Hobi

Jerman Lolos ke Babak Gugur, Nagelsmann Ungkap Ambisi Selanjutnya

Jerman Lolos ke Babak Gugur, Nagelsmann Ungkap Ambisi Selanjutnya
Timnas Jerman dipastikan lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. (Instagram/@dfb_team)

Tim nasional Jerman berhasil memastikan langkah mereka menuju babak gugur Piala Dunia 2026 yang akan dimulai dari fase 32 besar. Kepastian ini didapatkan setelah Die Mannschaft memetik kemenangan kedua yang krusial pada Minggu WIB.

Hasil positif ini sekaligus menegaskan ambisi besar anak asuh Julian Nagelsmann untuk melangkah sejauh mungkin dan membuktikan kualitas mereka di turnamen sepak bola terakbar sejagat ini.

Kemenangan berharga Jerman diraih setelah mereka menumbangkan perlawanan sengit Pantai Gading dengan skor tipis 2-1. Bertanding di Stadion Toronto, laga ini menjadi pembuktian mentalitas pantang menyerah dari skuad Jerman. Mereka harus berjuang ekstra keras setelah sempat tertinggal terlebih dahulu dari wakil Afrika tersebut di babak pertama.

Pantai Gading mengejutkan raksasa Eropa ini lewat gol yang dicetak oleh Frank Kessie pada menit ke-30. Keunggulan 1-0 untuk Pantai Gading bertahan hingga turun minum, memaksa Jerman memutar otak untuk mengubah strategi di paruh kedua.

Memasuki babak kedua, perubahan strategi yang dilakukan Julian Nagelsmann membuahkan hasil manis. Penyerang pengganti, Deniz Undav, tampil sebagai pahlawan kemenangan dengan mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-69 dan masa injury time (90+4').

Dua gol dramatis tersebut berhasil membalikkan keadaan sekaligus mengunci kemenangan 2-1 untuk Jerman.

Tambahan tiga poin dari laga kontra Pantai Gading ini membuat Jerman resmi melenggang ke babak 32 besar. Jerman sukses menyusul langkah dua tim tuan rumah, Meksiko dan Amerika Serikat, yang sudah lebih dulu mengamankan tiket ke fase gugur.

Dengan koleksi enam poin dari dua laga, Jerman juga sudah dipastikan mengunci status sebagai juara Grup E. Total poin yang dimiliki Kai Havertz dan kawan-kawan saat ini sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh tiga kontestan lain di grup tersebut.

Pantai Gading yang saat ini berada di peringkat kedua dengan tiga poin sudah dipastikan kalah secara *head-to-head* dari Jerman. Situasi ini membuat posisi Die Mannschaft di puncak klasemen Grup E aman dari kejaran tim manapun di laga pamungkas nanti.

Sementara itu, persaingan di papan bawah Grup E mempertemukan Ekuador dan Curacao. Kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang dengan skor kaca mata 0-0 pada pertandingan yang digelar di Stadion Kansas City pada hari Minggu (21/6/2026).

Bagi Curacao, satu poin ini menjadi torehan yang sangat bersejarah. Tim debutan di ajang Piala Dunia tersebut patut berbangga karena berhasil meraih poin pertama mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen ini.

Ambisi Menyapu Bersih Fase Grup dan Status Favorit Juara

Meski tiket babak 32 besar sudah berada di genggaman, pelatih Jerman Julian Nagelsmann menegaskan bahwa timnya tidak akan mengendurkan intensitas. Mantan pelatih Bayern Muenchen ini memiliki ambisi besar untuk menyapu bersih seluruh kemenangan di babak fase grup Piala Dunia 2026.

"Langkah selanjutnya adalah mengalahkan Ekuador dan kemudian kami akan memikirkan tantangan yang lain ke depan," kata Nagelsmann menegaskan fokus timnya kepada FIFA, sebagaimana dikutip Antara News.

Pelatih berusia muda itu juga memberikan pujian tinggi atas kerja keras dan mentalitas kuat yang ditunjukkan anak asuhnya saat membalikkan situasi melawan Pantai Gading. Secara khusus, ia memberikan kredit kepada Deniz Undav atas kontribusi dwigolnya yang luar biasa.

"Deniz mencetak dua gol yang luar biasa. Dia terlahir sebagai predator haus gol dan menyelesaikan kedua kesempatan secara naluriah," ujar Nagelsmann memberikan apresiasi tinggi kepada sang penyerang.

Performa impresif Jerman di Piala Dunia 2026 ini sebenarnya sudah terlihat sejak laga pembuka, di mana mereka menghancurkan Curacao dengan skor telak 7-1. Kemenangan terbesar di laga pembuka tersebut langsung menempatkan Die Mannschaft sebagai salah satu kandidat terkuat juara, didukung oleh kedalaman skuad mewah seperti Leroy Sané, Florian Wirtz, Kai Havertz, Joshua Kimmich, hingga kiper veteran Manuel Neuer.

Meskipun publik dan fans eksternal sangat menjagokan Jerman sebagai juara dunia empat kali yang berpengalaman, internal tim tetap bersikap realistis. Gelandang Leon Goretzka memilih merendah mengenai status unggulan yang disematkan kepada timnya.

"Saya tidak melihat kami sebagai favorit utama," ujar Goretzka secara blak-blakan mengenai posisi Jerman di turnamen ini.

Pernyataan tersebut cukup mendasar mengingat bayang-bayang kegagalan di dua edisi Piala Dunia sebelumnya (2018 dan 2022) masih menjadi catatan penting bagi tim. Berdasarkan analisis, status favorit utama turnamen masih disematkan pada negara-negara seperti Prancis, Spanyol, Argentina, dan Portugal.

Sesuai jadwal, ujian terakhir Jerman di fase grup adalah menghadapi Ekuador pada Jumat pukul 03.00 WIB.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda