M. Reza Sulaiman | Reza Agustin
The Sheep Detectives/Just Watch
Reza Agustin

Pernahkah membayangkan sekawanan domba-domba lucu berusaha menginvestigasi sebuah kasus pembunuhan? Lebih spesifiknya domba-domba ini sedang mencari siapakah dalang dari pembunuhan penggembala mereka?

Inilah premis dari film The Sheep Detectives (2026) yang diangkat dari sebuah novel berjudul Glennkill: Ein Schafskrimi atau Three Bags Full karya Leonie Swann yang terbit tahun 2005. Ini adalah film yang relatif santai walaupun merupakan film bergenre misteri karena dikemas dengan komedi dan bisa jadi tontonan untuk keluarga.

Domba-Domba Penyuka Cerita Detektif Berusaha Memecahkan Misteri

George Hardy (Hugh Jackman) adalah seorang petani sederhana yang tinggal dengan sekawanan dombanya di daerah perdesaan terpencil Denbrook, Inggris. George tak memperlakukan domba-dombanya sebagai ternak, ia memperlakukan mereka layaknya peliharaan yang disayang-sayang, memberikan domba-domba itu nama, dan merawat mereka dengan baik. Ia bahkan memiliki kebiasaan membacakan novel detektif kepada domba-dombanya. Mengira mereka sekawanan domba itu sama sekali tak mengerti. Namun, domba-dombanya malah sangat menggemari cerita-cerita detektif dan misteri.

Mimpi buruk terjadi ketika George ditemukan tak bernyawa dalam kondisi misterius. Tim Derry (Nicholas Braun) satu-satunya polisi di desa tersebut dituntut untuk segera menemukan pelaku pembunuhan George. Masalahnya, Derry adalah polisi yang kikuk dan tidak terlihat cakap sehingga para domba pun harus turun tangan membantu Derry menemukan tersangkanya. Lily (Julia Louis-Dreyfus) domba betina yang cerdas dan selalu menerka dengan benar penjahat di novel-novel yang dibacakan George; Mopple (Chris O'Dowd) domba jantan yang selalu ingat; Sebastian (Bryan Cranston) domba jantan hitam penyendiri yang menyimpan rahasia tersembunyi.

Walaupun jago ketika memecahkan cerita kriminal di novel, rupanya memecahkan kasus kriminal di dunia nyata ternyata jauh lebih rumit dan kompleks. Lily, Mopple, dan Sebastian pun harus berhadapan dengan banyak variabel lain.

Mulai dari kemunculan reporter bernama Elliot Matthews (Nicholas Galitzine) yang tertarik menyelidiki kasus ini untuk mendapatkan promosi di tempat kerja, Pendeta Hillcoate (Kobna Holdbrook-Smith), Caleb Merrow (Tosin Cole) sesama penggembala yang pernah bermaksud menggabungkan kawanan domba mereka tetapi ditolak oleh George, Ham Gilyard (Conleth Hill) pemilik toko daging, Beth Pennock (Hong Chau) pemilik penginapan yang diam-diam menaruh hati pada George, Lydia Harbottle (Emma Thompson) pengacara George, lalu seseorang yang lebih tidak terduga lagi.

Rebecca Hampstead (Molly Gordon) putri George yang tidak semua orang tahu, ia jauh-jauh datang dari Amerika untuk mengurus warisan jutaan dollar peninggalan sang ayah.

Para domba tersebut memutar kepala dengan ekstra keras untuk menemukan siapa saja otak dari pembunuhan George dan siapa pula yang seharusnya tidak masuk ke dalam daftar pelaku. Dengan kelucuan dan keluguan domba, perjalanan mereka dalam mencari kebenaran akan kematian George menjadi lucu, menarik, sekaligus mengharukan.

Sarat Akan Pesan Untuk Dijadikan Pelajaran

Menonton film ini, saya banyak mengambil pesan-pesan tersirat yang coba dimasukkan. Misalnya para domba ini memilih untuk melupakan hal ketika merasa terlalu menyakitkan untuk diingat tanpa pernah memahami bahwa melupakan adalah sebuah kerugian. Mengingat bukanlah menyimpan kenangan menyakitkan, mengingat adalah bagian dari pendewasaan seseorang.

Di film ini kita juga akan diajarkan tentang pentingnya menghakimi seseorang. Ini sebuah film detektif, bukankah sudah sewajarnya menghakimi seseorang untuk menemukan pelakunya? Oh, mari kesampingkan sebentar soal itu, ya. Para domba selalu memandang rendah seorang anak domba yang lahir di musim dingin, sehingga kesaksiannya untuk membantu penyelidikan George dianggap tidak benar hanya karena ia seorang anak domba yang lahir di musim dingin. Padahal, apa yang dikatakan anak domba tersebut sangat penting untuk menemukan siapa pelakunya.

Adapun di film ini, segala hal dapat terjadi. Segala variabel, segala hal yang bahkan di luar daftar rencana dan kemungkinan kita. Maka beranilah untuk berpikir di luar kotak dan melakukan hal yang benar. Tidak ada yang tahu jika pelaku pembunuhan George rupanya orang yang sama sekali tidak terduga atau malah orang yang benar-benar memiliki alibi kuat. Itulah menariknya film ini sehingga cocok ditonton bersama keluarga. Anak-anak bisa menontonnya tanpa disuguhi adegan-adegan mengerikan tetapi bisa ikut belajar menjadi detektif dengan menerka-nerka siapa pelakunya.

Kesimpulan

Sebagai film dengan premis yang menarik dengan dibintangi aktor-aktor keren, saya sangat terhibur ketika menontonnya. Bahkan sempat menangis di beberapa bagian. Film ini memang cocok ditonton di kala santai dan dinikmati bersama keluarga karena durasinya yang juga tidak terlalu lama. Dengan alur ceritanya yang tidak berbelit-belit, efek animasi para domba yang lucu, aktor-aktor yang aktingnya memuaskan, dan juga segudang pelajaran berharga untuk dipetik.

Kalau ditanya nilai berapa untuk film ini saya kasih 4.5/5. Film yang menyenangkan dengan animasi hewan-hewan lucu, komedinya juga pas. Tidak berlebihan dan tidak kurang. Akting aktornya pun benar-benar menjiwai. Bahkan aktor asal Amerika Serikat bisa berakting menggunakan aksen Inggris dengan sangat baik, saya bahkan baru sadar saat mencari biodata mereka. Jika ada yang tanya di mana saya menonton film ini, saya menontonnya di Prime Video.

Informasi Film

  • Judul: The Sheep Detectives
  • Tahun Tayang: 2026
  • Sutradara: Kyle Balda
  • Produser: Lindsay Doran, Tim Bevan, Eric Fellner
  • Penulis: Craig Mazin
  • Adaptasi: Three Bags Full karya Leonie Swann
  • Durasi: 1 jam 49 menit
  • OTT: Prime Video