Entertainment

Masuki Babak Baru, Serial The Monster of Florence Season 2 Resmi Digarap

Masuki Babak Baru, Serial The Monster of Florence Season 2 Resmi Digarap
Serial The Monster of Florence (Netflix)

Netflix resmi melanjutkan serial true crime The Monster of Florence dengan season baru. Setelah musim pertamanya rilis pada 2025, layanan streaming tersebut kini mengembangkan serial itu menjadi format antologi dan telah memulai proses produksi untuk musim berikutnya.

Season 2 akan terdiri dari tiga episode dan mengangkat babak berbeda dari penyelidikan salah satu kasus pembunuhan berantai paling terkenal dalam sejarah Italia.

Sebelumnya, The Monster of Florence diperkenalkan sebagai miniseri empat episode. Serial ini lebih dulu tayang di Venice International Film Festival ke-82 sebelum dirilis secara global di Netflix pada Oktober 2025.

Pada musim pertamanya, The Monster of Florence mengisahkan upaya aparat penegak hukum mengungkap identitas pelaku di balik rangkaian pembunuhan berantai yang mengguncang Italia.

Cerita diawali dengan penemuan dua korban terakhir, sepasang remaja yang ditemukan tewas di dalam mobil saat hendak menghadiri sebuah pesta.

Jaksa Silvia Della Monica kemudian mengambil langkah berani dengan menyampaikan informasi palsu kepada media. Ia mengklaim salah satu korban sempat memberikan ciri-ciri pelaku sebelum meninggal, dengan harapan sang pembunuh akan panik dan melakukan kesalahan yang dapat membongkar identitasnya.

Di saat yang sama, Silvia dan timnya membuka kembali penyelidikan kasus pembunuhan Barbara Locci dan kekasihnya pada 1968. Suami Barbara, Stefano Mele, sebelumnya telah dipenjara atas kasus tersebut.

Namun, hasil uji balistik yang mengaitkan senjata dalam kasus lama dengan pembunuhan-pembunuhan berikutnya memunculkan dugaan bahwa pelaku sebenarnya masih berkeliaran.

Musim pertama The Monster of Florence dibintangi Liliana Bottone sebagai Silvia Della Monica, Marco Bullitta sebagai Stefano Mele, Francesca Olia sebagai Barbara Locci, Giacomo Fadda sebagai Francesco Vinci, Antonio Tintis sebagai Giovanni Mele, dan Valentino Mannias sebagai Salvatore Vinc

Musim terbaru akan melompat ke fase penyelidikan lain yang tak kalah kontroversial, yaitu Snack Buddies lead. Cerita akan berpusat pada Pietro Pacciani, sosok yang pernah menjadi tersangka utama dalam delapan kasus pembunuhan ganda yang meneror Italia selama hampir dua dekade.

Kasus Pacciani sempat menjadi sorotan publik karena melalui proses persidangan yang panjang dan penuh kontroversi. Ia pernah divonis bersalah, tetapi putusan tersebut kemudian dibatalkan sehingga status hukumnya terus menjadi perdebatan. Hingga kini, keterlibatannya dalam kasus tersebut belum pernah dipastikan secara hukum.

Sutradara sekaligus kreator serial, Stefano Sollima, mengatakan sejak awal The Monster of Florence memang dirancang sebagai serial antologi. Setiap musim akan mengangkat tersangka yang berbeda dalam penyelidikan kasus pembunuhan yang berlangsung lebih dari 30 tahun itu.

"Kami selalu membayangkan The Monster of Florence sebagai serial antologi. Setiap kisah berdiri sendiri dan berfokus pada salah satu tersangka dalam rangkaian kejahatan yang mengguncang Tuscany dan Italia pada 1970-an hingga 1980-an. Sebuah investigasi yang berlangsung selama lebih dari 30 tahun," tutur Stefano Sollima, dikutip pada Minggu (28/6/2026).

Ia menambahkan bahwa kisah Pietro Pacciani dipilih karena menjadi salah satu bab paling kontroversial dalam seluruh penyelidikan. Menurutnya, kasus tersebut terus memecah opini publik Italia karena kesalahannya tidak pernah benar-benar terbukti, tetapi juga tidak pernah sepenuhnya terpatahkan.

Sollima melanjutkan, "Setelah berfokus pada para tersangka dari Sardinia, kali ini kita melompat ke masa depan untuk membahas mungkin babak yang paling terkenal, kontroversial, dan diperdebatkan dari seluruh insiden tersebut: kisah Pietro Pacciani, yang dihukum dan kemudian dibebaskan dari kejahatan tersebut, dan para tersangka kaki tangannya, yang terkenal dengan julukan 'Snack Buddies' oleh pers,"

"Kasus pengadilan ini memecah opini publik Italia selama beberapa dekade. Mungkin inilah juga mengapa kasus Pacciani tetap menjadi yang paling mengganggu: kesalahan tidak pernah terbukti, tetapi juga tidak pernah sepenuhnya dikesampingkan.” tutupnya.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda