Fiersa Besari Murka, Pelaku Penabrakan Istri Tawar Damai Rp200 Ribu

Sekar Anindyah Lamase | Natasya Regina
Fiersa Besari Murka, Pelaku Penabrakan Istri Tawar Damai Rp200 Ribu
Fiersa Besari dan istrinya, Aqia (Instagram/aqianr)

Kabar tak menyenangkan datang dari musisi sekaligus penulis, Fiersa Besari. Ia meluapkan amarah setelah sang istri, Aqia, dan manajernya, Ubay, mengalami insiden tertabrak mobil di area Stasiun Gambir, Jakarta.

Kejadian tersebut terjadi saat keduanya tengah bersiap melanjutkan perjalanan. Insiden bermula ketika Aqia dan Ubay sedang mengambil koper di bagasi mobil.

Tanpa diduga, sebuah kendaraan lain menabrak dari arah belakang hingga membuat keduanya terjepit di antara mobil. Situasi berlangsung sangat cepat dan membahayakan.

Fiersa menjelaskan bahwa dalam kondisi genting tersebut, Ubay masih sempat menyelamatkan diri dengan bergerak ke samping. Namun, Aqia tidak memiliki cukup ruang untuk menghindar sehingga tubuhnya tergencet di antara kendaraan.

“Aqia dan Ubay yang sedang ambil koper di bagasi, ditabrak dari belakang dan menjadikan keduanya tergencet antara mobil. Ubay bisa lepas ke samping. Aqia tidak,” tulis Fiersa lewat Instagramnya pada Sabtu (3/1/2026).

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika pengemudi mobil justru kembali memajukan kendaraannya. Padahal, Aqia sudah berteriak kesakitan akibat posisi tubuhnya yang terjepit.

“Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya, membuat Aqia semakin tergencet,” lanjut Fiersa.

Tindakan tersebut memperparah kondisi dan meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga Fiersa.

Usai kejadian, sopir yang menabrak baru keluar dari mobil. Menurut penuturan Fiersa, pelaku diperkirakan berusia sekitar 60 hingga 70 tahun. Alih-alih menunjukkan rasa empati, pria tersebut justru meremehkan kondisi Aqia dengan menyebutnya hanya mengalami keseleo.

Sikap ini semakin menyulut emosi Fiersa, terlebih saat pelaku hanya menawarkan uang Rp200 ribu sebagai bentuk penyelesaian damai.

“Reaksi pertama saya adalah marah besar. Tapi lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang, paling keseleo. Terus mau kasih Rp 200 ribu untuk damai. Meledaklah saya,” tulisnya.

Fiersa menegaskan bahwa persoalan ini tidak berkaitan dengan nominal uang semata. Baginya, keselamatan dan tanggung jawab adalah hal utama.

Ia menilai tindakan pelaku sangat berbahaya, apalagi dengan kondisi usia yang sudah lanjut dan dinilai kurang layak untuk berkendara.

Ia pun khawatir kelalaian serupa dapat kembali terjadi dan menimbulkan korban lain di kemudian hari.

Setelah insiden, Aqia segera dilarikan ke Pos Kesehatan KAI Gambir untuk mendapatkan penanganan awal. Selanjutnya, ia dirujuk ke rumah sakit terdekat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil rontgen menunjukkan tidak ada retak maupun patah tulang. Meski begitu, Aqia mengalami trauma otot dan diperkirakan akan merasakan pembengkakan dalam beberapa hari ke depan.

Sempat mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum lebih panjang, keluarga Fiersa akhirnya memutuskan tidak memperpanjang laporan. Keputusan ini diambil demi menghindari proses hukum yang berlarut-larut dan melelahkan.

Meski demikian, pelaku tetap mendapatkan sanksi dari pihak berwajib berupa tilang serta penahanan STNK.

“Aqia tidak mau memperpanjang pelaporan (karena akan melibatkan penyitaan kendaraan, dan proses ke depannya mungkin harus siap bolak-balik). Akhirnya Bapak Penabrak dijatuhkan sanksi tilang dan penahanan STNK,” tulis Fiersa.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan tanggung jawab saat berkendara, terutama di area publik yang padat aktivitas. Semoga Aqia lekas membaik.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak