Di era digital sekarang, kegiatan menulis sudah berkembang jauh melebihi hobi harian dan menjadi sesuatu yang jauh lebih bernilai. Bagi para pencinta literasi dan pembuat konten, tentu mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk konsisten merangkai kata demi membagikan gagasan serta pengalaman yang bermanfaat di ranah publik. Dari konsistensi tersebut, aktivitas menulis ternyata mampu membuka peluang karier, memperluas relasi, hingga membawa seseorang menjelajahi berbagai belahan dunia.
Istimewanya, menulis dapat menjadi cara kita bersyukur atas akal dan pikiran yang diberikan oleh Tuhan. Saat kita menuangkan gagasan dan membagikan cerita yang bermanfaat bagi orang lain, kita disadarkan betapa banyaknya kesempatan dan jalan rezeki yang terbuka melalui cara-cara yang tidak pernah kita duga.
Dari sekian banyak buku bertema traveling, Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop: Travelling Seru ke Benua Biru adalah salah satu karya yang sangat layak dijadikan referensi. Dalam buku ini dipaparkan bahwa konsistensi dalam mengelola media digital mampu menghadirkan pencapaian luar biasa. Haryadi Yansyah, sang penulis, membagikan rekam jejak perjalanan hidupnya yang membuktikan bahwa impian melintasi Benua Biru bukan sekadar angan-angan kosong bagi seorang narablog (blogger).
Mengingat perjalanan ke luar negeri memerlukan dana yang tidak sedikit, tak heran jika kisah dalam buku ini terasa begitu memikat. Seluruh perjalanan menjelajahi Indonesia hingga negara-negara Eropa tersebut nyatanya tidak dibiayai dari kantong pribadi. Kesempatan emas itu datang murni dari buah manis aktivitas menulis blog—mulai dari menjuarai berbagai kompetisi, mendapat undangan resmi media, hingga menjalin kerja sama strategis dengan beragam instansi.
Dalam karya Haryadi Yansyah ini dijelaskan bahwa keberhasilan tidak pernah datang secara instan melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan serta kerja keras. Sebelum memetik hasil manis, penulis menceritakan pengalamannya menghadapi kegagalan, penolakan, serta rasa jenuh. Namun, karena semangat belajar yang tinggi dan konsistensi yang terus dijaga, setiap rintangan tersebut berhasil dikonversi menjadi batu lompatan yang berharga.
Selain membagikan perjuangan di dunia digital, buku ini menghadirkan realitas perjalanan yang berwarna, penuh dinamika, serta terasa kian hidup berkat hadirnya beragam insiden tak terduga yang dialami penulis selama berkelana di Eropa (halaman 85).
Penulis menceritakan momen mendebarkan saat sempat ditahan oleh petugas di perbatasan Kroasia–Slovenia, hingga perjuangannya dalam menghadapi dinamika benturan budaya akibat perbedaan tradisi, aturan, serta kebiasaan masyarakat setempat di berbagai kota. Tak berhenti di situ, pembaca juga diajak merasakan ketegangan dari sisi ancaman keamanan ketika penulis mengalami peristiwa mengejutkan saat ditawari obat-obatan terlarang secara terbuka di Amsterdam.
Kendati kaya akan inspirasi, buku ini masih memiliki beberapa kekurangan kecil yang memerlukan perhatian khusus bagi pihak penerbit. Di sejumlah halaman, pembaca masih akan menemukan kesalahan ketik (typo) yang cukup mengganggu aliran membaca. Opsi penyuntingan yang lebih ketat sangat diperlukan pada cetakan berikutnya. Di samping itu, penataan posisi foto dokumentasi yang kurang relevan dengan topik bahasan serta hadirnya istilah asing tanpa terjemahan menjadi catatan evaluasi tersendiri.
Terbitnya buku karya Haryadi Yansyah ini semoga dapat menjadi panduan serta pemicu semangat yang bermanfaat bagi para calon penulis dan traveler. Melalui kisah nyata ini, kita diingatkan kembali bahwa keberanian untuk memulai serta ketekunan untuk terus berkarya secara konsisten adalah kunci utama untuk membuka pintu-pintu kesempatan yang lebih besar di masa depan. Selamat membaca.
Identitas Buku
Judul: Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop: Travelling Seru ke Benua Biru
Penulis: Haryadi Yansyah
Penerbit: Laksana (Diva Press Group)
Cetakan pertama: 2020
Tebal: 272 hlm., 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-407-124-9
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior
-
Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup
-
Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak
-
Bukan Kisah Menyeramkan, Ini Keunikan Persahabatan di Buku The Skeleton and the Cat
-
Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen
Terkini
-
Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat
-
Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?
-
Kalau Namanya Makan Bergizi Gratis, Mana Jaminan Gizinya?
-
Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan