Rian D'Masiv mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah dirinya terseret isu miring terkait dugaan child grooming. Sang penyanyi akhirnya memilih untuk buka suara guna memberikan klarifikasi atas tuduhan yang cukup berat tersebut agar tidak semakin simpang siur di tengah masyarakat.
Merujuk laporan suara.com, kegaduhan ini bermula dari unggahan seorang pengguna media sosial Threads dengan akun @uhhhh.melia. Pemilik akun bernama Melia tersebut secara gamblang menyebut nama dan menuding pria kelahiran 17 November 1986 tersebut telah melakukan tindakan tidak terpuji kepada anak di bawah umur.
Tuduhan yang dilemparkan Melia cukup berani dan menyita perhatian netizen. Dalam salah satu unggahannya, ia bahkan mengklaim adanya aksi nekat yang dilakukan Rian.
"Ya kali, dia aja berani cium eks JKT48 member tanpa consent," tulis Melia dalam unggahannya yang kemudian viral.
Menanggapi tudingan yang menyeret namanya ke dalam isu pelecehan tersebut, Rian D'Masiv pun muncul di hadapan publik pada Rabu (28/1/2026). Dengan raut wajah yang tampak tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda panik, ia memberikan pernyataan resminya.
Penyanyi berusia 39 tahun ini dengan tegas membantah semua kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa segala narasi yang beredar di media sosial mengenai dirinya sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat atau bukti yang nyata.
"Yang pasti itu tidak benar, terus sebenarnya kalau soal itu udah pernah diproses secara hukum juga melalui kuasa hukum saya juga. Jadi kalau mau tahu detailnya itu langsung ke kuasa hukumnya aja," kata Rian D'Masiv saat dimintai keterangan oleh awak media.
Pelantun lagu "Jangan Menyerah" tersebut juga mengungkapkan sebuah fakta bahwa isu ini sebenarnya bukanlah cerita baru. Menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan kembali masalah lama untuk menjatuhkan kredibilitasnya sebagai musisi.
"Karena sebenarnya itu hal yang apa, sempat dulu pernah dinaikin. Tapi kan nggak apa. Itu tidak benar," sambungnya lagi memberikan penjelasan.
Ayah dua anak ini kemudian mengonfirmasi bahwa polemik serupa memang pernah mencuat ke publik pada tahun 2021 lalu. Namun, saat itu masalah tersebut sudah diserahkan sepenuhnya dan ditangani oleh tim pengacara pribadinya secara legal.
Mengenal Apa Itu Child Grooming dan Dampaknya di Masyarakat
Istilah child grooming sendiri memang sedang menjadi perhatian serius di Indonesia. Fenomena ini merupakan proses manipulasi emosional yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun kepercayaan dan ketergantungan pada anak-anak atau remaja sebelum akhirnya melakukan eksploitasi seksual.
Biasanya, pelaku melakukan love bombing atau memberikan pujian berlebihan serta hadiah untuk mengisolasi korban dari keluarganya. Kasus seperti itu sering kali berawal dari interaksi di media sosial, di mana pelaku membangun narasi seolah-olah hubungan tersebut didasari oleh rasa cinta atau suka sama suka.
Tingginya perhatian publik terhadap isu tersebut juga dipicu oleh rilisnya buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans pada awal 2026. Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan pengalamannya menjadi korban manipulasi saat masih berusia 15 tahun, yang memicu diskusi luas mengenai perlindungan anak.
Kembali ke kasus yang menimpanya, Rian mengaku tidak merasa stres atau terganggu dengan viralnya kembali isu ini. Baginya, selama ia tidak melakukan apa yang dituduhkan, ia tetap bisa menjalani aktivitasnya dengan santai tanpa beban pikiran yang berlebihan.
"Ya... karena nggak bener kan, ya udah kita nyantai aja orang nggak bener," ucapnya sembari menebar senyum tipis di hadapan para wartawan yang menemuinya.
Namun, Rian tidak tinggal diam begitu saja melihat namanya dicatut dalam isu sensitif ini. Ia memastikan akan mengambil langkah tegas melalui jalur hukum terhadap oknum atau netizen yang dianggap menyebarkan fitnah di berbagai platform digital.
"Jadi kalau misalnya mau tahu detailnya langsung ke Abang kita, ntar dikasih nomor teleponnya ya," pungkasnya.