Di tengah maraknya berita tentang kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang, industri, dan eksploitasi alam yang tak terkendali, isu krisis iklim terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari kegelisahan inilah Dunia Anna karya Jostein Gaarder menemukan relevansinya.
Berbeda dari karya-karya Gaarder sebelumnya yang lekat dengan filsafat klasik, buku ini lebih berfokus pada persoalan alam, Bumi, perubahan iklim, serta dampak pemanasan global. Buku ini pertama kali terbit di Norwegia pada tahun 2014 dengan judul Anna. En fabel om klodens klima og miljø, sebuah penegasan bahwa sejak awal Gaarder memang menempatkan isu iklim dan lingkungan sebagai inti cerita.
Sinopsis Novel
Cerita diawali dengan tokoh Anna, seorang remaja berusia 16 tahun yang memiliki imajinasi sangat kuat. Ia kerap mengalami mimpi-mimpi aneh, mulai dari gajah, lebah, hingga menjadi sosok lain dari dirinya sendiri pada 70 tahun mendatang. Dalam salah satu mimpinya, Anna bahkan menjadi cicitnya sendiri, bernama Nova. Mimpi-mimpi tersebut terasa begitu nyata hingga sering membuat Anna kebingungan membedakan antara dunia mimpi dan dunia nyata.
Mimpi yang paling jelas terjadi ketika Anna bermimpi menjadi Nova pada tahun 2082, sebuah masa depan di mana Bumi digambarkan sudah sangat rusak dan nyaris mustahil disembuhkan. Pada tahun tersebut, banyak spesies flora dan fauna telah punah, es di Antartika mencair, dan wilayah seperti Arab Saudi berubah menjadi lautan pasir yang tak lagi layak dihuni. Semua kerusakan itu terjadi akibat pemanasan global yang tak terkendali sejak tahun 2012. Dalam mimpinya, Nova menuntut nenek buyutnya yaitu Anna sendiri untuk mengembalikan Bumi seperti semula.
Sejak usia sepuluh tahun, Anna sebenarnya sudah merasakan tanda-tanda kerusakan alam, salah satunya ditandai dengan matinya rusa-rusa kutub. Karena itu, Anna tidak mampu melepaskan diri dari tanggung jawab atas permintaan cicitnya. Bersama pacarnya yang bernama Jonas, Anna mulai menjalankan sebuah rencana yang terkesan utopis. Keduanya mengumpulkan berbagai bacaan dan pengetahuan tentang flora dan fauna, sekaligus mencari cara agar rencana tersebut tidak berhenti sebagai angan-angan semata.
Usaha Anna dalam menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi poin utama dalam novel ini, terutama ketika cerita dilihat dari sudut pandang Nova, 70 tahun di masa depan, saat segalanya sudah terlambat dan alam berada di ambang kehancuran. Kondisi ini memiliki korelasi kuat dengan situasi saat ini, khususnya di tahun 2026, seperti banjir di Sumatra, penggundulan hutan, tambang ilegal, dan berbagai krisis lingkungan lainnya.
Pada masa itu, banyak hewan telah punah sehingga proses penyerbukan bunga harus dilakukan manusia secara manual. Sumber daya alam seperti minyak dan gas menjadi sangat langka, membuat peradaban seolah kembali ke masa lalu. Tidak ada lagi mesin atau kendaraan bermotor; manusia harus menunggangi hewan untuk bepergian. Mencairnya es di kutub juga menyebabkan suhu Bumi terus meningkat. Banyak jenis tanaman lenyap perlahan, sehingga hanya bisa disaksikan melalui buku dan catatan sejarah.
Buku ini mungkin terasa berat di beberapa bagian, tetapi justru di situlah kekuatannya. Dunia Anna membuat pembaca sadar bahwa persoalan lingkungan bukan isu jauh di masa depan, melainkan tanggung jawab yang harus dihadapi sekarang.
Kelebihan
Kekuatan utama novel ini terletak pada gagasan dan relevansinya dengan krisis iklim yang sedang berlangsung. Melalui cerita yang reflektif, pembaca diajak meninjau ulang relasi manusia dengan Bumi serta tanggung jawab terhadap generasi masa depan. Tema lingkungan disampaikan dengan cara yang menggugah dan mudah dikaitkan dengan kondisi nyata saat ini.
Kekurangan
Meski demikian, beberapa bagian terasa kurang nyaman dibaca karena terjemahan yang tidak selalu konsisten. Narasi yang terlalu singkat di sejumlah bagian juga membuat alur dan logika gambaran masa depan kurang tergarap secara utuh, sehingga pembaca perlu memberi perhatian ekstra saat membacanya.
Selain itu, terdapat bagian cerita yang disampaikan terlalu singkat dan menimbulkan kebingungan, terutama terkait logika gambaran masa depan. Penjelasan mengenai sumber energi alternatif di tengah kelangkaan minyak bumi terasa kurang memadai, begitu pula metode penyelamatan spesies langka yang terkesan tidak masuk akal dan kontradiktif dengan pesan pelestarian alam.
Identitas Buku
Judul : Dunia Anna
Judul Asli : Anna. En fabel om klodens klima og miljø / The World According to Anna
Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : Irwan Syahrir
Penerbit : Mizan
Tahun Terbit : 2014 (edisi Indonesia pertama); republish 2025
Tebal Buku : 244–248 halaman
ISBN : 9789794338421
Genre : Fiksi, Filsafat, Lingkungan
Baca Juga
-
Jika Kucing Lenyap dari Dunia: Tentang Kehilangan dan Arti Kehidupan
-
Hana Tara Hata: Prekuel yang Menghidupkan Kembali Series Bumi
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Di Balik Janji Dai Nippon
-
Gelandangan di Kampung Sendiri: Kritik yang Tak Pernah Usang
-
Putri Cina Karya Shindunata: Luka Dari Zaman ke Zaman
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama China Falling Into Your Smile: di Balik Profesionalitas Pemain Esports
-
Buku Hujan yang Tertinggal di Matamu: Antologi Rasa, Cinta, dan Kenangan
-
Mencungkil Luka yang Tersembunyi di Novel The Most Beautiful Little Secret
-
Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026
-
Membaca Ulang Makna Perceraian di Novel Setelah Putus Karya Isrina Sumia
Terkini
-
4 Rekomendasi Tablet Murah Anti Lemot, RAM 8 GB Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
Pascal Struijk Tolak Indonesia, Bek Keturunan Inggris Bisa Jadi Opsi Instan
-
Tambang Ilegal: Ketika Alam Dikeruk dan Hukum Dipinggirkan
-
Resmi, Sydney Sweeney Main Film Adaptasi Novel The Custom of the Country
-
Sontek 4 OOTD Kekinian ala Ella MEOVV, Cocok Buat Aktivitas Sehari-hari