat dengan gaya glamor yang luar biasa. Lintang semakin berjarak dengan Indonesia yang katanya negara berkembang itu. Yang ia kenal hanyalah masakan ayahnya yang kaya rempah dan kisah-kisah pewayangan yang akrab ditelinganya sejak kecil.
Indonesia bagi Lintang terasa jauh dari angan-angan. Namun, perjalanannya ke Indonesia menyingkap konflik akhir 1998—penembakan mahasiswa Trisakti, demo ricuh, penjarahan, dan pemerkosaan terhadap keturunan Tionghoa—dan di tengah kekacauan itu, ia bertemu Segara Alam, sosok yang mengubah cara pandangnya, serta keluarga yang menerimanya tanpa memandang latar keturunan
Bagian Ketiga: Segara Alam
Melalui sudut pandang Segara Alam, pembaca diajak merasakan bagaimana propaganda dirawat selama lebih dari 32 tahun: diorama di Museum Pancasila, pandangan sinis tetangga, film wajib tahunan, dan diskriminasi sosial melalui gerakan “bersih diri” dan “bersih lingkungan” yang gencar terhadap keturunan eks-tapol.
Segara Alam, anak Hananto yang dekat dengan ayah Lintang, menghadirkan perspektif baru tentang sejarah dan perjuangan. Bersama Segara Alam, Lintang menapaki berbagai peliknya permasalahan Indonesia, hingga akhirnya benar-benar “menemukan” Indonesia.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Membaca novel Pulang terasa seperti tidak sekadar membaca, melainkan masuk ke dalam cerita itu sendiri. Pembaca menyaksikan berbagai peristiwa luar biasa yang ditulis dengan teknik seamless realism, sehingga penataan adegannya sangat visual dan citra cerita terbentang jelas dalam benak.
Leila S. Chudori menggunakan bahasa yang bernas dan penuh sastra, namun tetap mudah dipahami. Kekurangannya, beberapa adegan mengandung unsur seksualitas, sehingga novel ini kurang pantas dibaca oleh anak di bawah umur.
Identitas Buku
Judul: Pulang
Penulis: Leila S. Chudori
Tahun Terbit: Cetakan pertama 2012; Cetakan ke-36, 2025
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Jumlah Halaman: 458
ISBN-13: 978-602-424-274-6
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama China A River Runs Through It: Cinta yang Setia Berada di Dekat
-
Bedah Buku Gajah Mada: Riwayat Hidup Mahapatih Terhebat dalam Sejarah Majapahit
-
Menyelami Luka yang Masih Basah di Novel Breath of Scandal
-
Novel Your Lies: Ketika Satu Kebohongan Meruntuhkan Persahabatan
-
Film City of Angels: Kisah Malaikat yang Jatuh Cinta kepada Manusia
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan dengan Kamera 108 MP dan RAM 8 GB
-
Tak Terlibat dalam Pemilihan Pelatih Baru, Sebuah Cara Cuci Tangan Model Baru dari Erick Thohir?
-
Kotak Kaleng Berkarat
-
Usai Baca Buku Aurelie Moeremans, Jessica Iskandar Ungkap Cerita Pribadi
-
Anak Kecil Ini Melihat Sesuatu yang Orang Dewasa Tak Bisa