Ada buku yang tidak hanya dibaca, tetapi juga mengajak pembacanya jatuh cinta pada dunia membaca itu sendiri. Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken adalah salah satunya. Melalui sederhana namun sarat akan makna, Jostein Gaarder bersama Klaus Hagerup menghadirkan cerita tentang buku, penulisan, dan rasa ingin tahu yang tak pernah usai. Buku yang pertama kali terbit dalam bahasa Norwegia dengan judul Bibbi Bokkens Magiske Bibliotek ini hadir dalam terjemahan bahasa Indonesia oleh penerbit Mizan.
Sinopsis Novel
Menceritakan dua saudara sepupu, Berit dan Nils, yang sama-sama mencintai buku dan tinggal di dua kota berbeda di Norwegia, Oslo dan Fjærland. Jarak tak menghalangi keduanya untuk tetap terhubung melalui kebiasaan saling berkirim surat. Awalnya, surat-surat tersebut hanya berisi obrolan ringan tentang keseharian dan bacaan favorit. Namun, semuanya mulai berubah ketika mereka membeli sebuah buku-surat di toko buku. Sejak saat itu, sosok seorang perempuan misterius perlahan hadir dan menjadi topik pembicaraan utama dalam korespondensi mereka.
“Ia menelusuri rak-rak buku dan memandangi buku-buku itu. Dan Berit, ia ngiler! Iya, tak bisa kuungkapkan dengan kalimat lain, wanita itu berada dalam toko buku dan ngiler, seolah buku-buku itu terbuat dari cokelat atau marzipan, begitu lho.” (hal 11)
Mulai saat itu, Berit dan Nils berusaha mencari tahu siapa sebenarnya perempuan misterius tersebut. Kebetulan, jarak rumahnya tidak terlalu jauh dan ia bernama Bibbi Bokken. Alih-alih merasa takut ketika Bibbi Bokken menginginkan kembali buku-surat mereka, Berit dan Nils justru berlagak seperti detektif cilik. Keduanya membuntuti dan menyelidiki Bibbi Bokken hingga ke kediamannya.
Dari sebuah surat yang terjatuh dari tas Bibbi, mereka mengetahui bahwa Bibbi Bokken adalah seorang bibliografer. Surat tersebut bahkan menyinggung tentang sebuah buku yang akan terbit tahun depan dengan judul Perpustakaan Ajaib. Yang aneh, buku itu belum ditulis dan penulisnya pun belum diketahui. Kecurigaan pun muncul, terlebih Bibbi Bokken sering menerima paket-paket buku dari berbagai penjuru dunia hingga ia dicurigai sebagai penyelundup buku. Namun, ketika Berit dan Nils berhasil menyusup ke rumah Bibbi Bokken, mereka justru tidak menemukan satu pun buku di sana. Lantas, di manakah sebenarnya Perpustakaan Ajaib itu berada?
Petualangan mereka tidak berhenti sampai di situ. Di tengah penyelidikan, Berit dan Nils juga harus berhadapan dengan sosok lain bernama Smiley, yang ternyata turut mengincar buku-surat tersebut. Penyelidikan pun semakin kompleks. Seiring berjalannya waktu, keduanya mulai menemukan keterkaitan antara Bibbi Bokken dengan berbagai peristiwa penting serta tokoh-tokoh yang berhubungan erat dengan dunia perbukuan.
Menariknya, buku ini tidak hanya menawarkan keseruan ala cerita detektif seperti Lima Sekawan. Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup juga menyelipkan berbagai pernak-pernik dunia buku, mulai dari incunabula, sejarah buku pertama, Gutenberg, teori sastra dan fiksi, teori menulis, drama dan film, hingga gambaran tentang perpustakaan dalam gua. Bahkan, pembaca diperkenalkan dengan peran seorang bibliografer serta klasifikasi Dewey yang dijelaskan secara lengkap.
Tak berhenti di situ, pembaca juga diajak berkenalan dengan nama-nama besar dalam dunia sastra, seperti Astrid Lindgren, A.A. Milne (Winnie the Pooh), Anne Frank, Hans Christian Andersen, Roald Dahl, hingga penyair-penyair Skandinavia seperti Jan Erik Vold dan Henrik Ibsen melalui tokoh Peer Gynt. Pada bagian akhir, misteri Bibbi Bokken pun terungkap, sekaligus disajikan penjelasan menarik tentang tahapan penerbitan sebuah buku mulai dari proses menulis, penyuntingan, pencarian ilustrator sampul, tata letak, hingga akhirnya dicetak.
Intinya, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken adalah kisah tentang eksotisnya dunia buku yang dijadikan latar petualangan Berit dan Nils. Dengan alur yang bersinggungan dengan konspirasi perbukuan, diperkaya istilah, referensi, serta berbagai pernak-pernik dunia literasi, buku ini menghadirkan gambaran perpustakaan yang begitu detail dan hidup. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa novel ini merupakan fiksi tentang buku itu sendiri. Karena itulah, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken hampir dapat dipastikan akan memuaskan bahkan memanjakan selera para pecinta buku sejatiIni kelebihan buku
Kelebihan
Buku ini berhasil menyajikan cerita penuh teka-teki yang membuat pembaca terus penasaran. Pengetahuan tentang dunia literasi seperti incunabula, klasifikasi Dewey, hingga kisah Anne Frank diselipkan dengan menarik tanpa menghilangkan alur cerita.
Kekurangan
Pergantian sudut pandang yang cepat dan beberapa kalimat terjemahan yang kurang padu membuat kurang nyaman dan banyaknya teori yang terasa berat, sehingga buku ini kurang nyaman dibaca dalam sekali duduk.
Identitas Buku
Judul : The Magic Library: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Judul Asli : Bibbi Bokkens Magiske Bibliotek
Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerjemah : Ridwana Saleh
Penyunting : Andityas Prabantoro
Proofreader : Emi Kusmiati
Penerbit : PT Mizan Pustaka
Kota Terbit : Bandung
Cetakan : Ketiga
Tahun Terbit : Januari 2016
Tebal: 284 halaman
Baca Juga
-
Sound Horeg dan Pertanyaan yang Belum Usai: Pantaskah Ia Disebut Budaya?
-
Mengenal Midah, Tokoh Perempuan Pramoedya sebelum Nyai Ontosoroh
-
Setia pada Provider Lama Nyaman, tapi Mengapa XL Kembali Menarik Perhatian?
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
Sebelum Membaca Supernova, Kenali Dulu Kisah Cinta yang Rumit Ini
Artikel Terkait
Ulasan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
Terkini
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
-
Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?
-
A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang
-
Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan
-
Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa