Hobi
Tanpa Thom Haye di FIFA Series, Timnas Indonesia Unjuk Transformasi Baru?
Gelandang andalan, Thom Haye dipastikan absen membela Timnas Indonesia dalam turnamen eksibisi internasional bertajuk FIFA Series 2026 yang akan digelar pada 27-30 Maret mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pelatih kepala, John Herdman, kini harus memutar otak untuk menjaga kedalaman lini tengah timnya.
Suara.com melaporkan, absennya pemain yang juga membela Persib Bandung tersebut bukan tanpa alasan. Haye terpaksa menepi karena harus menjalani sanksi skorsing sebanyak empat pertandingan dari FIFA.
Hukuman berat ini merupakan buntut dari aksi protes keras dan perilaku tidak sportif yang ia tunjukkan terhadap wasit saat laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak pada Oktober 2025 lalu.
Kondisi itu tentu menjadi kerugian ganda bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, sanksi serupa juga menjerat Shayne Pattynama. Akibatnya, kedua pemain pilar tersebut tidak masuk dalam daftar 41 pemain sementara yang dipanggil oleh John Herdman untuk ajang FIFA Series kali ini.
Kehilangan Haye menjadi tantangan besar bagi Herdman, mengingat turnamen ini merupakan panggung debutnya bersama Merah Putih. Sebagai pengatur serangan utama, peran Haye selama ini nyaris tak tergantikan. Penggemar setidaknya harus menunggu hingga Piala AFF Juli 2026 untuk melihat sang gelandang kembali merumput.
Namun, John Herdman tampaknya tidak ingin larut dalam kekhawatiran. Pelatih asal Inggris ini dikabarkan telah menemukan solusi strategis untuk mengisi kekosongan di sektor gelandang bertahan. Pilihan tersebut jatuh pada sosok pemain keturunan yang sudah sangat akrab di telinga suporter, yakni Jordi Amat.
Jordi Amat yang sejatinya adalah seorang bek tengah, kini mulai diproyeksikan untuk mengemban peran baru sebagai gelandang. Keputusan ini diambil karena performa impresif mantan pemain Swansea City tersebut saat diplot di sektor tengah dalam beberapa kesempatan terakhir.
Langkah ini juga dipicu oleh sangat ketatnya persaingan di jantung pertahanan Indonesia saat ini. Lini belakang kita dihuni oleh nama-nama besar seperti Jay Idzes, Justin Hubner, hingga Rizky Ridho yang kerap mengunci posisi starting eleven.
Belum lagi dengan kembalinya Elkan Baggott ke skuad serta kehadiran Kevin Diks yang membuat persaingan bek tengah semakin memanas. Kondisi inilah yang membuat pergeseran posisi Jordi Amat ke lini tengah menjadi opsi yang sangat masuk akal bagi staf kepelatihan.
Transformasi Peran Jordi Amat di Lini Tengah
Perubahan posisi ini rupanya bukan sekadar spekulasi. John Herdman diketahui sudah menjalin komunikasi intens dengan Jordi Amat mengenai peran barunya tersebut. Keduanya telah sepakat bahwa fleksibilitas taktis sangat dibutuhkan demi kepentingan kolektif tim.
Jordi Amat sendiri menyambut positif tantangan ini. Ia merasa nyaman dengan diskusi yang dilakukan bersama sang pelatih terkait perubahan gaya mainnya yang kini lebih condong ke arah gelandang bertahan.
Kepada awak media, bintang keturunan Spanyol ini mengungkapkan isi pembicaraannya dengan Herdman.
"Saya juga sudah berbicara dengan pelatih. Dia juga menyukai cara saya bermain di tengah. Jadi kita lihat saja apa yang dia inginkan," ungkapnya.
Dedikasi tinggi ditunjukkan oleh Jordi demi memberikan kontribusi maksimal bagi Garuda. Baginya, posisi bermain bukanlah masalah selama ia bisa membantu tim meraih hasil positif di lapangan hijau.
"Saya selalu siap membantu sebagai bek tengah maupun sebagai gelandang. Itu bukan masalah bagi saya. Jadi saya menantikan dua minggu ke depan," tutur Jordi menutup pembicaraan.
Menariknya, Jordi Amat bukan satu- menyatunya pemain bertahan yang diproyeksikan mengisi pos gelandang. Dalam daftar pemanggilan pemain, muncul pula nama Calvin Verdonk yang disebut-sebut bakal memiliki peran serupa untuk memperkuat daya gedor sekaligus stabilitas tim.
Dengan racikan strategi baru ini, menarik untuk menantikan bagaimana performa Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman tanpa kehadiran Thom Haye. Publik tentu berharap eksperimen menempatkan pemain keturunan di posisi baru ini bisa membuahkan hasil manis di FIFA Series 2026.