Cerita Fiksi
Kemelekatan Adalah Derita
Aku baru merasakan bahwa sesuatu yang ada saat ini, yang kumiliki saat ini, yang bersamaku saat ini, bukan untuk selamanya. Siapa yang membuat semua menjadi terikat? Orang datang ke kehidupan seseorang, bukan untuk dicap menetap, bukan juga untuk dipaksa tetap ada. Semua ini hanya tentang pemahaman. Siapa yang sudah paham, itulah yang tidak akan merasakan sakit atau kecewa.
Aku bertemu dengan seseorang satu tahun lalu, aku sebelumnya tidak berniat untuk bawa serius sampai dalam tentang perasaan. Aku trauma dengan rasa sakit yang menusuk hati waktu lalu, aku memilih mencintai diriku untuk tidak mudah membuka hati kembali. Entah apa yang menyebabkan hati ini luluh dan tidak bisa menahan perasaan lagi.
Rasa ini pernah aku rasakan, tapi sudah lama sekali. Bahagiaku yang terkubur dalam, kini bangkit dan membuat diriku tidak berhenti tersenyum. Wanita dengan usia yang tidak jauh dariku hadir, ia mengembalikan semua itu, ia bikin seolah-olah aku berharga dan sangat dicintai.
Dari mulai perhatian, sifat, sikap dan semua yang ia berikan telah aku rasakan, inilah cinta baruku. Aku bisa menerimanya, ia paham tentang aku, ia bisa mengerti tentang cerita cintaku yang membuatku sampai terpuruk saat itu, ia mempunyai kalimat manis yang menenangkan hatiku. Lega rasanya, menemui dirinya yang begitu tulus.
Cintanya besar dan aku semakin bisa mengimbanginya. Sampai saatnya aku benar-benar merasakan bahwa hatiku isinya hanya ia seorang. Kami semakin bahagia dengan hari-hari yang kami lewati bersama, sedikit cemburu kecil yang ujungnya akan baikan lagi dengan manis.
Jarak kami tidak dekat, tapi ini bukan soal jarak, hati yang menumpuk rasa sayang dan cinta tidak akan pernah mempermasalahkan jarak. Rasa sayang tumbuh bukan karena melihatnya tiap hari, tapi dengan hangatnya yang ia berikan tanpa fisik itu bisa membangun cinta sampai sedalam ini.
Pertemuan kami tidak sering, maka sangat berharga dalam satu hari. Satu detik tidak akan terbuang sia-sia dengan hal yang menyedihkan. Kami membuat alurnya bersenang-senang dengan tawa. Memang rasanya ingin bertemu tiap hari, tapi kami harus pulang ke kota masing-masing. Nanti jika ada waktu luang pasti kami akan mempunyai rencana untuk bertemu.
Kami saling percaya, tidak akan ada siapa pun di antara kami. Teman ya hanya teman, tidak ikut dengan perasaan. Namun, tanpa aku inginkan semua menjadi buruk, entah apa yang dipikirkannya, kami tidak bertengkar, rasa sayang pun masih sangat amat dalam. ia seketika berbeda di hari itu, ia seperti bukan ia yang aku kenal. Rasanya sakit, penjelasan apa lagi yang harus dijelaskan padanya. aku ga ngerti dengan sikap yang ia berikan. Seketika sikap, sifat bahkan perhatian yang ia berikan, itu semua tidak ada lagi.
Hatiku sakit, seperti hancur kembali. Banyak pertanyaan di benakku, bukankah ia mengerti dengan perjalanan cintaku sebelumnya yang menyakitkan itu? Kenapa ia membuat itu terjadi lagi? Aku kecewa. Ia pergi dengan alasan yang tidak masuk akal. Rasanya tidak ingin bergerak, hanya ingin diam dan tak peduli apa pun.
Aku sudah sangat menyayanginya, ini lebih amat sakit. Aku ingin ia kembali, aku ga bisa melepaskannya. Hari berganti hari, semakin sedih dan sepi tanpa kehadirannya. Sampai saat dititik aku paham. Berusaha untuk punya jalan sendiri, jalan inilah yang membuat aku bisa menerima kehilangan ini.
Jalan ini adalah belajar melepas kemelekatan. Satu hal yang ternyata membuat aku menderita, hanya karena melekat pada apa yang aku sayang. Di sinilah aku memahami bahwa diri sendiri yang bisa mengendalikan perasaan bahkan pikiran.
Terlalu melekat itu ga baik, jika aku sayang pada seseorang, sayanglah dengan tulus karena itu ga salah. Namun, jika orang itu tidak lagi ada, cobalah untuk memahami apa arti dari kemelekatan. Semakin melekat, semakin menderita.
Semua yang ada tidak kekal, maka apa pun pasti bisa saja pergi dan tidak akan abadi. Satu-satunya cara untuk tidak lagi bersedih dalam penderitaan yaitu pahami kemelakatan itu sendiri. Ga boleh melekat, yang pergi biarlah pergi, waktu terus berjalan, sebaiknya isi waktu dengan kebahagiaan, carilah kebahagiaan untuk diri sendiri lagi dan ga perlu menahan dan terikat pada apa pun yang seharusnya ingin pergi dan hilang.