Kawasan Lagoi Bay Beach menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup dikenal di Pulau Bintan. Saya sendiri terakhir kali berkunjung ke tempat ini sekitar enam tahun lalu, tepatnya pada 2019 saat masih duduk di bangku SMP. Kini, ketika kembali datang pada 2026, kesan yang muncul terasa campur aduk. Di satu sisi, ada beberapa sudut yang tampak berbeda dan lebih hidup dibandingkan sebelumnya. Namun di sisi lain, beberapa spot ikoniknya justru masih terlihat sama seperti yang saya ingat dulu.
Perpaduan antara perubahan dan hal-hal yang tetap bertahan itulah yang membuat pengalaman kembali ke Lagoi Bay terasa menarik. Lalu, setelah enam tahun berlalu, kira-kira apa saja yang sudah berubah dan apa yang masih tetap ada di Lagoi Bay?
Pantai Lagoi dengan Hamparan Pasir Putih
Pantai di Lagoi Bay dikenal dengan hamparan pasir putih yang halus dan bersih. Warna pasirnya kontras dengan air laut yang biru kehijauan, menciptakan pemandangan yang menenangkan. Ombaknya pun relatif tenang, membuat suasana di pantai ini terasa damai dan cocok untuk bersantai.
Meski kawasan di sekitarnya mulai berkembang, keindahan alami pantainya masih tetap terjaga. Pengunjung masih bisa menikmati berjalan di sepanjang pantai atau sekadar duduk menikmati angin laut yang sepoi-sepoi.
Kafe Tepi Pantai Kini Semi Outdoor
Salah satu perubahan yang cukup terasa ada pada kafe yang berada tepat di tepi pantai. Saat pertama kali saya datang sekitar 2019, area duduknya masih sangat terbuka tanpa banyak peneduh.
Kini, kafe tersebut hadir dengan konsep semi outdoor. Beberapa bagian sudah dilengkapi atap sehingga lebih nyaman untuk pengunjung. Tidak hanya itu, suasana juga terasa lebih hidup dengan adanya live acoustic yang menemani waktu bersantai di tepi pantai, terutama saat sore hingga malam hari.
Ikon Telepon Lagoi yang Kini Lebih Hidup
Spot telepon ikonik di Lagoi Bay masih tetap ada dan mudah dikenali. Namun, suasana di sekitarnya kini terasa berbeda. Jika dulu area ini terlihat cukup kosong, sekarang spot tersebut sudah menjadi bagian dari kawasan kafe.
Kehadiran meja, kursi, serta aktivitas pengunjung membuat area ini terasa lebih hidup. Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga menikmati suasana sambil bersantai.
Spot Gantungan Kunci yang Masih Tetap Ada
Di tengah berbagai perubahan, ada juga sudut kecil yang masih mempertahankan nuansa lamanya, yaitu spot gantungan kunci. Tempat ini masih dipenuhi berbagai gantungan yang menjadi kenang-kenangan dari para pengunjung.
Tidak banyak perubahan yang terlihat di sini. Spot ini tetap menjadi tempat sederhana yang sering dijadikan latar foto atau sekadar menarik perhatian wisatawan yang lewat.
Tulisan “Lagoi Bay” yang Masih Jadi Ikon
Tulisan besar “Lagoi Bay” yang menghadap ke pantai masih menjadi landmark utama kawasan ini. Sejak dulu, spot ini memang sudah menjadi tempat favorit untuk berfoto.
Hingga kini, bentuk dan posisinya tidak banyak berubah. Meski suasana di sekitarnya mulai lebih ramai, tulisan ini tetap mempertahankan perannya sebagai ikon yang melekat dengan Lagoi Bay. Namun untuk tulisan Made in Bintan sendiri sudah tidak ada lagi karena sudah berganti nama kafe dan terdapat kafe semi outdoor yang baru.
Semakin Banyak Hotel dan Wisatawan
Perkembangan kawasan Lagoi Bay juga terlihat dari semakin banyaknya hotel dan resort yang berdiri di sekitarnya. Kehadiran wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara ASEAN, membuat suasana kawasan ini terasa lebih hidup dibandingkan sebelumnya.
Beberapa hotel bahkan menawarkan pengalaman menginap dengan tarif yang cukup tinggi, mencapai puluhan juta rupiah per malam. Hal ini menunjukkan bahwa Lagoi Bay terus berkembang sebagai destinasi wisata yang semakin diminati.
Perpaduan Kenangan dan Perubahan
Sebagai penutup, kawasan Lagoi Bay kini terasa berkembang jauh lebih pesat dibandingkan beberapa tahun lalu. Meski banyak perubahan yang membuatnya lebih hidup, beberapa sudut tetap mempertahankan bentuk aslinya dan menghadirkan rasa nostalgia tersendiri.
Menurut saya, pada tahun ini Bintan masih tetap menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik, baik bagi warga Kepulauan Riau maupun wisatawan dari luar negeri. Perpaduan antara keindahan pantai, fasilitas yang terus berkembang, serta suasana yang semakin ramai membuat Lagoi Bay tetap layak untuk dikunjungi kembali.
Baca Juga
-
Sehari di Bukit Gundaling: Momen Perpisahan Bersama Teman Sebelum ke Batam
-
Membolang di Namorambe: Tempat 19 Teman dari Berbagai Sirkel Berkumpul
-
Menyusuri Hidden Paradise Deli Serdang: Danau Linting dan Lau Mentar
-
Sehari di Central Park Zoo, Momen Lucu Tak Terduga yang Memorable
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
Artikel Terkait
Ulasan
-
Perspektif Anak yang Menyayat di Novel Di Tanah Lada
-
Rencana Besar: Ketika Skandal Bank Hanya Awal dari Permainan Lebih Gelap
-
Parade Sunyi Penuh Dosa: Menguak Misteri Tersulit ala Keigo Higashino
-
Taman Galaxy Jember: Harmoni Wisata Keluarga, Satwa, dan Taman Bunga
-
Merawat Empati yang Hampir Hilang di Rumah Tanpa Cahaya
Terkini
-
5 Milky Toner Niacinamide untuk Wajah Kusam dan Skin Barrier Rusak
-
Marc Marquez Tunda Perpanjangan Kontrak, Ducati Sudah Cari Pengganti?
-
Sistem Pendidikan Kita Mencetak Saya Jadi Mesin, Bukan Manusia Siap Hidup
-
Menulis di Antara Gemericik Air: Ruang Ternyaman di Warung Bang Ndut Jember
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian