Entertainment
Selamat! Howl's Moving Castle Jadi Film Studio Ghibli Terpopuler di Netflix
Netflix telah menjadi rumah bagi film-film Studio Ghibli di sebagian besar negara sejak 2020. Namun, baru sejak 2023 platform streaming tersebut mulai merilis laporan Engagement Report yang memperlihatkan jumlah jam tonton dan total penayangan setiap judul.
Mengutip dari laman What's on Netflix pada Selasa (7/7/2026), Howl's Moving Castle resmi menjadi film Studio Ghibli yang paling banyak ditonton di Netflix dengan total 40,4 juta penayangan dalam tiga tahun terakhir, hanya unggul tipis dari Spirited Away.
Film yang diadaptasi dari novel karya Diana Wynne Jones itu mencatat 40,4 juta penayangan atau sekitar 80,4 juta jam ditonton, sedangkan Spirited Away meraih 40 juta penayangan dengan 83,5 juta jam ditonton. Selisih keduanya hanya sekitar 400 ribu penayangan.
Posisi ketiga ditempati My Neighbor Totoro dengan 30,6 juta penayangan, disusul Ponyo yang mengumpulkan 28,7 juta penayangan. Lima besar kemudian ditutup Kiki's Delivery Service dengan 15,8 juta penayangan.
Beberapa judul lain yang juga mencatat angka tinggi antara lain Arrietty dan Earwig and the Witch yang sama-sama memperoleh 13,4 juta penayangan, The Boy and the Heron dengan 11,9 juta penayangan, serta Princess Mononoke yang meraih 10,7 juta penayangan.
Sementara The Cat Returns mencatat 9,1 juta penayangan, Grave of the Fireflies 8,7 juta, Castle in the Sky 6,9 juta, From Up on Poppy Hill dan When Marnie Was There masing-masing 5,1 juta, The Wind Rises 3,8 juta, Whisper of the Heart 3,5 juta, dan Porco Rosso 3,3 juta.
Lalu ada Tales from Earthsea dan The Tale of the Princess Kaguya masing-masing 2,6 juta, Only Yesterday 2,4 juta, Pom Poko 1,7 juta, sedangkan My Neighbors the Yamadas berada di posisi terakhir dengan 600 ribu penayangan.
Howl's Moving Castle sendiri mengisahkan Sophie, seorang pembuat topi muda yang kehidupannya berubah setelah dikutuk oleh Penyihir dari Waste hingga berwujud perempuan lanjut usia.
Demi mematahkan kutukan tersebut, Sophie meninggalkan rumah dan memulai perjalanan yang membawanya bertemu penyihir misterius bernama Howl serta kastel berjalan ajaib miliknya.
Di kastel itu, Sophie bertemu dengan Markl, murid Howl, dan Calcifer, iblis api yang menjadi sumber kekuatan kastel. Kehadiran Sophie perlahan mengubah kehidupan para penghuni kastel, sementara ia sendiri berusaha mencari cara untuk mengembalikan wujudnya seperti semula.
Di saat yang sama, kerajaan tempat mereka tinggal tengah dilanda peperangan dengan negara tetangga. Howl berusaha menghindari keterlibatan dalam konflik tersebut, tetapi situasi yang semakin memanas membuat Sophie dan orang-orang di sekitarnya ikut terseret dalam pusaran perang.
Jajaran pengisi suaranya ada Chieko Baisho sebagai Sophie, Takuya Kimura sebagai Howl, Akihiro Miwa sebagai Witch of the Waste, Tatsuya Gashin sebagai Calcifer, Rynosuke Kamiki sebagai Markl, Haruko Kato sebagai Suliman, Y izumi sebagai Pangeran Justin alias Turnip Head, Akio tsuka sebagai Raja Ingary, serta Daijiro Harada sebagai Heen.
Popularitas Howl's Moving Castle dinilai tidak hanya bertumpu pada kualitas animasinya. Film ini juga dipuji karena berhasil memadukan fantasi, romansa, petualangan, hingga kritik terhadap perang dalam satu cerita yang emosional.
Desain kastel berjalan milik Howl menjadi salah satu ikon terbesar Studio Ghibli. Bangunan raksasa bergaya steampunk itu dipadukan dengan lanskap Eropa yang kaya detail, memperkuat identitas visual film sekaligus menjadi salah satu karya animasi paling berkesan dalam karier Hayao Miyazaki.
Selain visual, musik garapan Joe Hisaishi juga menjadi alasan film ini terus dikenang. Komposisi "Merry-Go-Round of Life" disebut sebagai salah satu lagu tema paling ikonis dalam sejarah Studio Ghibli dan masih sering digunakan di berbagai platform media sosial hingga sekarang.