Drama Korea The East Palace yang dibintangi oleh Nam Joo-hyuk dan Roh Yoon-seo sukses besar dan mengundang banyak perhatian pecinta drama Korea di seluruh dunia. Pasalnya, cerita ini mengangkat tema unik dengan latar zaman Joseon 300 tahun lalu, yaitu kisah horor yang menghantui wilayah istana bagian utara. Nam Joo-hyuk yang berperan sebagai ahli fengshui bekerja sama dengan Roh Yoon-seo, sang tuan putri, untuk mengusir arwah jahat.
Di tengah gelapnya pertarungan dengan arwah jahat, ada satu makhluk astral yang mencuri perhatian, Ggeomeoksali. Wujudnya yang imut sukses mencuri perhatian para penonton. Tapi, di bailk keimutannya, ternyata Ggeomeoksali ini banyak ditakuti oleh masyarakat Korea karena bisa menyerap energi. Nah, biar kenal lebih dekat, simak 5 fakta menarik dari Ggeomeoksali ini, yuk!
1. Meskipun Digambarkan Menggemaskan, Ggeomeoksali Bisa Jadi Monster
Ggeomeoksali awalnya mulai muncul di episode 2 di gudang garam istana timur. Gu-cheon (Nam Joo-hyuk) yang melihatnya langsung berlari dan ketakutan karena tahu ia bukan hanya sekadar makhluk dengan wujud menggemaskan. Ia menempel pada Gu-cheon dan suka memakan tteok atau rice cake seperti anak kecil.
Meski begitu, Ggeomeoksali bisa berubah menjadi monster kuat menakutkan saat ia berada di dunia arwah. Seperti saat ia menolong Gu-cheon ketika ia menghadapi arwah yang menyerupai ibunya.
2. Perwujudan dari Rasa Takut Manusia
Seperti yang dikatakan dalam drama, Ggeomeoksali bukan berasal dari arwah manusia yang mati. Ternyata, makhluk mitologi Korea ini merupakan perwujudan dari rasa takut manusia itu sendiri. Biasanya makhluk ini dipercaya sering muncul di tempat-tempat sepi pada malam hari. Saat bertemu dengan manusia, ia akan mengincar dan membuatnya seperti 'ketempelan'. Kalau orang itu takut dan lari, Geomeoksali akan semakin suka dan menempel makin erat. Sebaliknya, jika orang itu biasa saja dan tidak merasa takut, Geomeoksali yang akan kabur. Inilah sebabnya kenapa Ggeomeoksali hanya akan hidup dari rasa takut manusia.
3. Bisa Menyedot Energi Yang Manusia Sampai Mati
Selain menempel pada manusia, Ggeomeoksali akan menyedot energi Yang inangnya sebanyak-banyaknya. Makanya, meskipun terlihat imut, Gu-cheon takut jika makhluk ini mengikutinya dan menyerap semua energi Yang-nya. Karena jika energi yang tersedot terlalu banyak, manusia akan merasa takut yang berlarut-larut hingga akhirnya mati.
Di drama The East Palace, Ggeomeoksali menyerap energi Yang dari Dayang Jang saat Gu-cheon ketahuan masuk kamarnya. Tidak sampai mati, Dayang Jang hanya ketakutan hingga merasa lemas lalu pingsan.
4. Jadi Pertanda Apakah Seseorang Masih Hidup atau Sudah Mati
Ggeomeoksali selalu menempel pada manusia dan akan mengikuti kemana pun mereka pergi. Di episode terakhir The East Palace, Gu-cheon menyayat lehernya dan dinyatakan meninggal dunia oleh beberapa orang. Putri Saeng-gang yang tidak memercayainya tetap setia menunggu hingga ia bangun. Tiba-tiba, tteok atau kue beras di sebelahnya jatuh dengan sendirinya. Ia langsung menyadari keberadaan Ggeomeoksali yang selalu menempel pada Gu-cheon yang artinya ia masih hidup.
Ggeomeoksali menjadi salah satu makhluk astral yang menarik perhatian dalam The East Palace. Di balik wujudnya yang menggemaskan, ternyata makhluk ini memiliki kemampuan yang cukup mengerikan dan membuatnya ditakuti. Kehadirannya pun semakin memperkaya unsur horor dalam drama sekaligus membuat penonton penasaran dengan berbagai makhluk supernatural dalam cerita dan budaya Korea. Kamu gemas atau takut sama Ggeomeoksali?
Baca Juga
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?
-
7 Slang Gen Z yang Masuk KBBI, Bukti Bahasa Indonesia Terus Berkembang!
-
5 Pelajaran Hidup dari Novela Metamorfosis: Hargai Diri Sendiri, Yuk!
-
Kenapa Tulisan dengan Tanda Baca Em Dash Sering Dianggap AI? Ini Faktanya!
Artikel Terkait
-
Ulasan Ghost Doctor: Menggali Makna Empati dan Kemanusiaan di Dunia Medis
-
5 Rekomendasi Drakor Investigasi Beragam Profesi dengan Kasus yang Seru
-
Ulasan Recipe for Farewell: Memaknai Perpisahan Lewat Sepiring Masakan
-
Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam
-
Kenapa One Dollar Lawyer Disebut Drama Hukum Paling Beda? Ini Alasannya!
Ulasan
-
Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube
-
Ulasan Film The Imaginary: Ketika Imajinasi Menjadi Tempat untuk Bertahan
-
Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah
-
Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya
-
GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!
Terkini
-
Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko
-
Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga
-
Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi
-
Comeback Pertama Sejak Debut, UNCHILD Unjuk Sisi Unik di Lagu TiNG TiNG
-
Bebas Kemerahan! 5 Soothing Sheet Mask Korea Penyelamat Kulit