Film animasi Netflix KPop Demon Hunters mencetak sejarah di ajang Golden Globe Awards dengan meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Best Animated Feature dan Best Original Song melalui lagu Golden.
Prestasi ini menegaskan posisi film tersebut sebagai salah satu fenomena budaya pop global paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir, terutama berkat perpaduan kuat antara animasi, musik, dan budaya K-pop yang kental.
Penghargaan Best Original Song untuk Golden diterima oleh para penulis lagunya, termasuk EJAE (Kim Eun-jae), Mark Sonnenblick, dan Lee Hee-joon.
Dalam pidato penerimaannya yang emosional, EJAE membagikan kisah pribadinya tentang perjalanan panjang dan penuh penolakan saat ia bercita-cita menjadi seorang idol K-pop.
Dikutip dari Variety, EJAE mengungkapkan bahwa ia pernah menghabiskan sepuluh tahun masa kecilnya untuk mengejar mimpi tersebut, namun harus menerima kenyataan pahit ketika suaranya dianggap tidak cukup baik.
Ia menyampaikan rasa syukur karena kini bisa menjadi bagian dari lagu yang membantu banyak orang, terutama perempuan, untuk menerima diri mereka apa adanya dan tetap bertahan menghadapi kesulitan hidup.
Dalam kesempatan yang sama, Mark Sonnenblick turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Netflix dan Sony Pictures Animation.
Sementara itu, EJAE mendedikasikan penghargaan tersebut kepada semua orang yang pernah mengalami penolakan, seraya menyampaikan pesan bahwa penolakan adalah bentuk pengalihan menuju arah yang lebih baik.
Ia menutup pidatonya dengan mengutip lirik lagu Golden, "Tak pernah ada kata terlambat untuk bersinar seperti dirimu yang terlahir untuk itu."
Pada kategori Best Animated Feature, KPop Demon Hunters berhasil mengungguli sejumlah judul besar seperti Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba — Infinity Castle, Zootopia 2, Elio, Arco, dan Little Amelie or the Character of Rain.
Sutradara Maggie Kang, yang menggarap film ini bersama Chris Appelhans, mencatat sejarah sebagai perempuan Asia pertama yang memenangkan kategori tersebut. Variety mencatat bahwa pemenang Asia pertama di kategori ini sebelumnya adalah Hayao Miyazaki pada 2023 melalui The Boy and the Heron.
Dalam pidato kemenangannya, Maggie Kang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang percaya bahwa film yang sangat berakar pada budaya Korea dapat diterima oleh audiens global. Ia menekankan bahwa film ini berupaya menampilkan karakter perempuan secara jujur dan utuh, yakni kuat dan berani, namun juga konyol, aneh, penuh selera humor, serta memiliki sisi manusiawi yang dekat dengan keseharian.
Keberhasilan di Golden Globe ini melanjutkan pencapaian film tersebut di ajang Critics Choice Awards, di mana KPop Demon Hunters juga meraih Best Animated Feature dan Best Song untuk Golden. Lagu tersebut bahkan menembus tangga lagu Billboard Hot 100 bersama dua lagu lainnya dari film ini, yaitu Your Idol dan Soda Pop. Selain itu, soundtrack film ini memperoleh beberapa nominasi Grammy, termasuk kategori bergengsi Song of the Year untuk Golden.
Sejak dirilis di Netflix pada Juni, KPop Demon Hunters menjadi film paling populer sepanjang masa di platform tersebut, dengan lebih dari 325 juta penayangan. Meski awalnya dirilis sebagai film streaming, Netflix bahkan menghadirkan versi sing-along di bioskop untuk acara penggemar pada Agustus dan Oktober.
Langkah ini terbukti sukses, dengan pendapatan box office sekitar 18 juta dolar AS hanya dalam dua hari penayangan awal, disusul tambahan sekitar 5–6 juta dolar AS pada periode Halloween.
KPop Demon Hunters mengikuti kisah grup K-pop fiktif HUNTR/X (dibaca HUNTRIX) yang terdiri dari Rumi, Mira, dan Zoey. Di balik kehidupan mereka sebagai superstar, ketiganya menjalani kehidupan rahasia sebagai pemburu iblis yang melindungi penggemar dari ancaman supernatural.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS