Bridge to Terabithia adalah novel anak karya Katherine Paterson yang pertama kali terbit pada 1977. Novel ini mengisahkan persahabatan Jess Aarons dan Leslie Burke yang tinggal di sebuah pedesaan bernama Lark Creek. Di awal pertemuan, hubungan karakter utama ini tidak sebaik itu, Jess menganggap Leslie sebagai saingannya untuk menjadi pelari tercepat di sekolahnya. Meski begitu, Leslie tetap bersikukuh untuk berteman dengan Jess dan menciptakan 'dunia' mereka sendiri yang diberi nama Terabithia.
Novel yang telah memenangkan penghargaan Newbery Medal pada 1978 ini, ternyata tak hanya bercerita tentang indahnya persahabatan dua insan tersebut. Seiring berjalannya cerita, pembaca diajak untuk memahami arti dari kehilangan dan bagaimana cara menghadapinya. Tentu saja, Paterson menggunakan pendekatan yang mudah dipahami dan diterima oleh anak-anak. Bagaimana buku ini ajarkan kehilangan pada anak-anak? Simak ulasannya di bawah!
Sinopsis Novel Bridge to Terabithia
Novel dibuka dengan pengenalan tokoh utamanya, Jess, yang tinggal bersama 4 saudari dan kedua orang tuanya. Sehari-hari, Jess membantu ayahnya di peternakan. Ayahnya selalu menekankan bahwa Jess harus tumbuh menjadi laki-laki yang kuat dan tak boleh cengeng.
Suatu hari, sekolah Jess kedatangan siswa baru bernama Leslie. Jess tak menyukainya karena ia terlihat menonjol dan mengalahkannya untuk menjadi pelari tercepat di sekolah. Namun, Leslie memiliki hobi yang sama dengan Jess, yaitu melukis. Semakin lama, Jess dan Leslie semakin dekat lalu dengan imajinasi khas anak-anak, mereka menciptakan kerajaan fantasi di tengah hutan yang mereka sebut Terabithia.
Bagi mereka, Terabithia tidak hanya menjadi tempat bermain. Terabithia menjadi tempat pelarian Leslie dari kesepian dan Jess dari tekanan keluarganya. Untuk menuju Terabithia, medan yang dilalui tak mudah. Mereka harus berayun dengan tali untuk menyeberangi sungai kecil. Jalan inilah yang menjadi inti cerita novel ini.
Persahabatan Dua Anak dan Masing-Masing Permasalahannya
Jess suka melukis, tapi keluarganya tak mendukung hobinya ini. Demi menuruti orang tua, ia memendam bakatnya ini. Jess juga tumbuh menjadi anak yang pemalu karena ekspektasi orang tua yang membuatnya selalu terlihat kuat dengan tidak mengungkapkan emosinya.
Di sisi lain, Leslie punya sifat yang berkebalikan dengan Jess. Leslie terlihat ceria, hidup, dan melakukan apapun yang ia sukai dengan dukungan orang tua. Itulah mengapa, Jess awalnya tidak menyukai Leslie.
Kedua orang tua Leslie bekerja sebagai penulis yang selalu sibuk. Tidak seperti tetangga sekitar, keluarga Leslie tidak memiliki televisi. Karena itu, orang tua Leslie selalu membiarkan Leslie melakukan apapun yang ia suka. Di balik itu, ternyata Leslie merasa kesepian karena kurangnya interaksi dengan orang terdekatnya.
Semakin mereka dekat, mereka mengungkapkan permasalahan masing-masing. Jess yang harus hidup dengan ekspektasi orang tua sementara Leslie yang kesepian. Dari tekanan hidup ini, mereka seperti menemukan pintu keluar saat tiba di Terabithia.
Proses Berduka Jess yang Tak Mudah
Suatu hari, saat Jess pergi dengan guru musiknya ke museum, Leslie pergi ke Terabithia sendiri. Naas, tali untuk menyeberangi sungai tiba-tiba putus. Leslie terjatuh, kepalanya terbentur bebatuan sungai, dan ditemukan meninggal karena tenggelam.
Setibanya di rumah, Jess yang diberitahu oleh ayahnya mengira ia bercanda. Ia mengalami fase denial, tak percaya dengan kenyataan sahabatnya sudah tiada. Jess juga mulai menyalahkan dirinya sendiri yang membiarkan Leslie menyeberangi sungai sendirian. "Kalau aku bersamanya, aku pasti bisa menolongnya", pikirnya selalu yang membuat suasana hatinya makin tak karuan.
Jess menjadi pemurung dan tak lagi pergi ke Terabithia, tempat yang merenggut sahabatnya itu. Di momen ini, ayah Jess selalu menemani dan menghiburnya di masa berduka. Kehilangan Leslie membuatnya harus menghadapi kenyataan bahwa Terabithia tidak akan pernah sama lagi. Namun, kenangan dan pelajaran dari persahabatan mereka tetap melekat pada dirinya.
Jess Menerima Kenyataan dengan Membangun Jembatan Kayu
Di akhir masa berdukanya, Jess akhirnya mengikhlaskan kepergian Leslie. Ia mulai menerima kenyataan bahwa Terabithia memang tak akan sama seperti sebelumnya lagi. Ia juga akan tetap pergi ke Terabithia namun kali ini dengan jalan yang lebih baik. Ia memperbaiki jalur ke Terabithia dengan membangun jembatan kayu. Jess juga mengajak adik bungsunya, May Belle, ke Terabithia dan menyambutnya sebagai ratu baru Terabithia.
Membaca Bridge to Terabithia saat dewasa membuat saya tersadar bahwa kehilangan seseorang yang sangat disayangi memang tidak pernah mudah. Apalagi, kehilangan itu dialami oleh seorang anak yang masih belajar memahami dunia dan perasaannya sendiri. Rasanya seperti ada bagian dari diri kita yang ikut hilang bersama orang yang pergi. Proses berduka pun membutuhkan waktu dan tidak selalu mudah bagi siapa pun. Namun, kehilangan adalah bagian dari kehidupan yang suatu hari akan dihadapi setiap orang. Karena itu, anak-anak juga perlu belajar memahami arti kehilangan dan berduka, salah satunya lewat buku seperti Bridge to Terabithia.
Baca Juga
-
Yakin Sudah Merdeka? 5 Novel Indonesia Ini Ungkap Pembungkaman Suara Rakyat
-
4 Sisi Gelap Emily dalam A Rose for Emily yang Bikin Merinding
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul
-
Review 1984: Murni Novel Fiksi atau Prediksi?
Artikel Terkait
-
Ketika Tokoh Pendamping Tak Sekadar Pelengkap Cerita dalam Hello, Darkness
-
Thousand Cranes: Luka Masa Lalu dalam Karya Peraih Nobel Yasunari Kawabata
-
Novel Three Sisters, Dinamika Kehidupan Tiga Saudara dengan Status Berbeda
-
Pulang dan Kisah Eksil yang Tak Pernah Benar-Benar Selesai
-
Yakin Sudah Merdeka? 5 Novel Indonesia Ini Ungkap Pembungkaman Suara Rakyat
Ulasan
-
Ulasan Drama Brewing Love: Perpaduan Manis Dunia Bir dan Romansa Slow-Burn
-
Aksi Brutal dan Menegangkan Mantan Perwira dalam Serial Reacher Season 1
-
Pahlawan Tanpa Tanda Tangan: Menertawakan Hal-Hal Kecil di Sekitar Kita
-
Ketika Tokoh Pendamping Tak Sekadar Pelengkap Cerita dalam Hello, Darkness
-
Makna Lagu Iqro': Pengingat bahwa Manusia Hanya Bagian Kecil dari Semesta
Terkini
-
Peringatan Dini Tsunami Flores Keluar Dua Menit, Apakah Cukup?
-
Cuma Rp2 Jutaan! 8 HP 5G + NFC yang Wajib Kamu Lirik, Speknya Gahar Semua
-
Rizky Ridho Tak Masuk Skuad Timnas di ASEAN Cup 2026, Ini Bocoran Pemainnya
-
Jay Herdman Lengkapi Jatah Pemain Asing Bali United, Rekrutan Tergokil?
-
Ada Tangled Hingga Princess Diaries 3, Disney-Pixar Umumkan Proyek Terbaru!