Dikompor-kompori dengan ending yang paling menyebalkan oleh penulisnya sendiri justru membuat novel ini semakin menarik perhatian pembaca untuk segera “meminang” karyanya. Siapa lagi kalau bukan J.S. Khairen. Kali ini hadir dengan novel berjudul Kado Terbaik. Saking asyiknya membaca, buku yang ditulis berbulan-bulan ini bisa tandas hanya dalam waktu sekitar tiga jam.
Sinopsis
Novel ini mengisahkan seorang remaja 14 tahun bernama Rizki, bersama dua adiknya: Rizka dan seorang bayi yang bahkan belum sempat diberi nama. Sejak kecil, hidup mereka sudah diliputi kemalangan. Ayah mereka meninggal ditembak mati karena menjadi pengedar narkoba, sementara sang ibu meninggalkan mereka di sebuah panti asuhan ilegal. Sejak saat itu, panti tersebut menjadi tempat Rizki tumbuh bersama menjaga adik-adiknya.
Panti asuhan ini jauh dari kata layak. Anak-anak dipaksa mengamen di lampu merah, bahkan mencopet untuk menambah penghasilan, yang kemudian seluruhnya disetorkan kepada pengasuh panti. Hidup di sana penuh tekanan dan kekerasan.
Tak tahan dengan kondisi tersebut, Rizki memutuskan kabur untuk kehidupan yang lebih baik. Sialnya kehidupan di luar justru lebih kejam. Ia hidup sebagai gelandangan, kelaparan, dan tak memiliki tempat berteduh. Hingga suatu hari, ia nekat mencuri uang kotak masjid yang bertuliskan “untuk anak yatim”.
Tekad Rizki pun tak berjalan dengan mulus. Pada akhirnya Rizki kembali ke panti asuhan dan bertemu lagi dengan adik-adiknya. Adik bungsunya meminta sebuah hadiah. Pertanyaan besar pun muncul: apa yang bisa diberikan Rizki, yang bahkan nyaris tak punya apa-apa?
Di sisi lain, Rizki kembali bertemu dengan Rizka yang kini bergaul dengan “Tiga Sekawan” geng terminal: Si Singlet, Si Lincah, dan Si Gembil. Dalam sebuah kejadian di terminal, Rizki melihat Rizka mencopet dompet seorang gadis bernama Rani. Ia mencoba mengejar dan membujuk adiknya untuk mengembalikan dompet itu, namun peristiwa tersebut berakhir memalukan dan menyakitkan. Gadis bernama Rani ternyata putri dari keluarga dekat masjid yang menerima Rizki dengan baik. Hari-hari Ramadhan berlalu begitu cepat menjadikan rizki dekat dengan Rani.
Tujuh hari menjelang Lebaran, Rizki kembali lagi ke panti asuhan. Kali ini, adik bungsunya meminta kado Lebaran. Tanpa pekerjaan tetap, Rizki harus mencari cara apa pun untuk menepati janjinya bahkan jika itu berarti harus mencopet atau menjadi kurir barang haram. Di tengah perjuangannya, ia juga harus memastikan adik-adiknya tetap aman dari berbagai ancaman.
Hari demi hari berlalu, dan Rizki bertekad memberi Rizka dan Khanza pakaian baru di Hari Lebaran. Namun sebelum janji itu terpenuhi, kabar mengejutkan datang: Rizka akan diadopsi oleh sepasang suami istri dari luar kota. Awalnya Rizki ingin menghalangi, tetapi ia sadar bahwa mungkin inilah nasib terbaik bagi adiknya—dibandingkan terus terjebak di panti asuhan yang bobrok.
Akankah Rizki kembali terpisah dari adik-adiknya? Apakah mereka sempat merayakan Idul Fitri bersama sebagai keluarga? Dan apakah Rizki mampu memberikan “kado terbaik” bagi orang-orang yang paling ia cintai?
kelebihan novel
Kelebihan novel Kado Terbaik terletak pada kisahnya yang sederhana namun mampu menghangatkan hati, dengan tema keluarga, pengorbanan, dan realitas hidup yang disampaikan secara ringan dan menyentuh. Gaya penulisan J.S. Khairen terasa mengalir dan nyaman dibaca, membuat pembaca mudah memahami cerita sekaligus ikut merasakan emosi para tokohnya.
Karakter-karakter yang dibangun terasa realistis dengan chemistry yang kuat, ditambah selipan adegan komedi dan kutipan reflektif di setiap bab yang membuat cerita tetap hidup, tidak terasa berat, dan menarik untuk diikuti hingga akhir.
Kekurangan Novel
Alur cerita yang berjalan sangat cepat membuat emosi terasa kurang digali secara mendalam. Bagi pembaca yang tidak terbiasa menangkap pesan filosofis tersirat, makna “kado terbaik” bisa terasa samar. Selain itu, ending cerita yang mengesalkan khususnya keputusan Rizki yang tidak mau menemani Rani mendirikan panti asuhan dan memilih hidup nyaman bersama adik-adiknya bisa memicu rasa frustrasi bagi sebagian pembaca.
Identitas Buku
Judul: Kado Terbaik
Penulis: J.S. Khairen
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)
Tahun Terbit: April 2022
ISBN: 978-602-052-9325
Bahasa: Indonesia
Jumlah Halaman: ±256 hlm
Jenis: Novel fiksi
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kembali ke Istiqlal, Menemukan Masjid yang Berbeda
-
Belajar Menerima Kenyataan Pahit di Novel Sadajiwa karya Erlita Scorpio
-
Film Unexpected Family: Suguhkan Perjalanan Emosi Penuh Tawa dan Air Mata
-
Review Penunggu Rumah Buto Ijo: Adaptasi Cerita Rakyat yang Mencekam di Bioskop
-
Novel Bukan Salah Hujan: Kenapa Kita Selalu Mencari Kambing Hitam?
Terkini
-
Sambut Piala ASEAN 2026, John Herdman Bakal Andalkan Tim Pelapis?
-
Sinopsis The Art of Sarah: Identitas Ganda Shin Hae Sun Diburu Lee Jun Hyuk
-
Daily Look Sat-Set, Intip 4 Gaya OOTD Minimalis ala Cha Seo Won
-
6 Film dan Series Netflix Original Indonesia 2026 yang Patut Dinantikan
-
Memahami Criminal Mind: Kerangka Kognitif di Balik Perilaku Antisosial