Hobi
Pilih Gabung Ducati, Pedro Acosta Ogah Pakai Motor KTM yang Tak Kompetitif
Kepindahan pembalap muda, Pedro Acosta, dari KTM ke Ducati untuk tahun 2027 menjadi salah satu kabar transfer yang cukup mengejutkan di kalangan penggemar MotoGP.
Pasalnya, Pedro Acosta sendiri sangat dekat dengan KTM dan memiliki riwayat yang positif bersama pabrikan asal Austria tersebut.
Acosta sukses memenangkan gelar Moto3 dan Moto2 secara beruntun bersama KTM, sebelum melakukan debut MotoGP-nya pada tahun 2024 bersama Tech3.
Kendati tahun lalu mereka berhasil finis di posisi 4 klasemen akhir, ini tidak menjadi alasan bagi Acosta untuk tetap tinggal di KTM dan mengabaikan tawaran Ducati.
Menurut pengakuannya, pembalap 22 tahun tersebut mengatakan bahwa dia hanya menginginkan motor terbaik yang bisa membawanya menang, sementara KTM pada kenyataannya masih belum memenuhi kriteria yang diinginkan Acosta.
“Memang begitulah adanya. Saya sudah mengatakan saat menandatangani kontrak pabrik, bahwa satu-satunya yang saya inginkan adalah motor untuk memenangkan kejuaraan. Jelas bahwa motor itu belum tiba,” jelas Acosta, dilansir dari laman Motorsport.
Setelah 3 musim di MotoGP bersama KTM dan belum bisa menunjukkan performa yang maksimal, The Baby Shark mengatakan bahwa dia tidak punya waktu lagi untuk disia-siakan.
Acosta ingin tampil kompetitif sepenuhnya dengan motor terbaik di grid. Dia merasa Ducati adalah yang dia butuhkan untuk kelanjutan kariernya di MotoGP.
Sejauh ini, Ducati masih menjadi salah satu tim terbaik di MotoGP dengan memenangkan gelar juara dunia selama 4 tahun berturut-turut. Meskipun tahun ini Aprilia hadir sebagai ancaman, tapi pabrikan asal Borgo Panigale tersebut masih bisa menunjukkan eksistensinya.
“Sejujurnya, saya tidak punya waktu lagi untuk disia-siakan. Saya punya banyak pengalaman di KTM, tetapi saya juga merasa bahwa (Ducati) adalah tantangan yang saya butuhkan untuk karier saya," tambahnya.
Di sisi lain, kepergian Pedro Acosta ke Ducati menjadi sesuatu yang tak mudah bagi KTM. CEO KTM, Pit Beirer, mengatakan bahwa berat melepas pembalap yang telah lama bersama mereka dan melalui asam garam dunia balap.
“Kami harus menerima kenyataan bahwa Pedro ingin meninggalkan kami karena dia sudah begitu lama bersama kami, Rookies Cup, juara dunia Moto3, juara dunia Moto2, patah kaki, kembali lagi, begitu banyak hal yang telah kami lalui bersama. Kemudian, kami hanya membangun proyek ini bersama dengannya sebagai seorang pembalap," ujar Beirer.
Bahkan, Beirer juga mengatakan kalau ada satu momen yang membuat dia dan timnya merasa frustrasi karena mereka benar-benar mengandalkan sosok Pedro Acosta, tanpa ada menyiapkan pembalap pengganti.
Hal ini membuktikan bahwa Acosta adalah pembalap berharga dan potensial bagi KTM. Jelas karena Acosta hampir selalu menjadi andalan KTM di setiap balapan.
“Tapi seperti biasa, hidup terus berjalan. Ada satu momen yang jujur sangat membuat frustrasi karena kami tidak pernah merencanakan pengganti. Kami menaruh semua harapan padanya," akunya.
Kendati demikian, Beirer mengatakan bahwa dia dan timnya tak ingin larut dalam kesedihan karena mereka sudah mendapat 2 pembalap pengganti yang juga dapat diandalkan.
Berpisah dengan Pedro Acosta dan Brad Binder, KTM akan menggandeng Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio pada tahun 2027.
“Namun seperti biasa, jika satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka, dan kemudian kita bisa melihat bahwa kedua pembalap ini (Alex Marquez dan Fabio di Giannantonio) berkembang sangat pesat," tambahnya.
Terlepas dari hubungan dengan KTM dan apapun reaksi mereka, semua orang menghargai keputusan Acosta untuk hijrah ke Ducati demi kelangsungan kariernya di MotoGP.
Perlu diingat bahwa Acosta memiliki potensi yang sangat bagus, ditambah usia yang masih sangat muda, sehingga wajar jika dia menginginkan motor terbaik untuk bisa tampil kompetitif dan memenangkan banyak balapan.