Ajang FIFA Series 2026 akan menjadi event perdana bagi timnas Indonesia di tangan pelatih baru, yakni John Herdman. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), pada edisi FIFA Series 2026 kali ini, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah setelah ditunjuk oleh FIFA pada akhir tahun 2025 silam.
Hal ini tentunya bisa menjadi masa persiapan yang cukup baik bagi timnas Indonesia, khususnya setelah PSSI menunjuk John Herdman sebagai nakhoda baru di skuad garuda.
Di sisi lain, ketua umum PSSI, yakni Erick Thohir juga menyebut ditunjuknya Indonesia oleh FIFA sebagai salah satu tuan rumah ajang FIFA Series 2026 akan berdampak sangat positif bagi persiapan timnas Indonesia jelang menatap event-event yang lebih besar lagi.
“Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis. Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” ujar Erick Thohir.
Di sisi lain, banyak pihak yang meragukan jika ajang FIFA Series yang diikuti oleh Indonesia di tahun ini akan berdampak cukup signifikan dari aspek pengembangan taktik. Hal ini didasari karena calon lawan timnas Indonesia di ajang tersebut disebut-sebut hanya negara-negara kelas dua dalam percaturan sepakbola dunia.
Melansir dari laman resmi FIFA, timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 nanti akan menghadapi Bulgaria, Solomon Island dan Saint Kitts & Nevis.
Selain Bulgaria, tentunya banyak pihak yang cukup asing dengan dua negara calon lawan timnas Indonesia tersebut. Hal ini cukup wajar karena Solomon Island dan Saint Kitts & Nevis memang bukan negara dengan kekuatan sepakbola yang cukup besar.
Namun, tentunya timnas Indonesia tak boleh meremehkan lawan-lawannya tersebut. Mengapa demikian?
Ajang FIFA Series Bisa Menjadi Sarana Meracik Strategi dan Adaptasi Bagi John Herdman
Jika melihat calon lawan-lawan timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 nanti, hanya Bulgaria yang dianggap memiliki kekuatan yang di atas Indonesia.
Melansir dari laman transfermarkt.com, wakil sub-konfederasi Eropa (UEFA) tersebut memiliki rangking FIFA di atas Indonesia yang hanya berada di peringkat ke-122, yakni berada di rangking ke-88 dunia.
Sementara itu, Solomon Island (OFC) dan Saint Kitts & Nevis (CONCACAF) hanya berada di peringkat ke-152 dan ke-154. Namun, kendati dua negara lainnya memiliki peringkat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Indonesia, skuad garuda tetap tak boleh meremehkan keduanya.
Belum lagi saat ini timnas Indonesia tengah dalam masa pembangunan kembali skuad setelah sempat menunjukkan penurunan performa sepanjang tahun 2025 silam. Di sisi lain, dua lawan yang terlalu berat tersebut bisa pula menjadi ajang adaptasi dan meramu taktik bagi John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia.
Kondisi ini tentunya cukup ideal mengingat Indonesia tak langsung menghadapi tim-tim yang cenderung kuat di masa-masa awal pergantian kepelatihan. Melawan negara yang dianggal kelas dua dari aspek kekuatan sepakbola seperti Solomon Island dan Saint Kitts & Nevis dianggap sudah cukup sesuai bagi timnas Indonesia.
Oleh karena itu, tentunya banyak pihak yang berharap John Herdman mampu memaksimalkan laga pertandingan di ajang FIFA Series 2026 nanti sebagai sarana uji coba dan adpatasi. Namun, tentunya timnas Indonesia tetap ditarget mampu meraih hasil positif di ajang FIFA Series 2026 nanti.
Kini, kita akan menunggu bagaimanakan sepak terjang John Herdman dan timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 nanti.