Lintang Siltya Utami | Ukhro Wiyah
Walking on Thin Ice (Prime Video)
Ukhro Wiyah

Seberapa jauh seorang ibu akan melangkah demi melindungi keluarganya?

Pertanyaan tersebut cukup mengganggu saya sepanjang nonton drama Walking on Thin Ice. Di drama tersebut, kita diperlihatkan potret seorang ibu yang hidupnya berubah berantakan sejak kondisi ekonomi keluarganya menjadi kacau karena terlilit utang.

Nalurinya sebagai ibu akhirnya membuat ia melakukan sesuatu yang tak pernah dia pikirkan selama ini. Keputusan yang awalnya terdengar masuk akal—demi keluarga—membawa dirinya terjebak dalam lingkaran yang siap meruntuhkan hidupnya kapan saja.

Sinopsis Walking on Thin Ice

Bercerita tentang Kang Eun-soo (Lee Young-ae), seorang ibu yang awalnya hidup bahagia bersama keluarganya. Namun, semua itu berubah ketika sang suami ternyata terlilit utang yang jumlahnya tidak sedikit.

Bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga, setelah mengetahui fakta tersebut, Eun-soo kembali dikejutkan dengan kenyataan pahit lainnya: suaminya divonis menderita penyakit kanker pankreas. Kondisi tersebut memaksa Eun-soo bekerja lebih keras demi menjaga keluarganya.

Di tengah kondisinya yang serba kepepet ini, ia menemukan sebuah tas besar berisi obat-obatan terlarang yang kemudian membawanya terlibat dalam situasi berbahaya bersama Lee Kyung (Kim Young-kwang).

Ulasan Walking on Thin Ice

Setelah menyaksikan penampilannya menjadi bandar senjata api di drama Trigger, Kim Young-kwang kembali memainkan peran yang cukup mirip. Kali ini, aktor tampan itu didapuk menjadi seorang bandar narkoba.

Sejujurnya, alasan saya menonton drama ini awalnya karena ada Kim Young-kwang. Wajah tampan dan senyum manis yang ia miliki benar-benar memukau saya. Bahkan ketika sosoknya tampil sebagai villain pun, saya tak bisa membencinya. Meski tak membenarkan perbuatannya juga.

Dari segi akting, Lee Young-ae dan Kim Young-kwang tak perlu diragukan lagi. Di sini karakter Eun-soo digambarkan sebagai sosok ibu yang rela melakukan apapun demi melindungi keluarganya.

Sementara itu, Kim Young-kwang memiliki dua wajah. Saat di sekolah, ia dikenal sebagai seorang guru seni yang banyak digandrungi oleh para siswa. Namun di dunia yang lebih gelap, ia menjadi seseorang yang cukup ditakuti. Reputasinya sebagai bandar narkoba tak main-main, dengan koneksi yang cukup luas di kalangan konglomerat.

Kehadiran Eun-soo dalam dunia gelap yang dimiliki oleh Lee Kyung membuat alur drama semakin terasa gelap dan menegangkan. Hidup Eun-soo yang awalnya tenang-tenang saja pun berubah menjadi jungkir-balik penuh tantangan.

Dua aktor papan atas tersebut berhasil menampilkan chemistry yang sangat apik dan solid. Meski memiliki tujuan yang berbeda serta berkali-kali terjebak dalam situasi yang cukup sulit, kerja sama keduanya patut diacungi jempol. Mereka tetap menjadi dua orang yang saling mendukung dan melindungi. Walaupun jujur, terkadang saya dibuat greget dengan tindakan Eun-soo yang terkesan gegabah dan berpotensi merugikan banyak orang.

Selain akting para pemainnya yang membawa alur drama ini menjadi lebih hidup, Walking on Thin Ice juga didukung dengan sinematografinya yang bagus. Bahkan sukses menyajikan suasana mencekam dan penuh ketegangan.

Premis yang diangkat di sini bagi saya sangat menarik. Mulai dari seorang ibu yang hidup normal hingga akhirnya harus kejar-kejaran dengan polisi demi menyembunyikan rahasia besar. Hal ini membuat alur cerita tidak hanya emosional, tetapi juga diiringi dengan suasana tegang yang cukup intens. Meskipun ending-nya masih kurang memuaskan buat saya, drama ini tetap berhasil menyampaikan pesan moralnya.

Menonton Walking on Thin Ice membuat saya menyadari bahwa kadang seseorang tidak berubah menjadi nekat karena ia jahat, tetapi karena keadaan memaksanya tidak memiliki banyak pilihan.

Kang Eun-soo pada awalnya hanyalah seorang ibu biasa yang ingin keluarganya baik-baik saja. Namun, ketika hidup datang bertubi-tubi dengan hutang, penyakit, dan ancaman yang tak kunjung selesai, batas antara keputusan benar dan salah perlahan menjadi kabur. Ada titik di mana bertahan hidup terasa lebih mendesak daripada memikirkan konsekuensi moral.

Dan mungkin, di situlah drama ini terasa cukup menyakitkan. Sebab kita dibuat melihat bagaimana naluri melindungi orang yang dicintai bisa mendorong seseorang masuk ke wilayah yang sebelumnya tidak pernah ingin ia sentuh.

Eun-soo tidak sedang berusaha menjadi pahlawan. Ia hanya seorang ibu yang panik, takut kehilangan, dan terus berlari agar keluarganya tidak hancur. Tetapi semakin jauh ia berlari, semakin dalam pula ia terseret.

Melalui drama ini, saya seperti diingatkan bahwa cinta tidak selalu membuat seseorang melakukan hal-hal indah. Dalam kondisi tertentu, cinta juga bisa membuat orang mengambil keputusan paling berbahaya.

Walking on Thin Ice menunjukkan bahwa hidup memang sering menempatkan manusia pada pilihan yang tidak ideal: menjadi orang baik lalu kehilangan semuanya, atau melakukan hal yang salah demi menyelamatkan yang tersisa. Dan tidak semua orang cukup kuat untuk keluar dari situasi itu tanpa luka.

Jika Sobat Yoursay menyukai drama thriller kriminal dengan ketegangan intens, konflik keluarga, dan tokoh utama perempuan yang terus dipaksa berjalan di batas benar dan salah, Walking on Thin Ice layak masuk watchlist kalian.