Satu lagi film pendek yang tidak boleh dilewatkan untuk mengisi asupan horor harian. Film ini mengangkat tema tentang rahasia dan duka yang terjadi di sebuah keluarga. Untuk menghabiskan film ini pun tak memakan waktu lama. Saya selesai menontonnya dalam sekali duduk dengan durasi singkat, tetapi meninggalkan ruang kosong kepada para penontonnya. Rilis pada tahun 2022 dengan sejumlah kecil karakter dan satu setting tempat, film ini hanya berdurasi kurang lebih enam belas menit saja.
Alur Cerita
Film ini diawali dengan setting muram di sebuah acara duka. Leticia (Crystal Hernandez) baru saja kehilangan ayahnya. Pria yang sepanjang ingatannya membesarkan Letizia seorang diri setelah absennya sosok ibu. Namun, di acara duka tersebut Leticia dibuat tidak nyaman dengan kehadiran bibinya yang bernama Norma (Judith Scarpone). Pasalnya, segera setelah ayah Leticia meninggal bahkan ketika kuburannya belum masih merah dan belum kering, Norma mulai menjual barang-barang pribadi ayah Leticia tanpa persetujuan dari Leticia sendiri. Dengan alasan untuk menutup biaya pemakaman dan lain-lain. Amarah Leticia meledak ketika bibinya ingin Leticia pindah karena ia berniat menjual rumah yang pernah ditempati oleh Leticia dan ayahnya tersebut.
Bagi Leticia, ayahnya adalah sosok yang baik. Ia adalah pria yang membuat berbagai macam kerajinan seperti lahur dan benda-benda berbentuk mainan hewan. Namun Norma menganggap ayah Leticia sebagai saudara yang buruk, juga suami yang buruk sehingga ia ditinggalkan oleh istrinya yang tidak lain adalah ibu Leticia. Alasan mengapa selama ini dibesarkan sendiri oleh ayahnya. Leticia seolah terputus dari budaya Latin yang dimiliki ibunya karena tak bisa berbahasa Spanyol seperti ibunya.
Perdebatan antara Leticia dan Norma yang sengit berakhir dengan Norma yang diusir dari rumah tersebut. Ia diantar oleh Ruben (Jonathan Medina) yang datang untuk memberikan dukungan moril untuk Leticia. Ia bahkan menginap di rumah tersebut untuk menemani Leticia di momen terpuruknya.
Sejak ayahnya selesai dimakamkan, Leticia mulai mendengar suara-suara garukan aneh. Suara-suara tersebut semakin sering intens terdengar ketika malam tiba. Anehnya, suara garukan misterius tersebut menuntun Leticia ke sebuah ruangan yang terkunci. Di dalam ruangan tersebut, ia menemukan lemari persembunyian rahasia ayahnya. Di dalamya tersimpan album foto keluarga yang menyelipkan sosok sang ibu dan sebuah foto dengan pesan tulisan tangan sang ibu dalam bahasa Spanyol. Leticia bahkan meminta Ruben untuk menerjemahkan pesan tersebut. Pesan yang ditulis oleh ibunya berbunyi demikian, "Ibu menyayangimu, Nak. Ibu akan selalu ada untukmu. Salam sayang."
Leticia tidak mengerti mengapa ayahnya menyembunyikan album foto tersebut. Seolah ada rahasia yang telah disembunyikan oleh ayahnya. Rupanya suara garukan aneh tersebut tak berhenti menuntun Leticia pada album foto yang disembunyikan tersebut. Suara-suara tersebut membawa Leticia lebih jauh ke gudang bawah tanah. Di sanalah ia menemukan sebuah drum besi warna biru yang mencolok. Dengan bantuan Ruben yang terjaga dari tidurnya, Leticia berusaha membuka drum tersebut. Apa yang tersimpan di dalamya sangat mengerikan. Sangat mengerikan hingga Leticia sangat terpukul.
Ulasan Singkat dan Kesimpulan
Untuk sebuah film pendek, The Drum memiliki kualitas selayaknya film-film dengan durasi panjang. Mulai dari sinematografinya yang apik. Film pendek ini sangat pandai membangun atmosfer seram dan suram dengan warna-warna yang gelap. Akting para pemainnya juga cukup bagus. Sayangnya, ada beberapa bagian di film ini yang terasa kurang. Seperti kurangnya penjelasan tentang latar belakang sosok ayah, sehingga kesan baik yang ingin dibangun sebagaimana yang dikatakan oleh Leticia terkesan tidak cukup.
Ketika sampai di akhir, saya dibuat melongo. Sebuah rahasia yang dibawa sampai mati pun pada akhirnya akan menemukan kebenaran dengan caranya sendiri. Juga bagaimana penilaian tentang seseorang bisa berubah sekejap karena satu peristiwa saja. Membayangkan menjadi Leticia yang tumbuh dengan pemikiran bahwa ayahnya adalah sosok baik tetapi menyimpan rahasia sebesar itu, oh tentu saya akan sangat terpukul.
Film ini benar-benar membuat saya tegang dari klimaks sampai akhir. Walaupun plot twist-nya sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena sudah bisa menerkanya. Bukan yang gong banget tapi memang cukup mengerikan. Walaupun saya sampai sekarang masih bertanya-tanya tentang lahur yang dimunculkan di bagian akhir tersebut. Apa alasannya? Apa konotasi di baliknya? Sebuah akhir yang masih menyisakan pertanyaan, tetapi kita bisa dengan segera menerkanya. Terlepas dari dugaan tersebut bisa saja benar atau salah.
Akhirnya nilai yang saya berikan untuk film pendek ini adalah 3.5/5. Sebuah film pendek yang cukup untuk mengisi asupan tontonan horor harian. Singkat, tetapi menakutkan dan menegangkan. Film ini bisa ditonton di Netflix maupun YouTube.
Informasi Film
- Judul: The Blue Drum
- Tahun tayang: 2022
- Sutradara: Angelita Mendoza
- Penulis: Angelita Mendoza
- Pemain: Crystal Hernandez, Jonathan Medina, Judith Scarpone
- Platform: Netflix dan YouTube
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Review Drama Korea: The Apartment Job, Kupas Skandal Korupsi dengan Humor
-
Misteri Besar di Balik Kematian Tim Lama dalam Serial Reacher Season 2
-
Ketika Tokoh Pendamping Tak Sekadar Pelengkap Cerita dalam Hello, Darkness
-
Joe Taslim Gabung Extraction 3, Adu Aksi dengan Chris Hemsworth
-
Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal
Ulasan
-
Acorn Was a Little Wild: Dari Jiwa Bebas Menjadi Pohon yang Megah
-
Breasts and Eggs: Perempuan yang Melawan Standar Tubuh dan Norma Sosial
-
Insidious: Out of the Further, Babak Baru Ketakutan Sinematik Paling Gelap!
-
Le Petit Prince, Buku Anak yang Diam-Diam 'Menampar' Orang Dewasa
-
Membaca Citizen 4.0: Manusia yang Menyetir atau Kita yang Diatur Teknologi?
Terkini
-
Pray for Kalimantan: Ketika Hutan Gundul, Kemarau Menjadi Api
-
Ungkap Pesona & UMKM, KKN-T 129 Undip Hadirkan Video Profil Desa Gogik
-
HONOR Pad 20 Pro Rilis: Tablet Tipis dengan Snapdragon 8s Gen 4 dan Baterai 10.100 mAh
-
Dari Gita Wirjawan hingga Malaka Project: 5 Podcast Wajib Dengar Biar Wawasanmu Makin Terbuka
-
Gen Z dan FOMO Nonton Konser: Bukan Cuma Hiburan, Tapi Membeli Pengalaman