Review Buku Kumpulan Budak Setan: Horor Klasik Ala Penulis Kontemporer

M. Reza Sulaiman | Taufiq Hidayat
Review Buku Kumpulan Budak Setan: Horor Klasik Ala Penulis Kontemporer
Kumpulan Budak Setan. (instagram.com/sastragpu)

Kumpulan Budak Setan bukanlah sekadar buku horor biasa. Antologi ini merupakan proyek ambisius sekaligus bentuk penghormatan dari tiga penulis garda depan Indonesia, Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad,kepada sang maestro horor legendaris, Abdullah Harahap.

Berisi dua belas cerita pendek, buku ini mengeksplorasi tema-tema klasik mulai dari dendam kesumat, seksualitas, arwah penasaran, hingga transformasi manusia yang ganjil. Membaca karya ini seolah membawa kita masuk ke dalam labirin mitos masyarakat yang dikemas dengan estetika sastra yang segar.

Menjelajahi Dua Belas Lorong Gelap

Setiap penulis membawa "kegilaan" tersendiri ke dalam empat cerpen mereka, menciptakan pengalaman membaca yang beragam:

Dunia Eka Kurniawan: Eka bermain-main dengan takhayul dan benda supranatural. Dalam Taman Patah Hati, pembaca diajak menelusuri sejauh mana seseorang bisa terobsesi pada takhayul, bahkan hingga ke Jepang. Sementara itu, Jimat Sero menyajikan ending yang luar biasa tak terduga, sanggup membuat siapa pun tertegun dan mengakui kejeniusan alurnya.

Sentuhan Intan Paramaditha: Intan tetap konsisten membedah sisi kelam perempuan. Cerpen Pintu memberikan kejutan yang benar-benar tak terduga. Namun, juaranya adalah Si Manis dan Lelaki Ketujuh. Sejak prolog, rasa penasaran pembaca sudah dipantik. Alur ceritanya begitu unik, aneh, dan impresif hingga mungkin akan membuat Anda berdecak kagum saking terkesannya.

Kengerian Ugoran Prasad: Jika Anda mencari horor yang "panas" dan liar, Ugoran adalah masternya. Hantu Nancy menyajikan deskripsi pembantaian yang brutal dan mencekam. Namun, Topeng Darah melangkah lebih jauh; gambaran kekerasannya terasa begitu nyata dan ekstrem, menjadikannya cerpen paling "berdarah" dalam antologi ini.

Kelebihan

Buku ini membuktikan bahwa horor sejati tidak selalu bersandar pada penampakan hantu yang mengejutkan (jumpscare). Kengerian bisa lahir dari benda bertuah, obsesi cinta yang patologis seperti dalam Hidung Iblis, hingga sisi gelap manusia yang paling purba. Lihat saja karakter Cik Juli dalam cerpen Apel dan Pisau; ia menunjukkan bahwa tindakan manusia yang tak terduga jauh lebih menakutkan daripada sekadar suara langkah kaki di tengah malam.

Kekurangan

Secara teknis, meski ditemukan beberapa kesalahan ketik (typo) di beberapa bagian, hal tersebut tidak merusak kenikmatan membaca. Imajinasi para penulis berhasil membangun atmosfer yang kuat, membuat pembaca seolah hadir dan ikut mencium aroma kengerian yang dialami para tokohnya.

Kumpulan Budak Setan adalah bacaan yang seru, liar, dan memuaskan. Buku ini berhasil mendefinisikan ulang makna horor klasik menjadi kemasan yang lebih modern dan berbobot. Sangat direkomendasikan bagi Anda yang menyukai cerita penuh kejutan dan ingin merasakan sensasi horor yang tidak hanya menakut-nakuti, tapi juga mengusik nalar. Bersiaplah untuk terheran-heran dan terpuaskan oleh setiap belokan ceritanya!

Identitas Buku:

  • Judul: Kumpulan Budak Setan
  • Penulis: Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Cetakan kedua: Agustus 2016
  • Bahasa: Indonesia
  • ISBN: 978-602-03-3364-9
  • Tebal: 174 halaman

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak