M. Reza Sulaiman | Oktavia Ningrum
Cinta Paling Rumit (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Melalui Cinta Paling Rumit, yang diterbitkan Grasindo pada 2024, penulis asal Sumatra Barat itu menawarkan sesuatu yang lebih luas. Buku setebal 352 halaman ini bukan sebuah novel utuh, melainkan antologi berisi 28 cerita pendek yang menghadirkan beragam wajah cinta.

Mulai dari romansa, keluarga, persahabatan, idealisme, hingga kecintaan terhadap tanah air. Judul Cinta Paling Rumit memang memberi kesan bahwa seluruh isi buku akan berkutat pada hubungan asmara.

Nyatanya, Boy Candra justru memperlihatkan bahwa cinta tidak pernah hadir dalam satu bentuk. Cinta bisa menjadi sumber kebahagiaan, tetapi juga melahirkan luka, kehilangan, pengorbanan, bahkan keberanian memperjuangkan sesuatu yang diyakini benar.

Isi Buku

Cerita-cerita awal seperti "Cinta Paling Rumit", "Kau adalah Bahaya yang Sengaja Kumasuki", "Hantu", dan "Hari Paling Pahit" membawa pembaca memasuki relasi dua insan yang dipenuhi keraguan, harapan, dan perasaan yang tidak selalu berbalas. Boy Candra tetap mempertahankan ciri khasnya melalui kalimat-kalimat puitis yang sederhana, tetapi mampu menyentuh sisi emosional pembaca. Bahasa yang mengalir membuat kisah-kisah tersebut terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.

Di sisi lain, antologi ini juga menyuguhkan cerita yang lebih hangat dan optimistis. Cerpen seperti "Selembar Kertas dari Umar", "Hilang", dan "Empat Surat Tanpa Kartu Pos" menghadirkan romansa yang lembut sekaligus menghibur. Melalui tokoh-tokohnya, Boy Candra menunjukkan bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan perpisahan. Ada pula kisah-kisah yang mengajarkan pentingnya kesetiaan, kejujuran, dan keberanian mengungkapkan perasaan.

Keunggulan utama buku ini justru terletak pada keberaniannya keluar dari tema percintaan. Memasuki pertengahan buku, pembaca diajak menyaksikan berbagai persoalan sosial yang jarang muncul dalam karya-karya romantis. Cerpen "Anak Lelaki yang Dilahirkan dan Dibesarkan oleh Kesepian", "Dasar Jurang", "Sobekan di Alis Mata Itu Membekas Sampai Hari Ini", serta "Lima Belas Wasiat Ibu" menggambarkan kerasnya kehidupan masyarakat kecil, ketidakadilan sosial, hingga perjuangan seseorang untuk bertahan hidup.

Cerita-cerita tersebut memperlihatkan bahwa cinta juga hadir dalam bentuk kasih sayang orang tua, pengorbanan keluarga, dan keteguhan menghadapi penderitaan.

Boy Candra juga menghadirkan nuansa yang berbeda melalui cerpen "Sahabatku Bernama Asang" dan "Elegi dari Madisan". Kedua cerita ini mengangkat semangat perjuangan, keberanian melawan ketidakadilan, serta kecintaan terhadap bangsa. Tema-tema tersebut menunjukkan bahwa cinta tidak selalu berkaitan dengan pasangan, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk idealisme dan tanggung jawab sosial.

Tidak berhenti di situ, beberapa cerita seperti "Diary Luna", "Ashiran Munak Telah Mati", "Dia yang Dilahirkan dari Kesedihan", dan "Samsul & Sumarni" membawa pembaca memasuki wilayah yang lebih unik, bahkan sedikit absurd. Kehadiran unsur misteri dan horor menjadi penyegar di tengah dominasi cerita romantis. Eksplorasi tema ini memperlihatkan keberanian Boy Candra keluar dari zona nyaman yang selama ini melekat pada dirinya sebagai penulis kisah cinta.

Kelebihan dan Kekurangan

Dari sisi gaya bahasa, Boy Candra tetap mempertahankan kekuatan utamanya, yaitu penggunaan kalimat-kalimat reflektif yang mudah dikutip dan menyentuh emosi pembaca. Namun, pada beberapa cerpen, alur cerita terasa menggantung dan penyelesaiannya kurang tuntas. Ada pula bagian yang terkesan mengulang gagasan sehingga ritme cerita sedikit melambat.

Meski demikian, kelemahan tersebut tidak mengurangi daya tarik keseluruhan buku yang kaya akan variasi tema.

Yang membuat Cinta Paling Rumit menarik adalah kemampuannya mengajak pembaca memaknai cinta dari berbagai perspektif. Cinta kepada kekasih, orang tua, sahabat, kampung halaman, cita-cita, hingga nilai-nilai kemanusiaan hadir berdampingan dalam satu antologi. Boy Candra seolah ingin mengatakan bahwa hidup memang dipenuhi berbagai bentuk cinta, dan masing-masing memiliki kerumitannya sendiri.

Pada akhirnya, Cinta Paling Rumit bukan hanya kumpulan cerita tentang romansa. Buku ini merupakan refleksi tentang kehidupan yang dipenuhi kehilangan, harapan, perjuangan, dan keberanian untuk tetap mencintai di tengah berbagai luka. Melalui 28 cerpen yang beragam, Boy Candra membuktikan bahwa cinta tidak pernah sesederhana yang dibayangkan, tetapi justru karena kerumitannya itulah manusia terus belajar memahami dirinya sendiri dan orang lain.

Identitas Buku

  • Judul Buku: Cinta Paling Rumit
  • Penulis: Boy Candra
  • Penerbit: Grasindo 
  • Tanggal Terbit: 8 Februari 2024 
  • Tebal: 352 halaman
  • ISBN: 9786020530673
  • Kategori: Fiksi, Romance, Antologi Cerpen