Entertainment
Masuki Babak Baru, One Hundred Years of Solitude: Part Two Rilis 5 Agustus
Netflix merilis trailer terbaru One Hundred Years of Solitude: Part Two, bagian kedua sekaligus penutup dari serial adaptasi novel karya Gabriel García Márquez.
Musim kedua akan ditayangkan dalam dua bagian. Tujuh episode pertama tayang pada 5 Agustus 2026, sedangkan episode terakhir sekaligus penutup serial akan dirilis pada 26 Agustus 2026.
Serial ini kembali membawa penonton ke kota fiksi Macondo, tempat tujuh generasi keluarga Buendía menjalani kisah yang dipenuhi cinta, perang, kegilaan, dan kutukan yang menghantui keluarga mereka selama satu abad.
Trailer terbaru memperlihatkan berbagai peristiwa penting yang akan menentukan akhir perjalanan keluarga Buendía. Perubahan besar mulai melanda Macondo setelah kedatangan jalur kereta api dan perusahaan pisang, yang membawa kemajuan sekaligus konsekuensi bagi kota tersebut.
Di sisi lain, konflik di antara generasi penerus keluarga Buendía semakin memanas seiring Macondo perlahan mengalami kemunduran. Seluruh rangkaian peristiwa itu mengarah pada terpenuhinya kutukan yang telah membayangi keluarga Buendía sejak awal.
Disutradarai Laura Mora dan Carlos Moreno, serial ini kembali dibintangi Julián Román, Jorge Quintero, Claudio Cataño, Marleyda Soto, dan María Adelaida Puerta.
Netflix menyebut musim kedua diproduksi dengan standar yang sama seperti musim pertamanya.
"Kami menggarap bagian kedua dan terakhir ini dengan ketelitian, ambisi, serta rasa hormat yang sama terhadap novelnya, dan akhirnya akan mempersembahkannya kepada penonton pada Agustus mendatang," demikian pernyataan Netflix, dikutip pada Minggu (19/7/2026).
Diproduksi sepenuhnya di Kolombia dengan dukungan keluarga Gabriel García Márquez, One Hundred Years of Solitude disebut sebagai salah satu produksi audiovisual paling ambisius yang pernah dibuat di Amerika Latin.
Pada bagian pertama One Hundred Years of Solitude, penonton diperkenalkan dengan Macondo sebagai kota utopis yang masih muda. Namun, kedamaian kota itu perlahan memudar ketika Kolonel Aureliano Buendía terseret ke dalam peperangan.
Memasuki bagian kedua, kisah berfokus pada generasi penerus keluarga Buendía. Seiring datangnya kemajuan dan modernisasi, Macondo mengalami perubahan besar yang membawanya ke jalan kehancuran dan mengarah pada terpenuhinya kutukan yang telah lama membayangi keluarga tersebut.
Di tengah situasi tersebut, Fernanda del Carpio datang dari Bogotá dan menikah dengan Aureliano Segundo, salah satu putra kembar Arcadio.
Pernikahan itu menghadirkan keturunan sah pertama bagi keluarga Buendía, sesuatu yang telah lama dinantikan Úrsula Iguarán.
Sementara saudara kembarnya, José Arcadio Segundo, terobsesi pada manuskrip peninggalan José Arcadio Buendía dan berhasil mewujudkan impian sang pendiri keluarga untuk menghubungkan Macondo dengan dunia luar melalui jalur kereta api.
Namun, masuknya perusahaan pisang justru membawa perubahan besar yang berujung pada kehancuran Macondo.
Peristiwa itu menjadi awal terpenuhinya kutukan Úrsula Iguarán bahwa keluarga Buendía, yang telah dikutuk menjalani seratus tahun kesunyian, tidak akan pernah memperoleh kesempatan kedua di dunia
Wakil Presiden Konten Netflix untuk Amerika Latin, Francisco Ramos, mengatakan sejak awal tim kreatif memang merancang adaptasi novel karya Gabriel García Márquez itu menjadi dua bagian.
"Sejak awal kami memang berniat merilis serial ini dalam dua bagian, sehingga kami menggarapnya sebagai satu proyek yang utuh dengan akhir cerita yang sudah jelas. Hal itu memberi kami perspektif tersendiri selama proses pembuatannya," kata Francisco Ramos.
Francisco Ramos juga menilai bahwa Macondo berkembang menjadi karakter penting dalam cerita, bukan sekadar latar tempat.
"Kami menyadari bahwa Macondo—kota itu sendiri—menjadi karakter yang semakin penting dalam novel. Di bagian pertama, Macondo adalah simbol lahirnya sebuah utopia. Sementara di bagian kedua, utopia itu telah terwujud dan mulai memasuki jalan menuju kehancuran yang tak terelakkan, sebagaimana nasib semua utopia," ujarnya lebih lanjut.