M. Reza Sulaiman | Sam Edy
Gambar Buku 88 Cerita Rakyat Terindah dari Negeri Cina (Dokumen pribadi/Sam)
Sam Edy

Banyak hikmah yang bisa dipetik dari setiap kisah atau cerita yang dituturkan oleh para leluhur kita. Hikmah atau pelajaran berharga tersebut tentu sangat berguna bagi kita sebagai bekal mengarungi kehidupan yang diwarnai rintangan dan godaan.

Hikmah juga bisa ditemukan dari buku-buku cerita yang kita baca, baik itu cerita yang berasal dari negeri sendiri maupun negeri-negeri seberang. Buku berjudul 88 Cerita Rakyat Terindah dari Negeri Cina ini, misalnya, layak dibaca dan direnungi pesan-pesan atau hikmah yang terkandung di dalamnya.

Buku ini berisi 88 kisah yang enak dibaca, mudah dipahami, disertai humor santai yang memikat, serta pesan moral yang mengagumkan pada tiap kisahnya. Kisah atau cerita dalam buku ini berasal dari negeri Cina. Negeri yang dikenal kaya akan kisah yang mengajarkan tentang kebaikan. Kisah-kisah indah ini terpelihara dengan baik karena mereka menuturkannya secara turun-temurun.

Salah satu dari sekian banyak cerita yang menarik disimak dalam buku ini berjudul "A Liu, Si Konyol". Dikisahkan, A Liu adalah anak yang dikenal sering berbuat konyol, tapi dia memiliki rasa tanggung jawab. Ia memiliki tetangga akrab bernama Yuansu yang selama ini dikenal sebagai penyuka pohon willow.

Suatu hari, Yuansu berjalan-jalan ke pasar. Di sana ia melihat ada pedagang bibit pohon willow yang sangat segar dan menarik hati. Ia pun tergoda untuk membeli bibit pohon itu. Sesampainya di rumah, belasan pohon itu ditanam di pekarangan belakang rumahnya. Karena ia memiliki kesibukan yang tinggi, ia lantas meminta A Liu untuk menjaga pohon-pohon tersebut dari gangguan anak-anak bengal di daerahnya. Dan A Liu berhasil menjaga pohon tersebut dari gangguan mereka.

Dari kisah tersebut, kita bisa memetik pelajaran berharga tentang pentingnya menanam pohon di sekitar rumah kita. Sebab, pohon memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita, di antaranya sebagai sumber oksigen dan tempat resapan air saat turun hujan.

Cerita menarik lainnya dalam buku ini berjudul "Dari Mana Asalnya Beras?". Dikisahkan ada seorang hartawan yang memiliki kekayaan yang luar biasa banyak. Namun sayangnya, dia memiliki anggota keluarga yang bodoh.

Suatu hari, seseorang bernama Ai Zi berkata pada hartawan tersebut: “Meskipun kedua putra Anda tampan dan gagah, tetapi mereka tidak berpengetahuan, juga tak mengerti budi pekerti serta adat istiadat. Kelak ketika mereka dewasa, bagaimana mereka akan sanggup mewarisi dan meneruskan usaha keluarga Anda?”

Sang hartawan merasa tersinggung mendengar ucapan Ai Zi. Ia tak terima anaknya dituduh bodoh. Ia menganggap dua putranya pintar dan sangat bertalenta. Singkat cerita, kedua putranya dipanggil untuk diuji dengan pertanyaan. Ai Zi bertanya perihal dari mana beras yang dimasak menjadi nasi putih dan setiap hari kalian makan itu berasal? Betapa malunya si hartawan ketika anaknya menjawab bahwa beras itu berasal dari gentong beras. Padahal, beras itu berasal dari hasil panen di sawah.

Cerita menarik ini menyimpan pesan berharga kepada kita, betapa ilmu pengetahuan itu sangatlah penting. Sekaya apa pun kita, tapi ketika tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan, maka kekayaan yang dimiliki akan terbuang sia-sia dan tidak memberikan dampak manfaat. Maka, sudah menjadi tugas setiap orang tua untuk memberikan pendidikan layak kepada putra-putrinya. Jangan sampai mereka tumbuh menjadi anak yang tidak berpendidikan dan tak memiliki tata krama.

Buku ini mengajak kita untuk menyelami makna kehidupan di tengah kontrasnya zaman yang dikelilingi ketidakjujuran, korupsi, keserakahan, dan ketamakan; juga menginspirasi kita untuk menjadi orang yang autentik dan pantang menyerah dalam menghadapi situasi sesulit apa pun.

Data Buku

  • Judul Buku: 88 Cerita Rakyat Terindah dari Negeri Cina
  • Dikisahkan kembali oleh: Yusin Hendri W.
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
  • Tahun terbit: Februari 2013
  • ISBN: 978-979-22-9276-3