Sekar Anindyah Lamase | Gita Fetty Utami
Buku Pohon Tua, Tengkorak, dan Permainan Aneh (dok. pribadi/Gita FU)
Gita Fetty Utami

Rasa ingin tahu (kepo) bukanlah sesuatu hal yang sepele, Sobat. Hal ini telah diakui secara saintis. Seperti yang saya kutip dari laman restless.co.uk., hasil penelitian membuktikan bahwa rasa ingin tahu (curiosity) baik untuk kesehatan otak. Sebab, keingintahuan terhadap hal-hal baru dapat mendorong otak memproduksi neuron baru, serta menciptakan jalur syaraf baru.

Lalu apabila dikaitkan dengan  pembelajaran STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, Matematika) di sekolah pada masa kini, maka rasa ingin tahu adalah dasar bagi proses berpikir ilmiah para siswa. Proses inilah yang nantinya menuntun mereka menjadi siswa yang kritis dan cerdas, sesuai tujuan awal.

Namun sayang, belakangan ini kita dibuat prihatin dengan minimnya rasa ingin tahu dalam diri para pelajar. Entah karena mereka telanjur dimanjakan oleh teknologi dan internet, atau memang kultur pembelajaran di banyak sekolah yang lebih menekankan pada nilai dan kepatuhan siswa? Satu hal yang sudah jelas, ini tak bisa dibiarkan  berlarut-larut.

Maka dalam konteks seperti itulah buku cerita anak berjudul Pohon Tua, Tengkorak, dan Permainan Aneh muncul ke hadapan pembaca. Karena tag line-nya berbunyi: Kumpulan Cerita Teka-Teki untuk Anak yang Selalu Ingin Tahu.  

Di dalamnya berisi 30 cerita pendek (hanya satu halaman) hasil karya enam penulis cerita anak yang sudah cukup ternama. Setiap cerita diakhiri dengan teka-teki. Sehingga rasa penasaran anak-anak (diharapkan) tergugah demi  mencari jawaban yang tepat.

Selain memuat cerita yang amat pendek, buku ini juga dihiasi ilustrasi hitam putih. Ada pula cerita yang berwujud komik singkat. Sementara untuk teka-tekinya dibagi ke dalam lima kategori, yaitu: horor, humor, makanan, petualangan, dan dongeng. Masing-masing kategori diisi enam judul cerita dengan alur sederhana.

Pada  cerita Pohon Tua karya Iwok Abqary, tokoh Dodit terbelit sulur-sulur sebuah pohon tua. Ia hanya bisa bebas jika bisa menjawab teka-teki dari si pohon dalam waktu 30 detik.

Teka-teki itu berbunyi demikian: terkadang dia ada dua, tiga, atau banyak. Mereka selalu bersamamu ke mana-mana. Dia bisa menjadi pendek atau panjang sekali. Siapakah dia? (hal. 4).

Di kisah Pemilik Restoran yang Merepotkan karya Noor H. Dee, sang pemilik restoran sering muncul tiba-tiba di dapur hanya untuk main tebak-tebakan. Inilah teka-tekinya: di luar padat, di dalam cair. Dimakan terasa manis. Apakah itu? Salah seorang kokinya tentu bisa menjawab, tapi dia kesal sekali karena pekerjaannya menjadi terhambat gara-gara harus menjawab tebakan itu (hal. 24).

Di kisah Wortel Sebesar Roket karya Widya Ross, pembaca diajak membantu Penyihir Ze menerbangkan panen wortelnya yang sebesar roket dari ladang ke lumbung. Sayangnya, mantra sihir yang tepat tidak bisa terbaca kecuali Penyihir Ze menjawab teka-teki dari si buku sihir. Teka-tekinya tertulis begini: jauh tapi kehadirannya terasa. Muncul dan menghilang di tempat yang berbeda. Setiap hari dia selalu ada. Kalian tahu jawabannya? (hal. 44).

Secara keseluruhan buku ini layak diapresiasi. Saya rekomendasikan untuk  pembaca usia SD. Saya yakin, anak-anak tidak akan kesulitan mencari tahu jawabannya. Bahkan rasa penasaran mereka akan terpancing keluar. Pembaca dewasa pun amat boleh menjadikan buku ini sebagai hiburan melepas penat, sembari tersenyum-senyum sendiri kala menjawab teka-tekinya.  

Pada akhirnya, usaha dan sinergi dari para penulis, ilustrator, penerbit, dalam menghadirkan bacaan yang mendidik bagi anak-anak tidak akan masif dampaknya tanpa campur tangan para pemangku kebijakan. Namun, alih-alih menunggu keluarnya kebijakan resmi tersebut, agaknya kita harus terus bergerak mencari jalan keluar. Dan tugas saya sebagai pembaca ialah turut menyebarluaskan karya semacam ini dalam bentuk ulasan yang positif.

Selamat membaca, dan menjemput perubahan lebih baik, Sobat Yoursay!      

Identitas Buku:

Judul : Pohon Tua, Tengkorak, dan Permainan Aneh

Penulis : Noor H. Dee, Widya Ross, Iwok Abqary, Ina Inong, Hilmy An Nabhany, Aan Wulandari

Ilustrator : Miski Nabila

Tebal : 55 hlm.

Cetakan ke-1 : Maret 2026

Penerbit : Asik Terbit