Lintang Siltya Utami | Nafi'atun nisa'
Review Buku Insecurity Is My Middle Name (Dok.Pribadi/Nafi'atunnisa')
Nafi'atun nisa'

Buku yang memiliki total 264 halaman ini menuliskan hal-hal yang menjadi keresahan setiap manusia. Judulnya Insecurity Is My Middle Namesesuai namanya ada banyak sekali topik yang berpotensi membuat manusia insecuremulai dari fisik, percintaan, pencapaian akademik, karir, pilihan orang tua, hingga keresahan yang dirasakan manusia terkait masalah pernikahan.

Buku bergenre self improvment ini ditulis oleh Alvi Syahrin, seorang penulis yang kerap menerbitkan karya best seller. Buku ini seperti ruang bercerita antara penulis dan pembaca, karena isi dan gaya penulisannya seolah mengajak pembaca berdialog dua arah. Meski kenyataanya pembaca hanya bisa menjawab pertanyaan di buku dalam hati, tidak di depan penulisnya langsung.

Menurut saya buku ini unik sekali, kenapa? Karena buku ini cukup to the point dalam menyorot sisi-sisi insecure yang biasanya hanya disimpan orang di hati terdalamnya. Sisi rapuh yang umumnya dipendam, sekalipun diceritakan hanya kepada orang terdekat.

"Insecurity 1: aku sama sekali nggak good-looking." (halaman 13)

Kalimat itu secara gamblang ditaruh pada pembahasan pertama, membuat siapa pun yang memiliki insecuritas terkait fisik akan mendalaminya lebih jauh. Termasuk saya, dan pada halaman berikutnya saya tidak disuguhkan dengan penghakiman. Tetapi dipertemukan dengan opsi lain yang lebih menenangkan, sekalipun tidak memiliki keunggulan pada sisi fisik, ada puluhan opsi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan value seseorang.

"You don't have to be beautiful. You can be educated, and that's still beautiful in some ways." (halaman 17)

Kalimat pada halaman 17 buku  ini padat, namun sangat bermakna untuk saya. Tidak bisa dipungkiri masalah fisik rawan membuat manusia merasa tidak percaya diri. Tapi kabar baiknya itu bukan akhir dari dunia, karena fisik bukan sesuatu yang bida dipilih sejak lahir. Hal yang bisa dikendalikan adalah cara merawatnya, dan cara membuat diri kita lebih berharga meski memiliki fisik biasa saja.

Buku ini menggunakan bahasa yang relate dengan kehidupan Gen-Z, kombinasi bahasa Inggris dan bahasa kekinian. Tak hanya itu, penulis juga menggunakan kombinasi tulisan dan visual, jadi orang-orang yang tidak suka membaca pun tetap bisa menamatkan buku ini. Betul, dari total 264 halaman, komposisi tulisannya lebih sedikit. Bahkan satu halaman terkadang hanya tertulis satu kalimat. Meskipun sedikit, tulisannya tetap mengandung makna tersendiri.

Selain membahas masalah fisik, buku ini juga menyoroti dilema karir. Banyak manusia yang suka membandingkan pencapaian teman satu generasi dengan dirinya sendiri. Melihat teman yang berhasil meraih pekerjaan bergengsi terkadang membuat saya mempertanyakan pencapaian saya sendiri. Jujur saja, bukannya semakin tenang justru saya merasa tidak percaya diri.

"Insecurity 28: aku sudah kalah jauh dari teman-temanku." (Halaman 172)

Kalimat tersebut sangat relate dengan diri saya. Terkadang, saking insecure-nya saya menghindar dari topik yang behubungan dengan pencapain diri. Tapi buku ini lagi-lagi menghadirkan sudut pandang yang berbeda. Sebuah kata yang menenangkan, tapi tetap ada sisi optimisme untuk mengubah keadaan saat ini. Penulis memvalidasi perasaan seperti ini, namun tetap memotivasi para pembaca untuk upgrade kualitas diri. Bukan untuk berkompetisi dengan orang lain, tapi untuk ketenangan orang tersebut juga.

Ada total 45 insecurity dalam buku ini. Setiap bab akan diisi dengan kata-kata yang bisa membantu saya berdamai, meski tidak langsung 100%, kata-kata tetap memiliki peran. Bab terakhir berisi sesuatu yang bisa membuat saya berdamai dengan sejumlah kekurangan yang ada di diri saya. Penulis menyorot pentingnya penerimaan terhadap diri sendiri sebagai langkah awal, lalu fokus kepada aspek yang bisa dikendalkan.

Itu dia review buku Insecurity Is My Middle Name. Sebuah buku yang mengajarkan kepada saya bahwa rasa insecure tidak boleh membuat saya bersembunyi, melainkan harus menjadi hal yang mendampingi saya bertumbuh.

Identitas Buku:

  • Judul: Insecurity Is My Middle Name
  • Penulis: Alvi Syahrin
  • Penerbit :Alvi Aldhi Publishing
  • Cetakan: 1, 2021
  • ISBN:978-623-97002-0-1
  • Genre: Self Improvment/Self Help

Baca Juga