Film anime Jepang kembali menunjukkan dominasinya di panggung internasional. Pada Senin lalu, International Animated Film Society (ASIFA-Hollywood) secara resmi mengumumkan daftar nominasi untuk ajang Annual Annie Awards ke-53, penghargaan bergengsi yang mengapresiasi pencapaian terbaik di dunia animasi.
Salah satu sorotan utama tahun ini adalah film Scarlet karya sutradara ternama Mamoru Hosoda yang berhasil meraih tiga nominasi sekaligus.
Scarlet, yang diproduksi oleh Studio Chizu, masuk dalam nominasi Best Feature – Independent, Best Direction – Feature, dan Best Writing – Feature. Pencapaian ini menegaskan posisi Mamoru Hosoda sebagai salah satu sutradara animasi paling berpengaruh dari Jepang.
Sebelumnya, Hosoda juga pernah meraih penghargaan Best Animated Independent Feature di Annie Awards 2019 lewat film Mirai, sebuah karya yang dikenal karena kemampuannya memadukan realitas dan fantasi secara emosional.
Film Scarlet sendiri mengisahkan perjalanan seorang putri bernama Scarlet, Putri Denmark, yang berusaha membalas kematian ayahnya, Raja Amleth, dengan membunuh pamannya yang kejam, Claudius. Namun, usahanya gagal dan kisahnya berlanjut ke alam baka yang disebut Otherworld, sebuah padang pasir luas tempat orang-orang dari berbagai era dan bangsa berakhir.
Di dunia tersebut, Claudius kembali membangun kekuasaan dengan menjanjikan para pengikutnya kehidupan di tingkat eksistensi yang lebih tinggi. Scarlet pun melanjutkan misi balas dendamnya, ditemani Hijiri, seorang perawat dari Jepang masa kini yang mempertanyakan apakah kekerasan benar-benar bisa menjadi solusi. Cerita ini menampilkan refleksi mendalam tentang dendam, kematian, dan makna kemanusiaan.
Kualitas artistik Scarlet telah mendapat pengakuan internasional sejak pemutarannya sebagai official selection di Venice International Film Festival 2025. Nominasi Annie Awards semakin memperkuat reputasi film ini sebagai salah satu karya animasi independen paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut ASIFA-Hollywood, kategori Best Feature – Independent sendiri diciptakan untuk memberi ruang bagi animasi internasional dan produksi independen yang kerap luput dari perhatian arus utama, seperti dikutip oleh Anime News Network.
Selain Scarlet, sejumlah judul anime Jepang lain juga mencuri perhatian. Film Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc, adaptasi dari manga populer karya Tatsuki Fujimoto, meraih nominasi Best Direction – Feature. Sutradara Tatsuya Yoshihara diapresiasi atas penyutradaraan yang dinilai berhasil menerjemahkan intensitas dan gaya khas manga ke dalam format layar lebar.
Sementara itu, serial anime DAN DA DAN juga masuk dalam daftar nominasi untuk kategori Best Direction – TV/Media. Nominasi ini secara spesifik diberikan untuk episode berjudul "Clash! Space Kaiju vs. Giant Robot!", yang disutradarai oleh Fuga Yamashiro dan Abel Gongora. Serial ini dikenal dengan perpaduan unik antara aksi supranatural, fiksi ilmiah, dan humor khas remaja, sehingga mendapat tempat tersendiri di hati penonton global.
Tak hanya itu, animasi stop-motion My Melody & Kuromi, yang menampilkan karakter ikonik milik Sanrio, turut memperoleh nominasi Best TV/Media – Children. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa karakter klasik Jepang seperti My Melody, Kuromi, dan tentu saja Hello Kitty, masih relevan dan mampu beradaptasi dengan selera generasi baru.
Ajang Annie Awards ke-53 akan digelar pada 21 Februari 2026 di Royce Hall, UCLA, Los Angeles. Selain anime, berbagai proyek animasi dari seluruh dunia, termasuk serial antologi Star Wars: Visions Volume 3, serial Netflix Korea KPop Demon Hunters, serta proyek animasi terkait video game seperti Sonic Racing: CrossWorlds dan Death Stranding 2: On the Beach juga masuk dalam daftar nominasi tahun ini.
Dengan dominasi nominasi yang diraih Scarlet dan kehadiran sejumlah judul anime lainnya, Annie Awards 2026 kembali menegaskan posisi Jepang sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri animasi global.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS