Novel Lalu, Baton Diserahkan (2023) karya Maiko Seo mengajak kita memahami hidup sebagai rangkaian estafet yang terus bergerak. Saya merasa buku ini tidak sekadar bercerita tentang keluarga, tetapi juga tentang bagaimana manusia saling menjaga, menggantikan, dan menguatkan satu sama lain dalam kondisi yang tidak selalu ideal. Dengan bahasa yang sederhana, namun menyentuh, kita diajak melihat bahwa keluarga tidak selalu dibentuk oleh darah, melainkan oleh kepedulian.
Sinopsis
Cerita berpusat pada seorang gadis bernama Yuko yang hidup dalam situasi keluarga yang tidak biasa. Ia mengalami beberapa kali pergantian orang tua hingga pergantian nama karena berbagai keadaan. Nama belakang yang pernah menjadi identitasnya, di antaranya Ito, Tanaka, Izumigahara, dan terakhir Morimiya. Namun, alih-alih menggambarkan kesedihan semata, novel ini justru menampilkan kehangatan dari setiap orang tua yang hadir dalam hidupnya. Ia kemudian bertemu dengan sosok-sosok penting seperti Rika, ibu angkat yang memiliki cara mencintai yang unik, serta Morita, figur ayah yang tenang dan penuh perhatian.
Dari satu rumah ke rumah lain, Yuko tumbuh dengan cinta yang berbeda-beda, tetapi tetap tulus. Setiap orang yang merawatnya seolah sedang menyerahkan baton (dalam bahasa Jepang yang artinya tongkat) atau estafet kehidupan, memastikan Yuko tetap melangkah maju. Kita melihat bagaimana hubungan yang tidak konvensional justru membentuk kekuatan emosional yang mendalam dalam diri Yuko.
Kutipan Mendalam Lalu, Baton Diserahkan
"Kita mungkin tidak memilih keluarga kita, tetapi kita bisa memilih bagaimana mencintai mereka." (Seo, 45).
Kutipan ini menurut saya sangat kuat karena menegaskan bahwa cinta adalah keputusan, bukan sekadar keadaan. Kita diajak untuk tidak terjebak pada kondisi, tetapi berusaha memberi makna pada hubungan yang ada.
"Hidup seperti estafet, seseorang akan berhenti, lalu yang lain melanjutkan." (Seo, 112).
Saya melihat ini sebagai inti dari novel. Hidup memang tidak pernah kita jalani sendiri. Selalu ada peran orang lain yang membantu kita bertahan, bahkan saat mereka tidak lagi berada di samping kita.
"Yang terpenting bukan siapa yang bersama kita sejak awal, tetapi siapa yang tetap tinggal saat kita paling membutuhkan." (Seo, 176).
Kutipan ini menyoroti esensi hubungan manusia yang sejati bukan soal durasi, melainkan kehadiran yang tulus di saat-saat penting dalam hidup.
Fakta Unik Lalu, Baton Diserahkan
Novel ini memenangkan berbagai penghargaan sastra dan berhasil menarik perhatian pembaca luas karena temanya yang tidak biasa. Kisahnya juga diadaptasi menjadi film dengan judul asli Soshite, Baton wa Watasareta yang semakin memperkuat daya tarik emosionalnya. Selain itu, Maiko Seo dikenal mampu mengangkat tema keluarga alternatif dengan cara yang hangat dan tidak menghakimi. Konsep yang diusung berupa estafet kehidupan menjadi ide unik yang membuat novel ini berbeda dengan kisah keluarga pada umumnya.
Banyak pembaca yang awalnya menganggap keluarga harus bersifat biologis menjadi lebih terbuka terhadap konsep keluarga yang dibangun melalui pilihan dan kepedulian, walaupun figur orang tua yang tergambarkan dalam novel tersebut tetap memiliki kekurangan masing-masing.
Kekurangan Lalu, Baton Diserahkan
Meski menyentuh, menurut saya alur cerita di beberapa bagian terasa terlalu mulus. Konflik yang muncul kadang cepat terselesaikan sehingga kurang memberi ketegangan. Selain itu, perpindahan figur orang tua yang cukup sering bisa membuat kita kebingungan jika tidak membacanya dengan teliti. Adapun pendalaman karakter pendukung terasa belum merata. Beberapa tokoh memang muncul sebentar tanpa eksplorasi latar belakang yang kuat, sehingga ini berdampak bagi pembaca novel ini dalam memahami motivasi tokohnya.
Identitas Buku
- Alih Bahasa: Milka Ivana
- Desain Sampul: Yopi Gozal dari Withly
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- ISBN: 9786020673622
- ISBN Digital: 9786020673639
- Tebal: 408 Halaman
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Novel Tarian Bumi, Tarian Pembebasan dari Penjara Kasta yang Membelenggu
-
Di Balik Industri Migas: Kisah Kemanusiaan dalam Novel Sumur Minyak Airmata
-
Cewek Paling Badung di Sekolah: Anak Bandel yang Menjadi Pribadi Tangguh
-
Ulasan Novel Dawuk, Melawan Prasangka dan Stigma Buruk di Masyarakat
-
Memburu Rahasia Kuno: Ketegangan Tanpa Henti dalam Sang Kolektor
Ulasan
-
Novel Tarian Bumi, Tarian Pembebasan dari Penjara Kasta yang Membelenggu
-
Di Balik Industri Migas: Kisah Kemanusiaan dalam Novel Sumur Minyak Airmata
-
Masih dengan Persantetan, Sebagus Apa Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa?
-
Safari Syawal ke Puncak Kediri: Niatnya Cari View Estetik, Malah Ketemu Pemandangan Berkabut
-
Cewek Paling Badung di Sekolah: Anak Bandel yang Menjadi Pribadi Tangguh
Terkini
-
AnimeJapan 2026 Resmi Dibuka! Apa Saja Sih Keseruannya?
-
Sarung Tangan Plastik Makan: Higienitas, Efisiensi, atau Limbah Baru?
-
Huawei MatePad 11.5 (2025) dan MatePad SE 11: Tablet Modern untuk Produktivitas dan Hiburan
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
Tayang Juli 2026, 7 Anime Baru dari Berbagai Genre Ini Patut Kamu Nantikan!