Sepulang kerja dan menyetel channel GTV, aku segera tergelitik dengan satu film yang sepertinya dipenuhi komedi di mana Jack Black turut berperan. Film itu sendiri bertajuk Tropic Thunder. Sebuah film satir komedi yang nggak hanya menawan dan mengocok perut, tetapi memiliki kejutan nggak diduga.
Melansir IMDb, Tropic Thunder adalah film bergenre aksi, komedi, dan psychological yang disutradarai oleh Ben Stiller sendiri. Film ini resmi rilis pada 13 Agustus 2008, di bawah distribusi Paramount Pictures dan berdurasi 130 menit. Sekali kamu nyemplung, kamu bakal dibikin terpingkal-pingkal dan takjub dalam satu waktu.
Niat Syuting Film Berakhir Petaka
Tropic Thunder mengisahkan Tugg Speedman (Ben Stiller), Jeff Portnoy (Jack Black), Kirk Lazarus (Robert Downey Jr.), Alpa Chino (Brandon T. Jackson) dan Kevin Sandusky (Jay Baruchel) yang sedang syuting film dokumenter tentang perang Vietnam. Di bawah arahan sutradara anyar Damien Cockburn (Steve Coogan) yang aneh, mereka dipaksa pergi ke hutan belantara asli alih-alih set syuting atas hasutan John ‘Four Leaf’ (Nick Nolte) yang disinyalir sebagai veteran perang tersebut.
Kendati proyek film telah dihentikan oleh produser Les Grossman (Tom Cruise), syuting tetap dilaksanakan dengan dalih take gambar ala candid. Namun, begitu mereka mendarat di belantara tersebut, Damien justru mati mengenaskan setelah menginjak ranjau. Para aktor mulai merasa tidak beres, tetapi Tugg bersikukuh bahwa semua itu adalah bagian dari naskah.
Petualangan mereka melewati belantara dalam dalih syuting pun dipenuhi goncangan. Baik perbedaan pendapat yang ekstrem, Tugg yang diculik oleh kelompok berbahaya Flaming Dragon pimpinan Tran (Brandon Soo Hoo), sampai Jeff yang teler karena terkena opium. Mampukah mereka kabur dari cengkeraman Flaming Dragon dengan selamat?
Sinematografi Gaya Adventure yang Kawin dengan Komedi
Begitu film dimulai, nuansa teror dan ketegangan mendominasi sebagaimana film khas nuansa perang. Para tentara tumbang, bom meledak, dan perpisahan rekan seperjuangan. Aku sendiri langsung tegang dan mengira bahwa film ini bakal se-bombastis serial Rambo, atau ya vibes The Expendables.
Namun mengikuti plot yang perlahan santai, dipadukan dengan jokes dan komedi bahkan dari wajah Ben Stiller dan Jack Black, ekspektasiku berganti. Kukira, film ini bakal bergaya adventure diselingi komedi sebagaimana serial Jumanji. Tapi lagi-lagi aku tertipu.
Tropic Thunder bukanlah jenis isekai seperti Jumanji, dan memang bersikukuh pada aksi, komedi, dan psychological, tetapi memiliki plot khasnya sendiri. John Toll sukses mengawinkan sinematografi bergaya adventure yang menyala, penuh logika, tetapi masih terselip komedi nyata. Tipikal plot susah ditebak, perasaan ambigu, dan misteri ringan yang dikuak dengan santai. Penonton tidak diizinkan untuk terus tegang atau terpingkal, tetapi juga diajak berpikir dan memecahkan rahasianya.
Nuansa Tropis Hawai Menawan, Aktor yang Rela Berkorban
Kukira, Tropic Thunder mengambil lokasi syuting di Asia mengingat lanskap hutan dan floranya yang khas. Namun setelah googling, film ini ternyata mengambil set lokasi di Hawai yang mirip dengan hutan kawasan Asia. Pun pada skema permukiman kelompok Flaming Dragon yang dibuat semirip mungkin dengan pedesaan Asia.
Aku sangat salut pada penjabaran pedesaan murninya, terutama kawasan ladang, gaya pakaian, sampai kehadiran kerbau yang autentik. Apalagi pada penampilan Robert Downey Jr. dan Tom Cruise yang nggak kukenali pada awalnya. Mereka betul-betul tampil nyeleneh, nyentrik, dan berbeda. Kendati demikian, masih ada ciri khas masing-masing yang menjadi clue kok.
Lalu pada lakon komedi, bagiku Jack Black dan Ben Stiller tetap nggak tersingkirkan, bahkan saling melengkapi dalam film ini. Walaupun ada scene haru, nyatanya lingkaran komedi ngakak tetap mendominasi, sehingga penonton nggak diizinkan bersedih.
Sedangkan sebagai villain, Brandon Soo Hoo terasa kuat meski masih sebagai anak-anak. Aktingnya cemerlang, terutama pada perubahan ekspresi dan keberanian memegang rudal. Secara fiksi, dia adalah leader organisasi terkece sih.
Satir Komedi yang Nyata
Dengan gamblang, Tropic Thunder berusaha mereplikasi sejarah global mengenai Perang Vietnam yang brutal. Tidak seperti beberapa film Amerika yang selalu menyebut kekalahan Vietnam seperti dalam serial Rambo atau Universal Soldier, film ini berani tampil ‘jujur’.
Dengan jelas, ada satir ‘bumbu propaganda’ yang diwakili oleh John ‘Four Leaf’, sampai mode pertempuran gerilya dan kekalahan Amerika. Walau dalam film ini tetap ditekankan misi penyelamatan diri yang sukses ya. Namun, ya begitulah sejarahnya.
Hanya saja, penggabungan organisasi berbahaya Asia dengan perdagangan opium tuh nggak nyambung banget ya. Aku nggak ngerti apakah ini adalah bentuk pembelaan kru, tetapi frame kejahatan yang disetel dengan intrik Perang Vietnam terlalu kejam sih. Kemudian, Tropic Thunder juga menampilkan ending yang terasa gantung, kurang cita rasa lain, dan meruntuhkan ekspektasi penonton.
Bagiku, film ini layaknya ditonton oleh usia 13 tahun ke atas karena kekhawatiran distorsi sejarah masa lalu. Namun kalau menilik gaya komedi dan petualangan yang fresh, Tropic Thunder patutlah mendapat nilai 7/10.
Identitas Film
- Judul: Tropic Thunder
- Sutradara: Ben Stiller
- Genre: Aksi, komedi, petualangan, psychological
- Rilis: 13 Agustus 2008
- Distributor: Paramount Pictures
- Negara Asal: Amerika Serikat
- Bahasa: Bahasa Inggris
- Durasi: 130 menit
Baca Juga
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi
-
Be Wise: Bagaimana Membaca Menjadi Aplikator Sosial untuk Membaca Karakter Manusia
-
Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance
-
Never-Ending Summer: Drama dengan Opening Bergaya Donghua yang Colorful
-
Teknologi Masif, Bagaimana Radio Jadi Wadah Aspirasi dan Apresiasi HUT RI?
Artikel Terkait
-
Bisakah Komedi Menggantikan Buku Sejarah? Ini Pendapat Saya Setelah Menonton Serial Larry David
-
Lirik Lagu Menteri Durmagati dan Maknanya, Karya Satir Politik dari Grup Musik Ponorogo
-
Sinopsis Office Romance: Ketika Aturan Perusahaan Jadi Penghalang Cinta, Baru Merangkak di Netflix
-
Rimba Satir dan Tawa Pahit dalam Buku Dongeng Mbah Jiwo Karya Sujiwo Tejo
-
Rekomendasi Film Komedi Netflix, Aksi Kocak Kevin Hart di The Man from Toronto
Ulasan
-
Review Rembulan Tenggelam di Wajahmu Extended: Saat Jeda Waktu Memberi Ruang bagi Makna
-
Ulasan Nice to Not Meet You: Krisis Identitas di Balik Pekerjaan Impian
-
Ulasan Buku Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mengubah Hidupmu
-
Ulasan Novel False Beat, Kisah Manajer Amatir dan Vokalis Band Berwajah Dua
-
Ulasan An Incurable Case of Love: Kisah Cinta Manis antara Perawat dan Dokter
Terkini
-
Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS
-
6 Film Resident Evil Tayang di Netflix September 2026, Ini Daftarnya
-
Andrew Kalaweit Soroti Karhutla Kalimantan: Hutan Tak Terbakar Sendiri
-
Rayakan HUT ke-81 RI, Suasana Pasar Ngijon Mendadak Meriah dan Penuh Warna
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka