Entertainment
Adaptasi Anime Fool Night Resmi Diumumkan, Kolaborasi Sunrise dan SHAFT
Netflix resmi mengumumkan adaptasi anime televisi dari manga Fool Night karya Kasumi Yasuda dalam acara Anime Studio Focus yang digelar di Annecy International Animation Film Festival. Anime ini dijadwalkan tayang secara global melalui Netflix pada tahun 2026 dan langsung menarik perhatian penggemar karena menghadirkan kolaborasi perdana antara dua studio anime ternama Jepang, Sunrise dan SHAFT.
Pengumuman tersebut disertai perilisan teaser trailer, visual perdana, informasi pengisi suara, serta jajaran staf utama yang akan menggarap proyek ini. Kasumi Yasuda selaku kreator manga juga turut merayakan kabar tersebut dengan membagikan ilustrasi spesial untuk memperingati adaptasi anime Fool Night.
Salah satu daya tarik terbesar proyek ini adalah kerja sama pertama antara Sunrise dan SHAFT. Sunrise dikenal luas melalui berbagai waralaba legendaris seperti Mobile Suit Gundam, Code Geass, Love Live!, hingga Cowboy Bebop. Sementara itu, SHAFT memiliki reputasi kuat berkat gaya visual khas yang terlihat dalam anime seperti Puella Magi Madoka Magica, seri Monogatari, dan March Comes in Like a Lion. Kolaborasi kedua studio tersebut membuat banyak penggemar penasaran dengan kualitas visual dan atmosfer yang akan ditawarkan anime ini.
Untuk tim produksi, posisi sutradara dipercayakan kepada Atsuyuki Yukawa yang sebelumnya dikenal sebagai unit director dalam film anime Suzume. Skenario ditulis oleh Jin Tanaka, yang sukses menarik perhatian lewat karyanya di Oshi no Ko. Desain karakter ditangani Robert Sato, sementara musik digarap oleh Tatsuya Kato, komposer yang dikenal melalui kontribusinya pada Dr. Stone. Selain itu, Yota Tsuruoka juga ikut bergabung sebagai sound director.
Anime ini akan dibintangi oleh Koki Uchiyama sebagai Toshiro Kamiya dan Minako Kotobuki sebagai Yomiko Horai.
Berdasarkan deskripsi resmi dari Viz Media, Fool Night mengambil latar masa depan yang suram ketika Bumi hampir kehilangan sinar matahari akibat awan tebal yang terus menutupi langit. Kondisi tersebut menyebabkan dunia terjebak dalam musim dingin permanen dan malam yang seakan tidak pernah berakhir. Akibat kurangnya cahaya, sebagian besar tumbuhan mati dan kadar oksigen di atmosfer terus menurun hingga mengancam kelangsungan hidup manusia.
Untuk mengatasi krisis tersebut, masyarakat menciptakan sebuah prosedur ekstrem bernama "transfloration". Teknologi ini memungkinkan manusia diubah menjadi tumbuhan demi membantu memulihkan keseimbangan oksigen di planet yang semakin sekarat.
Dalam dunia Fool Night, pengorbanan tubuh manusia demi keberlangsungan spesies menjadi sesuatu yang dianggap wajar, meski memunculkan banyak pertanyaan moral dan kemanusiaan.
Cerita berpusat pada Toshiro Kamiya, seorang pemuda yang hidup dalam kemiskinan. Ia bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membayar biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit. Namun, penghasilannya tidak cukup untuk menutupi semua kebutuhan tersebut. Terdesak oleh keadaan dan merasa tidak memiliki pilihan lain, Kamiya akhirnya mempertimbangkan untuk menjalani prosedur transfloration demi mendapatkan kompensasi finansial.
Sejak pertama kali diterbitkan di majalah Big Comic Superior milik Shogakukan pada November 2020, Fool Night berhasil memperoleh banyak pujian dari pembaca maupun kritikus. Hingga awal 2026, manga ini telah mencapai 12 volume tankobon.
Popularitasnya juga tercermin dari berbagai penghargaan dan pengakuan yang diterima. Pada edisi 2023 buku panduan Kono Manga ga Sugoi! atau "This Manga Is Amazing!", karya ini menempati peringkat ke-12 untuk kategori pembaca pria. Selain itu, Fool Night juga memenangkan penghargaan Best Suspense Manga dalam Daruma Awards yang digelar Japan Expo 2023.
Melalui teaser yang telah dirilis, penonton diperlihatkan sekilas dunia gelap dan muram yang menjadi latar cerita, termasuk gambaran mengenai praktik transfloration yang menjadi inti konflik utama. Nuansa visual yang ditampilkan menunjukkan kombinasi menarik antara pendekatan sinematik khas Sunrise dan gaya artistik eksperimental yang selama ini identik dengan SHAFT.