Berbicara tentang keuangan, salah satu hal yang cukup menggelitik bagi saya pribadi adalah fenomena ketika orang Cina/Tionghoa di Indonesia itu cenderung lebih sukses dari orang Indonesia sendiri.
Memang tidak semuanya, tetapi jarang sekali kita menyaksikan orang Cina yang melarat. Kebanyakan di antara mereka pasti menjadi pengusaha atau pebisnis yang sukses. Lantas, apa sih rahasianya?
Hal itu dikupas tuntas dalam buku berjudul 'Resep Kaya ala Orang Cina' yang ditulis oleh Eka Dharma Pranoto. Buku ini membahas tentang rahasia sukses orang-orang Tionghoa di Indonesia.
Meskipun buku ini tidak membahas survei lapangan dengan data yang banyak, tapi buku ini berlandaskan pemikiran dan pengalaman langsung dari penulis yang sudah menjalankan kiat-kiat sukses yang dipaparkan.
Adapun resep kaya ala orang Cina yang dibahas meliputi definisi kekayaan, pentingnya menjadi pengusaha, sistem bisnis Tionghoa, pewarisan bisnis, konsistensi dan kreativitas, dan mental pengusaha Tionghoa.
Penulis menjelaskan bahwa semua orang pada dasarnya bisa kaya. Orang pribumi pun juga sebenarnya banyak yang kaya raya. Kekayaan sama sekali tidak bergantung dengan apapun ras, agama, adat istiadat atau gender tertentu. Hal yang membedakan hanyalah pola pikir tentang kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.
Bagi orang Tionghoa, kaya bukan berarti punya banyak uang. Orang Tionghoa yang kaya raya menurut penulis justru adalah mereka yang hanya memiliki sedikit uang tunai tetapi menyimpan lebih banyak aset produktif. Oleh karena itu, sangat penting untuk punya keahlian dalam berinvestasi pada aset.
Orang Tionghoa kebanyakan memiliki reksadana, investasi emas, punya toko dengan beberapa cabang, hingga membeli rumah atau properti lain untuk disewakan atau dijual dengan harga lebih tinggi. Uang tunai bagi mereka hanya diperuntukkan sebagai dana darurat.
Untuk bisa mewujudkan aset yang produktif, penulis menjelaskan berbagai kiat untuk investasi. Penulis juga amat menyarankan untuk mempelajari beberapa referensi lain yang dicantumkan di buku ini untuk menguasai keahlian berinvestasi sebelum benar-benar berkecimpung di dalamnya. Jika sudah memiliki keahlian, kita bisa memulai untuk rutin berinvestasi setiap bulan meski sekecil apapun.
Tips yang tak kalah penting untuk diterapkan adalah mengurangi pengeluaran. Kita semua barangkali sudah mengetahui hal mendasar seperti ini. Hanya saja, komitmen untuk mengurangi pengeluaran tersebut seringkali sulit direalisasikan.
Oleh karena itu, salah satu kiat yang bisa dicoba agar disiplin dalam mengelola pengeluaran adalah dengan membuat komitmen keuangan secara tertulis. Dengan menuliskan dan menyimpan komitmen tertulis tersebut di tempat yang strategis, kita akan selalu diingatkan untuk disiplin dalam mengelola pengeluaran.
Rahasia kaya yang selanjutnya adalah belajar bisnis. Bisnis inilah yang kemudian menjadi rahasia utama percepatan kekayaan orang-orang Tionghoa. Hanya saja, bisnis memang bukan pekerjaan yang mampu dilakukan oleh semua orang.
Tapi bagi mereka yang memang berniat untuk bisnis, tips yang dipaparkan penulis cukup insighful. Mulai dari bagaimana berjejaring, membuat komitmen agar tidak mudah menyerah dan berganti jenis bisnis, mengembangkan bisnis, dan tips praktis lainnya.
Kelebihan dari buku ini adalah pembahasannya yang mudah dipahami, sistematis, dan setiap akhir bab terdapat rangkuman yang memudahkan pembaca untuk mengingat poin-poin terpenting dari setiap pembahasan.
Hanya saja, kekurangannya barangkali terletak pada minimnya data dan studi lapangan. Penulis hanya mencantumkan beberapa tips berdasarkan pengalaman nyata dari segelintir orang saja.
Namun, terlepas dari hal tersebut, buku ini lumayan inspiratif. Bagi Sobat Yoursay yang juga penasaran tentang resep kaya ala orang cina yang tidak sekedar mengandalkan hoki atau keberuntungan, buku ini bisa menjadi rekomendasi bacaan yang cukup menarik untuk disimak!
Tag
Baca Juga
-
The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat
-
Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'
-
Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops
-
Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan
-
What's Keeping You Broke: Kebocoran Finansial yang Sering Tidak Disadari
Artikel Terkait
-
Runtuhnya Mahkota, Terbitnya Cahaya: Babak Baru Persahabatan di Komet Minor
-
Novel Bayang Sofea: Antara Pertaruhan Nyawa dan Ambisi
-
Pendidikan sebagai Self-Love: Benarkah Investasi Terbaik untuk Perempuan?
-
Buku Puisi 'Di Hadapan Rahasia': Sebuah Buku untuk Perbaikan Mental
-
Menjadi 'Pemantik Api' Diri Sendiri dalam Buku The Fire Starter Sessions
Ulasan
-
Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara
-
Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan
-
Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS
-
Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik
-
Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4
Terkini
-
Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?
-
Prank Hihu: Ketika Kebebasan Bercanda Berhadapan dengan Etika Sosial
-
Sinopsis The Palace Stewardess, Dracin Ding Yu Xi dan Song Zu Er di WeTV
-
Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal
-
Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!