Jawa timur tidak pernah kurang untuk menyusuri wisata religi, termasuk di Jember. Di sana ada satu tempat yang menarik untuk disinggahi, terutama bagi kalian yang ingin merasakan suasana wisata religi. Namanya Masjid Riyadhus Sholihin di Tanggul.
Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Jember karena ada urusan mengantar sekaligus mengunjungi tempat kuliah adik saya. Mumpung sudah berada di Jember, rasanya sayang kalau hanya datang untuk urusan keluarga lalu langsung pulang. Saya pun mencoba menyempatkan diri mencari tempat yang bisa disinggahi sebelum kembali.
Pilihan akhirnya jatuh ke Masjid Riyadhus Sholihin di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Masjid yang berada di kompleks makam Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid atau yang lebih dikenal dengan nama Habib Sholeh Tanggul ini ternyata punya daya tarik tersendiri. Bukan hanya menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi salah satu pusat dakwah dan tujuan wisata religi bagi umat Islam dari berbagai daerah.
Masjid yang Lahir dari Wakaf, Kini Jadi Tujuan Ziarah
Masjid Riyadhus Sholihin tidak bisa dilepaskan dari sosok Habib Sholeh Tanggul. Masjid ini didirikan oleh beliau di atas tanah yang diberikan oleh seorang warga sekaligus muhibbin bernama Haji Muhammad. Tanah tersebut kemudian menjadi tempat berdirinya masjid yang pada masa hidup Habib Sholeh digunakan sebagai salah satu pusat penyebaran Islam. Di tempat inilah berbagai nilai keagamaan dan kebaikan diajarkan kepada masyarakat.
Ada pula cerita bahwa tanah wakaf untuk pembangunan masjid berasal dari Haji Abdur Rasyid, seorang pengusaha atau simpatisan setempat. Tanah tersebut telah diwakafkan pada masa Habib Sholeh masih hidup, sebelum beliau wafat pada 1976. Jadi, masjid ini bukan sekadar bangunan tempat orang datang untuk salat. Ada sejarah panjang tentang wakaf, dakwah, dan hubungan antara seorang ulama dengan masyarakat yang menjadi bagian dari berdirinya Masjid Riyadhus Sholihin.
Semasa hidupnya, Habib Sholeh Tanggul dikenal sebagai ulama yang aktif menyebarkan ajaran Islam dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat. Masjid menjadi salah satu ruang penting dalam aktivitas dakwah beliau. Setelah Habib Sholeh wafat pada 1976, kompleks masjid juga menjadi lokasi makam beliau.
Sejak saat itu, masjid dan makam Habib Sholeh seakan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tidak mengherankan kalau kemudian banyak peziarah datang ke tempat ini. Mereka tidak hanya menunaikan salat, tetapi juga membaca tahlil dan berziarah ke makam Habib Sholeh Tanggul.
Masjid Riyadhus Sholihin, Tak Pernah Benar-benar Sepi
Salah satu hal yang menarik ketika berkunjung ke Masjid Riyadhus Sholihin adalah aktivitas keagamaannya yang berlangsung sepanjang waktu. Tempat ini terbuka selama 24 jam bagi peziarah yang ingin beribadah maupun berziarah. Bisa datang pagi, siang, sore, bahkan malam. Bagi peziarah yang kebetulan sedang melakukan perjalanan jauh, masjid ini tentu menjadi tempat yang cukup nyaman untuk berhenti sejenak, menunaikan salat, kemudian melanjutkan perjalanan.
Suasananya juga terasa berbeda dengan masjid yang hanya ramai ketika waktu salat tiba. Di kompleks ini, aktivitas peziarah menjadi bagian dari keseharian. Ada yang datang untuk shalat, ada yang membaca tahlil, dan ada pula yang khusus datang untuk berziarah ke makam Habib Sholeh. Kalau ingin melihat bagaimana besarnya pengaruh Habib Sholeh Tanggul, salah satu momennya bisa dilihat ketika Haul Akbar digelar.
Haul Habib Sholeh diperingati setiap 10 Syawal. Pada momen tersebut, puluhan ribu bahkan bisa mencapai ratusan ribu jemaah datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Bisa dibayangkan bagaimana ramainya kawasan Tanggul ketika haul berlangsung. Jalan-jalan dipenuhi peziarah, aktivitas ekonomi warga ikut bergerak, sementara kompleks masjid dan makam menjadi pusat berkumpulnya jemaah.
Singgah Sebentar, Pulang Membawa Cerita
Bagi saya, kunjungan ke Masjid Riyadhus Sholihin menjadi pengalaman yang cukup menarik. Awalnya saya datang ke Jember karena urusan keluarga dan mengunjungi tempat kuliah adik. Tidak ada rencana khusus untuk berwisata religi. Namun, kesempatan untuk singgah ke Tanggul justru memberikan pengalaman yang berbeda. Sebab dari sebuah perjalanan yang awalnya hanya untuk mengurus keperluan keluarga, saya bisa melihat langsung salah satu tempat yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan dakwah Islam di Jember.
Bagi banyak jemaah Masjid Riyadhus Sholihin mungkin bukan sekadar bangunan dengan fungsi sebagai tempat ibadah semata. Sebab di dalam kompleks area ini ada cerita tentang Habib Sholeh Tanggul, perjalanan dakwah, wakaf masyarakat, tradisi haul, dan ribuan peziarah yang terus datang dari waktu ke waktu.
Kalau kalian sedang berada di Jember dan punya kesempatan menuju Tanggul, tidak ada salahnya menyempatkan diri singgah di masjid ini. Siapa tahu, seperti saya, perjalanan yang awalnya hanya untuk mengantar atau mengunjungi keluarga justru membawa kalian pada sebuah tempat yang meninggalkan cerita tersendiri.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Segala Kekasih Tengah Malam: Mencari Arti Diri di Balik Kesunyian
-
Meminang Pujaan Hati dengan Kesiapan yang Mantap di Buku Aku, Kau dan KUA
-
Bad Hair Day Bikin Hidup Ikut Berantakan: Petualangan Andita di Hair-Quake!
-
Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku
-
The Fantastic Four: First Steps, Fondasi Baru Menuju Konflik Besar MCU
Terkini
-
Kenapa Teman Dekat Tiba-Tiba Jadi Asing? Bukan Musuhan, Cuma Proses Pendewasaan
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
-
Sinopsis Monster: The Lizzie Borden Story, Ungkap Kisah Pembunuhan Sadis
-
Charles Melton dalam Pembicaraan Perankan Kakashi di Live Action Naruto
-
Sinyal Kuat dari Kreator: The Simpsons: Hit & Run Bersiap Comeback Setelah 2 Dekade!