Hayuning Ratri Hapsari | Oktavia Ningrum
Pod Crash (Dok. Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Kembali lagi bertemu dengan spesifikasi novel sakit jiwa alias angst. Alih-alih menawarkan romansa manis yang menenangkan, Novel Podcrash karya Annisa Lim ini justru menghadirkan pengalaman membaca yang emosional.

Tak sekadar mengaduk emosi tapi juga melelahkan dan penuh kegelisahan. Sejak bab pertama, pembaca diajak masuk ke pusaran konflik yang tidak memberi banyak ruang bernapas. Sebuah pilihan sadar yang membuat Podcrash terasa jujur sekaligus menyakitkan.

Sinopsis Novel

Cerita berfokus pada Nakula Mahendra, seorang pemuda yang mendadak menjadi sasaran publik setelah keluarganya diterpa berita buruk. Namanya viral, menjadi bahan perbincangan, hujatan, dan prasangka, tanpa ia benar-benar diberi kesempatan membela diri.

Media sosial digambarkan sebagai ruang yang brutal dan tidak berempati. Tempat kebenaran bisa dipelintir dan reputasi dihancurkan hanya lewat tulisan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kutipan, “Media sosial bukanlah tempat yang menyenangkan…” menjadi ringkasan paling jujur atas atmosfer cerita ini.

Upaya Nakula membersihkan nama keluarganya ditempuh melalui sebuah acara podcast. Di sinilah judul Podcrash menemukan relevansinya. Podcast bukan hanya medium klarifikasi, tetapi juga ruang konfrontasi. Antara fakta dan opini, antara kebenaran dan kebisingan publik.

Ketika Nakula akhirnya berbicara, ia memang berhasil meluruskan kesalahpahaman yang beredar. Namun, kemenangan itu dibayar mahal. Ia harus mengikhlaskan kehilangan besar yang selama ini membebani hidupnya. Sebuah kehilangan yang, dalam diam, menjadi penutup luka bagi ibu dan kakaknya yang telah tiada.

Di sisi lain, Annisa Lim menghadirkan Sabian sebagai pusat emosi paling getir dalam novel ini. Sabian adalah anak pertama yang terpaksa menjadi kepala keluarga setelah ayahnya meninggal.

Ia bekerja sebagai pengemudi taksi daring, mengorbankan kesehatan, waktu, dan dirinya sendiri demi ibu dan adiknya. Sabian digambarkan sebagai sosok yang terlalu kuat. Atau lebih tepatnya, memaksa diri untuk tampak kuat. Bahkan ketika hidupnya runtuh akibat fitnah yang tidak pernah ia lakukan, ia tetap berusaha bertahan, hingga akhirnya nama baiknya tercemar bahkan setelah ia pergi.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Relasi antartokoh dalam Podcrash dibangun dengan kompleks dan sering kali membuat pembaca frustrasi. Tapi memang di situlah letak kekuatannya. Asmara, sahabat Sabian, hadir sebagai figur perhatian, tetapi juga penuh penyangkalan.

Hubungannya dengan Dafian dipenuhi tanda bahaya, namun ia memilih menutup mata atas nama cinta. Sementara itu, Nakula sebagai adik kerap memancing emosi dengan sikapnya yang impulsif. Semua karakter terasa hidup, nyata, dan tidak ideal tapi sekaligus menjadi ciri khas penulisan Annisa Lim.

Dari segi alur, Podcrash sebenarnya tertata rapi, tetapi penuh kejutan. Konflik dibangun perlahan dengan latar belakang tokoh yang kuat, lalu diselesaikan dengan cara yang jauh dari ekspektasi pembaca. Time skip dan kematian mendadak menjadi titik paling mengguncang, bahkan menimbulkan kesan antiklimaks emosional. Alih-alih memberi ketenangan, akhir cerita justru meninggalkan pertanyaan, keterkejutan, dan rasa tidak rela.

Namun, di balik rasa “rusak” yang ditinggalkan, Podcrash menyampaikan pesan yang kuat. Betapa berbahayanya fitnah, betapa mudahnya publik menghakimi tanpa verifikasi. Dan betapa cinta yang salah arah bisa membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.

Novel ini bukan untuk pembaca yang mencari romansa manis. Podcrash ditujukan bagi mereka yang siap menghadapi cerita yang kompleks. Tentang keluarga, persahabatan, dan keadilan yang tidak selalu datang tepat waktu.

Jika kamu mencari bacaan yang mengaduk emosi, membuat marah, sedih, sekaligus berpikir panjang tentang dunia digital hari ini, Podcrash adalah pilihan yang tepat. Dengan catatan, siapkan hati dan kesabaran.

Identitas Buku

  • Judul: Podcrash
  • Penulis: Annisa Lim
  • Penerbit: Coconut Books
  • Tahun Terbit: Juli 2024
  • Tebal: 360 halaman
  • ISBN: 978-623-10-0162-7
  • Genre: Fiksi Remaja, Family Angst