Next trip-ku bareng teman terjadi di tanggal 23 Januari, tepat saat aku sudah memutuskan akan menetap di Batam. Waktu itu aku cuma mengundang dia ke rumah, niatnya sederhana: makan kue tahun baru sambil ngobrol santai.
Tapi ternyata, seperti biasa, dia yang justru ngajak jalan. Kayaknya memang dia tipe road trip person deh.
Akhirnya dia mengusulkan untuk pergi ke Central Park Zoo. Lagi-lagi masih di wilayah Deli Serdang, memang daerah ini terkenal punya banyak tempat wisata. Tanpa banyak mikir, aku langsung setuju. Kami pun berangkat sekitar jam satu siang.
Sebelum berangkat, kami sempat beli cemilan dulu, dan kali ini gantian aku yang traktir. Seperti biasa, dia juga yang bawa motor aku masih belum terlalu pede kalau harus bawa di jalan besar.
Sepanjang perjalanan, obrolan kami berkisar tentang kerjaan, interview, sampai dunia laboratorium. Temanku ternyata sudah diterima di salah satu perusahaan. Tapi waktu kutanya kapan mulai kerja, dia jawab santai, “Nanti dulu, aku mau Imlekan soalnya.” Jujur, aku nggak nyangka dan langsung ketawa.
Perjalanan ke Pancur Batu dari rumahku sekitar 40 menit, jadi masih cukup dekat. Sesampainya di Central Park Zoo, kami langsung masuk dengan tiket dewasa seharga Rp40.000. Karena bukan weekend, suasananya lumayan sepi dan jujur, aku malah suka. Nggak terlalu ramai, jadi bisa lebih santai menikmati tiap sudutnya.
Kami mulai dari area primata, ada orangutan dan siamang yang cukup menarik perhatian. Setelah itu, kami lanjut ke aquarium yang berada di satu ruangan khusus. Isinya cukup lengkap, dari ikan hiu sampai ikan air tawar. Bahkan karena sepi, saat itu hanya kami berdua di dalam ruangan berasa kayak privat visit.
Dari sana, kami lanjut ke area mamalia. Ada beruang madu, harimau, dan singa. Singanya lucu banget, lagi tidur santai, benar-benar nggak peduli sama pengunjung.
Nah, momen paling memorable justru terjadi di kandang harimau.
Awalnya aku lihat salah satu harimau terlihat gelisah, jalan bolak-balik sambil gesek-gesekkan kakinya ke tanah. Entah kenapa, aku langsung bilang ke temanku, “Ini kayaknya mau BAB deh.”
Dia nggak percaya.
Dan beberapa detik kemudian, harimaunya benar-benar jongkok dan buang air.
Kami langsung ngakak nggak berhenti. Momen itu bahkan sempat terekam di HP-ku. Sampai sekarang, tiap buka videonya pasti langsung ketawa lagi. Temanku bahkan nyeletuk, “Bayangin, kau lihat harimau BAB bayar 40 ribu.” Kami tertawa bareng di momen lucu itu.
Setelah itu, kami lanjut ke area unggas, ada ayam, burung, sampai burung unta. Uniknya, burung unta ini ditempatkan di area yang agak terpisah dari unggas lainnya.
Sebenarnya setelah itu kami sudah mau pulang. Tapi kami jadi penasaran karena kata satpam ada semacam bioskop 3D. Akhirnya kami memutuskan untuk coba.
Kami sempat disuruh menunggu, tapi karena lama, kami nekat masuk duluan dan ternyata kosong. Nggak lama kemudian ada petugas datang dan bilang filmnya akan segera diputar. Kami pun diberi kacamata 3D.
Filmnya ternyata animasi khusus anak-anak, tapi tetap seru karena efek 3D-nya cukup terasa. Durasi sekitar 15 menit lumayan buat pengalaman tambahan.
Akhirnya kami pulang dengan perasaan puas. Walaupun sederhana, justru karena suasananya sepi, kami bisa menikmati semuanya dengan lebih leluasa. Bahkan di aquarium tadi pun kami sempat benar-benar sendirian, beda banget dibandingkan saat aku datang bersama keluarga di weekend yang super ramai.
Kadang, perjalanan yang tidak direncanakan justru jadi yang paling berkesan. Dan ya, siapa sangka, highlight hari itu bukan singa atau hiu, tapi harimau yang lagi BAB.
Baca Juga
-
Menyusuri Kota Jakarta: Dari Danau Kenanga hingga Kota Tua
-
Revisit Lagoi Bay Bintan: Menyapa Wajah Baru Setelah 6 Tahun
-
Sehari di Bukit Gundaling: Momen Perpisahan Bersama Teman Sebelum ke Batam
-
Membolang di Namorambe: Tempat 19 Teman dari Berbagai Sirkel Berkumpul
-
Menyusuri Hidden Paradise Deli Serdang: Danau Linting dan Lau Mentar
Artikel Terkait
-
Healing Asyik di Waduk Karangkates: Surga Spot Santai di Malang
-
Wisata Edukasi Unik: Menjelajah Dunia Mini di Rumah Serangga Kalibaru Banyuwangi
-
SLG Itu Tempat Saya Merasa Jadi Orang Paris dengan Dompet Orang Kediri
-
Mencari Sunyi di Tengah Riuh Braga yang Tak Lagi Sama
-
Taman Hutan Joyoboyo Kediri: Tempat Tenang saat Keramaian Terasa Melelahkan
Ulasan
-
Seni Memilah Pasangan di Buku Pernikahan Semanis Madu Bukan Sepahit Empedu
-
Menyusuri Kota Jakarta: Dari Danau Kenanga hingga Kota Tua
-
Novel Canting: Usaha Menjaga Batik Tulis di Tengah Gempuran Batik Printing
-
Menemukan Hening di Tiga Ruang: Antara Sujud, Ombak, dan Secangkir Kopi
-
Taman Brantas Kediri: Sore Sederhana yang Menyimpan Pelajaran Tak Terduga
Terkini
-
Saya Masih Suka Membaca, Algoritmanya Saja yang Tidak Mengizinkan
-
Bibir Hitam karena Matahari? Ini 5 Lip Balm SPF50 yang Bisa Jadi Penyelamat
-
Tayang 23 April di Netflix, Kate Hudson Kembali di Running Point Season 2
-
Bukan Sekadar Ulang Tahun, Kirab Sultan HB X Wujud Kedekatan dengan Rakyat
-
Oppo Pad 5 Pro Siap Meluncur, Tablet Premium dengan Performa Ekstrem dan RAM Besar