Novel Deuce karya Netty Virgiantini ini menceritakan tentang kisah remaja, pekerjaan sambilan, dinamika sekolah, olahraga, keluarga, dan cinta pertama. Semuanya diramu tanpa konflik berat, tetapi tetap terasa hangat, relevan, dan menyentuh.
Tokoh utamanya adalah Namira, siswi SMA yang bekerja sambilan sebagai pemungut bola di lapangan tenis. Bukan atlet, bukan pemain, bukan pula anak populer.
Sinopsis Novel
Namira hanyalah remaja sederhana yang harus membantu ayahnya setelah ibunya meninggal dunia. Pekerjaannya membuat ia sering bolos pelajaran olahraga karena kelelahan fisik, menciptakan konflik kecil yang realistis dan sangat dekat dengan kehidupan remaja kelas menengah ke bawah.
Dunia Namira kemudian dipenuhi dua sosok cowok yang sama-sama menyebalkan: Kafi, anak pemilik lapangan tenis yang arogan dan dingin, serta Aksan, ketua kelas bermulut tajam dan sok dominan. Keduanya kerap memancing emosi Namira. Kafi dengan sikap merendahkan dan panggilan “bocah”, Aksan dengan komentar pedas yang menyebalkan.
Namun yang menarik, sikap menyebalkan itu justru menjadi bentuk komunikasi emosional yang belum disadari oleh Namira: dua cara berbeda untuk menarik perhatian.
Sebagai tokoh utama, Namira digambarkan polos, lugu, dan “lemot” soal perasaan. Karakterisasi yang sangat khas remaja SMA. Ia bukan tokoh perempuan yang agresif atau dominan, tetapi juga bukan lemah.
Dalam keterbatasannya, Namira justru menunjukkan kedewasaan emosional: bertanggung jawab pada keluarga, bekerja tanpa mengeluh, dan perlahan belajar memahami dirinya sendiri.
Salah satu kekuatan Deuce terletak pada kehadiran Pak Alan, guru olahraga baru yang membawa perspektif berbeda tentang pendidikan jasmani. Olahraga tidak diposisikan sekadar sebagai aktivitas fisik, tetapi sebagai ruang pembelajaran moral: tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan ketahanan mental.
Ini membuat novel ini tidak hanya berbicara soal cinta remaja, tetapi juga tentang pendidikan karakter. Hal yang jarang diangkat secara ringan dalam teenlit.
Judul Deuce sendiri menjadi metafora yang cerdas. Dalam tenis, deuce berarti posisi imbang. Dua pihak dengan kekuatan yang sama, saling mengejar poin. Dalam novel ini, deuce menjadi simbol kondisi batin Namira: terjebak di antara dua perasaan, dua pilihan, dua karakter yang sama-sama punya “skor” emosional yang seimbang.
Kafi dan Aksan tidak diposisikan sebagai tokoh baik dan jahat, melainkan dua kepribadian berbeda dengan daya tarik masing-masing.
Namun yang membuat Deuce terasa dewasa justru bukan pilihan cintanya, melainkan prosesnya. Keputusan Namira bukan datang dari dorongan emosional sesaat, tetapi dari refleksi dan pertimbangan. Sesuatu yang jarang diberikan pada karakter remaja dalam novel populer.
Novel ini juga memperkaya cerita lewat tokoh pendukung seperti Putra, yang membawa lapisan emosi tersendiri melalui latar belakangnya sebagai remaja dengan mimpi yang kandas. Kehadiran karakter-karakter ini membuat dunia Deuce terasa hidup dan tidak berpusat hanya pada romansa.
Kelebihan dan Kekurangan
Secara gaya, Netty Virgiantini menulis dengan bahasa yang ringan, mengalir, dan natural. Tidak ada konflik besar, tidak ada drama berlebihan, tidak ada tragedi spektakuler. Tetapi justru di situlah kekuatannya: Deuce nyaman dibaca, hangat, dan membumi. Ini adalah kisah yang bisa dibaca sekali duduk, tanpa tekanan emosional, tanpa beban mental, namun tetap meninggalkan kesan.
Latar Magetan yang jarang digunakan dalam teenlit juga memberi nuansa lokal yang segar. Tokoh-tokohnya bukan anak populer, bukan siswa elite, bukan remaja metropolis. Mereka adalah “anak-anak biasa”, dengan masalah biasa, hidup biasa, dan mimpi biasa. Dan justru karena itulah Deuce terasa jujur.
Pada akhirnya, Deuce bukan tentang siapa yang dipilih Namira. Novel ini adalah cerita tentang proses bertumbuh, tentang belajar mengenali diri, tentang kerja keras, keluarga, persahabatan, dan bagaimana cinta pertama tidak selalu harus dramatis untuk menjadi bermakna.
Sederhana, hangat, dan manusiawi. Deuce adalah teenlit yang membuktikan bahwa cerita kecil pun bisa punya makna besar.
Identitas Buku
- Judul: Deuce!
- Penulis: Netty Virgiantini
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2019
- ISBN: 978-602-06-3460-9
- Jumlah Halaman: 256 halaman
- Genre: Fiksi Remaja (TeenLit)
Baca Juga
-
Buku Jelek itu Ada dan Justru Penting untuk Ada!
-
Mau Intimate Dinner di Malam Valentine? Ini 4 Rekomendasi Tempat Kencan Romantis di Kota Malang
-
Ulasan Buku Julid Fi Sabilillah: Strategi Warganet Indonesia Membongkar Propaganda Israel
-
Memaklumi Manusia Tak Harus Selalu Kuat di Novel Bibi Gill Karya Tere Liye
-
4 Rekomendasi Tempat Dinner Romantis untuk Valentine di Kota Batu
Artikel Terkait
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
-
Novel Babel: Menggugat Akar Kolonialisme Lewat Menara Terjemahan
-
Refleksi Imlek: Membedah Pemikiran Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran
-
Novel Tuhan Maha Romantis: Saat Cinta Pertama Menguji Keteguhan Komitmen
-
Buku Jelek itu Ada dan Justru Penting untuk Ada!
Ulasan
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
-
Novel Babel: Menggugat Akar Kolonialisme Lewat Menara Terjemahan
-
Refleksi Imlek: Membedah Pemikiran Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran
-
Novel Kamar Nomor 7, Teror yang Mengintai di Maitra Boarding School
-
Novel Tuhan Maha Romantis: Saat Cinta Pertama Menguji Keteguhan Komitmen
Terkini
-
Waspada Spyware! Ciri HP Kamu Sedang Disadap dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Min Hee Jin Menang Gugatan Rp292 Miliar, Apa Respons HYBE Selanjutnya?
-
Sajian Khas Imlek Tionghoa Pesisir di Bintan dan Kepulauan Riau, Mana Favoritmu?
-
Love Through A Prism: Comeback Yoko Kamio di Era Klasik London
-
Pemburu Waktu dan Takdir yang Dihapus