"Apa yang akan aku lakukan jika waktuku hidup di dunia ini hanya tersisa satu minggu?"
Pertanyaan itu terus terngiang di benak saya sepanjang menonton drama Way Back Love. Pertama mendengarnya, mungkin saya akan terkejut, bingung, dan merasa semua terlalu cepat. Saya bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan secara langsung, jadi mungkin saya akan memilih menulis surat untuk orang-orang yang saya sayangi. Setelah itu, saya ingin menemui mereka satu per satu, menciptakan kenangan terakhir, lalu melakukan hal-hal yang selama ini belum sempat saya lakukan.
Kurang lebih itulah gambaran yang terus muncul di kepala saya selama mengikuti perjalanan Jeong Hee-wan. Namun, berbeda dengan saya yang hanya membayangkannya, Hee-wan benar-benar harus menghadapi kenyataan bahwa hidupnya tinggal tersisa tujuh hari. Dari situlah perjalanan emosional dalam drama ini dimulai.
Sinopsis Way Back Love
Way Back Love bercerita tentang Jeong Hee-wan (Kim Min-ha), seorang perempuan berusia 24 tahun yang mengasingkan diri dari dunia setelah kehilangan cinta pertamanya, Kim Ram-woo (Gong Myung). Sejak kematian Ram-woo saat mereka masih duduk di bangku SMA, Hee-wan hidup dalam rasa bersalah yang terus menghantuinya.
Suatu hari, Ram-woo tiba-tiba muncul kembali di hadapan Hee-wan. Namun, kali ini ia bukan lagi manusia, melainkan Malaikat Maut yang datang membawa kabar mengejutkan. Hee-wan diberitahu bahwa dirinya hanya memiliki waktu tujuh hari lagi untuk hidup.
Di sisa waktu tersebut, Ram-woo menemani Hee-wan menyelesaikan berbagai hal yang belum sempat ia lakukan. Bersama-sama, mereka kembali mengingat kenangan masa sekolah, bertemu orang-orang yang pernah berarti dalam hidup mereka, dan perlahan menghadapi luka yang selama ini terus dipendam.
Ulasan Way Back Love
Jujur saja, saya awalnya nonton drama ini cuma karena iseng. Melepas penat di sela-sela rutinitas bimbingan skripsi dan penelitian setahun lalu. Saya pikir, genre romansa cukup ringan untuk ditonton di masa itu. Namun, ternyata drama ini punya banyak adegan emosional yang sukses bikin saya banjir air mata saat menonton.
Sejak episode pertama, suasana dramanya sudah terasa sendu. Hee-wan digambarkan sebagai seseorang yang kehilangan semangat menjalani hidup. Kehilangan Ram-woo mengubah pribadinya yang ceria dan mudah bergaul menjadi sosok yang menutup diri dari lingkungan sekitar dan terus menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa Ram-woo. Melihat kondisinya seperti itu, saya cukup mudah memahami mengapa karakter ini terasa begitu realistis.
Kim Min-ha berhasil membawakan sosok Hee-wan dengan sangat baik. Kesedihan yang ia rasakan tidak selalu ditunjukkan lewat tangisan. Justru melalui tatapan kosong, ekspresi lelah, dan caranya menjalani hari-hari tanpa tujuan, penonton bisa ikut merasakan betapa berat beban yang ia simpan selama bertahun-tahun.
Meskipun memahami alasannya, tetapi saya sedikit kurang menyukai karakter Hee-wan yang seolah merasa hanya dia saja yang paling menderita dan merasa kehilangan. Kehilangan orang terdekat itu memang berat, tetapi di sini Hee-wan seolah enggan untuk belajar melepaskan dan menerima kenyataan bahwa Ram-woo memang sudah pergi untuk selamanya. Padahal perasaan itu justru membuat hidupnya jalan di tempat. Ia seperti hanya hidup untuk menjalani hari-hari tanpa tujuan.
Di sisi lain, karakter Kim Ram-woo saat menjadi Malaikat Maut masih mirip dengan dirinya semasa hidup. Ia hadir di sisi Hee-wan sebagai sosok yang hangat, lembut, dan penuh perhatian. Interaksinya dengan Hee-wan terasa sederhana, tetapi mampu menyampaikan begitu banyak emosi tanpa harus menggunakan dialog yang berlebihan.
Sejujurnya, meskipun banyak adegan yang membuat saya menangis, drama ini juga memiliki sisi lain yang menghibur. Terutama saat kita ditunjukkan kilas balik masa SMA Ram-woo dan Hee-wan. Semua kenangan yang sempat terjadi di antara keduanya bukan hanya membuat hubungan mereka terasa lebih bermakna, tetapi juga menjelaskan mengapa Hee-wan begitu sulit melepaskan masa lalunya. Baik Gong Myung maupun Kim Min-ha, keduanya berhasil menampilkan chemistry yang begitu solid hingga membuat kisah dalam drama terasa semakin menyentuh.
Setelah menonton Way Back Love, saya merasa drama ini ingin mengingatkan bahwa mencintai seseorang yang telah pergi bukan berarti kita harus berhenti menjalani hidup. Kehilangan memang akan selalu meninggalkan luka. Namun, bukan berarti kita harus terus hidup di dalam kenangan yang sama.
Pesan lainnya dalam drama ini adalah tentang menghargai hidup yang kita miliki. Kita tak tahu akan hidup untuk berapa lama. Karena itu, selagi masih diberi kesempatan, mungkin yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar saat waktunya kita pergi nanti sudah tak ada penyesalan yang tersisa.
Meskipun premisnya terkesan klise dan alurnya mudah ditebak, menurut saya Way Back Love tetap layak ditonton. Selain punya durasi singkat dan alur cukup padat, drama ini juga mengandung pesan mendalam tentang arti hidup dan belajar berdamai dengan kehilangan. Jadi, kalau Sobat Yoursay sedang mencari drama dengan kisah yang hangat, emosional, dan mampu membuat hati terasa sesak sekaligus tenang di waktu yang bersamaan, Way Back Love layak masuk watchlist. Sebelum nonton, jangan lupa siapin tisu, ya!
Baca Juga
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Review My Name: Perempuan yang Menghabiskan Hidupnya demi Balas Dendam
-
Sekali Duduk Tamat! 7 Rekomendasi Drakor yang Bikin Susah Berhenti Nonton
-
Review Anna: Drama yang Membuktikan bahwa Kebohongan Tak Membawa Ketenangan
-
Drama Flower of Evil: Saat Seorang Detektif Harus Selidiki Suaminya Sendiri
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bukan Hantu Menyeramkan! Ini Alasan "Aggie and the Ghost" Begitu Lucu
-
Sisi Gelap Drama The East Palace: Ketika Kekuasaan Membutakan Hati Nurani
-
Ojol Nyamar Jadi Orang Kaya Demi Cinta, Film Free Wifi Sindir Telak Budaya Pamer Media Sosial!
-
Drama Teach You a Lesson, Aksi Agen BPHP dalam Menumpas Kejahatan Remaja
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
Terkini
-
Remime: Menjaga Pantomim Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman
-
Ketika Negara Lebih Sibuk Memberi Makan daripada Pastikan Anak Bisa Belajar
-
Marvel Umumkan Film Ghost Rider Terbaru, Ryan Gosling Jadi Bintang Utama
-
"Offline Is the New Luxury": Ketika Tidak Memegang Ponsel Adalah Kemewahan Baru
-
Prabowo Cap Wartawan Londo Ireng: Saat Kritik Dibalas Stigma, Demokrasi Dikorbankan?